• Home
  • Meranti
  • Sejumlah Pedagang Ikan Datangi Kediaman Wabup Meranti, Ada Apa Ya..

Sejumlah Pedagang Ikan Datangi Kediaman Wabup Meranti, Ada Apa Ya..

Selasa, 13 Maret 2018 | 22:59
KET FOTO: Sejumlah pedagang saat mendatangi kediaman Wabup Meranti, Selasa (13/3/2018) malam
MERANTI, RIAUGREEN.COM - Sejumlah pedagang ikan mendatangi rumah dinas Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Selasa (13/03/2018) malam.

Kedatangan para pedagang ini mulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga 20.00 masih berada dilokasi ingin mengadukan nasib kepada Wabup Meranti Said Hasyim, karena mereka dilarang untuk berjualan dipasar sayur mayur yang berada disepanjang Jalan Pelajar, Desa Alahair, Kecamatan Tebingtinggi.

Salah seorang pedagang Mail, kepada wartawan mengatakan kedatangan pihaknya ke rumah wabup dikarenakan setiap hari mengaku diusir oleh orang yang mengatasnamakan kepala desa agar tidak berjualan di sepanjang jalan Alahair karena mengganggu ketertiban berlalu lintas.

Para pedagang yang berjualan di sepanjang jalan tersebut di anggap menyebabkan kemacetan lalu lintas dan menimbulkan bau yang tidak sedap  oleh warga.
 
"Ketika kami menanyakan surat perintah dari kepala desa Alahair mereka tidak bisa menunjukkan kepada kami,  jadi kami menganggap bahwa oknum yang mengatasnamakan kepala desa tersebut hanya mau mempersulitkan kami dalam mencari nafkah untuk kebutuhan keluarga," ungkapnya.

Diakui Mail, kedatangan pihaknya kerumah wabup ini untuk mempertanyakan apakah pemda secara resmi melarang berjualan disana.

"Kami ini hanya mencari makan pak,  untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, jangan persulitkan kami para pedagang dalam mencari nafkah, kami ini sudah susah jangan di susahkan lagi, kedatangan kami ke rumah wakil bupati ini meminta solusi terhadap persoalan ini, karena kami takut nantinya terjadi gesekan antara kami sebagai pedagang dengan oknum yang mengatasnamakan kepala desa tersebut,  jangan sampai kami masyarakat melakukan tidakan kriminal pak,"ungkapnya.

Sementara itu, Kades Alahair Timur Rismanuddin belum bisa dihubungi hingga berita ini diterbitkan.(red/gun)

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top