• Home
  • Meranti
  • Sinergitas Polisi, Pemerintah Daerah dan Masyarakat Meranti Siap Amankan Pilgubri
Bersama Polri Wujudkan Pilkada Damai

Sinergitas Polisi, Pemerintah Daerah dan Masyarakat Meranti Siap Amankan Pilgubri

Laporan: Gunawan
Rabu, 06 Juni 2018 | 19:11
Caption Foto : Apel simulasi peragaan pengamanan Pilgubri 2018 di Lapangan Gelora Selatpanjang, Kepulauan Meranti.
RIAUGREEN.COM - Gegap gempita pelaksanaan Pilkada 2018 kini sudah mulai terasa. Mesin politik pun sudah mulai digerakkan dan menerapkan berbagai strategi untuk dapat memenangkan pasangan calon yang diusung dalam kontes Pilkada di setiap daerah. 

Beberapa cara tersebut diantaranya adalah melalui kampanye di media sosial sebagai bentuk sosialisasi hingga mencari keburukan pasangan calon lain, hal inilah yang harus diantisipasi untuk menuju Pilkada damai nantinya.

Pilkada kali ini juga terbilang cukup besar. Sebab, Pilkada akan dilaksanakan di 171 daerah yang berbeda, yang terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.

Di Propinsi Riau, Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) dipastikan akan diikuti oleh 4 pasangan calon yakni Arsyadjuliandi Rachman - Suyatno didukung Partai Golkar, PDI Perjuangan dan Hanura, Syamsuar - Edi Nasution didukung oleh PAN, PKS dan Nasdem, Firdaus - Rusli Effendi didukung oleh Demokrat dan PPP, dan Lukman Edy - Hardianto didukung oleh PKB dan Gerindra.

Dari masing masing pasangan calon sudah menyampaikan politik gagasan dan perdebatan seputar program-program pembangunan.

Hal ini dirasa lebih bermanfaat untuk dibahas dibandingkan dengan politisasi SARA. Perdebatan semacam ini juga harus dipupuk mulai saat ini dari level masyarakat sehingga diharapkan dapat menggeser isu-isu  yang dapat memicu tindakan intoleransi yang umumnya dipicu oleh perbedaan pilihan politik di masyarakat.

Mau tidak mau, suka tidak suka setiap pihak harus mampu mendorong agar setiap pasangan calon mengobral politik gagasan dan adu program yang berpihak kepada masyarakat.

Propinsi Riau yang terdiri dari 12 Kabupaten dan kota dengan beragam suku dan budaya sudah bertekad akan menjadikan Pilkada berjalan damai dan tenteram, tak terkecuali Kabupaten Kepulauan Meranti yang didiami oleh berbagai etnis, mulai dari Melayu, Tionghoa, Jawa, Batak, dan Sunda.

Wakil Bupati Meranti Drs H Said Hasyim mengharapkan, dalam Pilkada nantinya tidak ada unjuk rasa dan polemik yang bisa memecah belahkan sesama, jika pun ada masyarakat dari berbagai elemen sudah siap menangkisnya dengan membuat komitmen bersama untuk tidak terprovokasi oleh isu yang dilontarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Jangan sampai Pilkada justru dipenuhi  bibit kebencian yang sengaja dimunculkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Upaya ini harus dapat dicegah, agar tidak menyebar menjadi provokasi yang bisa merugikan semua pihak. Jangan sampai Indonesia yang damai dan tenang ini, berubah menjadi Indonesia yang penuh dengan konflik. Jika hal ini terjadi, dikhawatirkan akan memicu terjadinya kebencian di tengah masyarakat," kata Wakil Bupati.

Deklarasi untuk mewujudkan kampanye damai dan penolakan terhadap politisasi SARA pun sudah dilaksanakan oleh masing-masing pasangan calon di banyak daerah yang menggelar Pilkada. Kendati demikian, hal ini dirasa belum cukup untuk meredam potensi berkembangnya hoax maupun kampanye hitam lainnya di masyarakat.

Hoax sendiri diciptakan untuk membuat kekacauan, kegelisahan, rasa benci, dan bahkan juga rasa ketakutan bagi pembacanya. Dampak yang ditimbulkan dari berita hoax akan sangat luar biasa antara lain, berupa dampak sosial,ekonomi, politik, keamanan dan yang lebih besar adalah bisa mengancam keutuhan NKRI.

Wakil Bupati itu juga menyampaikan setiap pihak mutlak untuk mewujudkan Pilkada damai yang bebas dari kampanye hitam. Salah satunya adalah dengan  terus menebarkan pesan-pesan sehat, yang tidak provokatif, dan tidak menyudutkan sebagai sebuah komitmen bersama di tahun politik ini. 

Di sisi lain, pasangan calon juga diminta agar setiap ucapan dan perilaku yang ditonjolkan oleh elit politik mampu menyejukkan para pendukungnya. Selain itu, setiap pasangan calon yang maju dalam Pilkada juga dituntut untuk menujukkan kedewasaan berpolitik dengan mengedepankan politik gagasan dan adu program.

"Kami berharap, hajatan demokrasi ini bisa berlangsung dengan aman, damai dan lancar," ujarnya.

Sementara itu, jika pun ada gejolak yang terjadi pada saat pelaksanaan Pilkada, Polres Kepulauan Meranti sudah mengantisipasi hal yang akan terjadi yakni dengan digelarnya simulasi Pengaman Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2018.

Langkah itu pun diapresiasi oleh DPRD Kepulauan Meranti, Ketua Komisi A DPRD Kepulauan Meranti, Edy Mashudi mengatakan bahwa pihaknya mendukung kegiatan yang dilakukan Polres Kepulauan Meranti guna menghadapi dan menciptakan Pilkada aman dan lancar.**

Loading...
BERITA LAINNYA
Pengurus NPC Meranti Resmi Dilantik
Senin, 10 Desember 2018 | 20:28
Anggota BPD di 28 Desa Se Meranti Resmi Dilantik
Senin, 10 Desember 2018 | 15:10
Empat Tersangka Narkoba Diringkus Polisi
Senin, 03 Desember 2018 | 20:59
BERIKAN KOMENTAR
Top