• Home
  • Meranti
  • Heboh di Medsos, Beredar Postingan Oknum PNS Meranti Disebut Pelakor

Heboh di Medsos, Beredar Postingan Oknum PNS Meranti Disebut Pelakor

Rabu, 21 Februari 2018 | 12:59
MERANTI, RIAUGREEN.COM - Heboh di media sosial (medsos) beredar sebuah postingan nama Oknum PNS di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, disebut sebagai Pelakor.

Perebut Laki Orang (Pelakor) atau lebih didetil wanita simpanan, sampai Wanita Idaman Lain atau biasa disingkat WIL bermula di dalam postingan di Media Sosial Facebook milik Gusnita Itha.

Dalam postingan status tersebut mengatakan Pelakor oh pelakor,, apa di VIRAL kan saja y PELAKOR PEGAWAI NEGERI SIPIL Dinas Perhubungan Selat Panjang Kepulauan Meranti kalau gak salah namanya (...) yg TIDAK TAU MALU ini yang udh merebut ayah nya anak anak dari ISTRI SAH,, jadi pelakor itu yang baik dunk, ini sampai nekad mengirimkan foto buku nikah ke ISTRI SAH apapun alasannya berarti kamu kan tau kalau si lakik itu masih punya ISTRI SAH, makanya jangan kegatelan sampai hamil pula, dimana kah keadilan untuk ISTRI SAH yang sudah jelas2 di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 1990 Pasal (4) ayat (2) bahwa Pegawai Negeri Sipil Wanita tidak diizinkan untuk menjadi istri kedua/ketiga/keempat dst

.,, hei PELAKOR,, kamu kan gak dapat izin utk menjadi istri kedua..,, untuk apa Undang undang dibuat kalau untuk di langgar, Istri sah sudah menyurati ke Badan Kepegawain Daerah Selat Panjang, Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti setempat bahkan ke Bupati nya, tapi sampai saat ini TIDAK ada respon dari yg bersangkutan,, sekuat itukah Bekingan pelakor itu..??,,

#tegakkankeadilan

#kepalangbasahyamandiajasekalian. 

Hingga Rabu (21/2) pukul 13.40 WIB, postingan Gusnita sudah mengundang 276 komentar netizen dan dibagikan 98 kali.

Ketika dikonfirmasi RiauGreen.com, Rabu (21/2/2018) siang,  Gusnita yang mengaku saat ini berada di Kota Dumai, Riau, membenarkan terkait status yang ada di dinding Facebook miliknya itu.  Dia sempat mengatakan kalau sampai detik ini belum ada surat cerai.

"Kami belum cerai, dan sudah kami surati kepada dinas terkait, dengan tembusan ke Sekretaris Daerah, Wakil Bupati Meranti, Bupati Kepulauan Meranti, serta ke BKD setempat," terangnya.

Namun, Gusnita menyesalkan setelah memasukkan surat tersebut hingga saat ini belum ada tanggapan dari pihak terkait.

"Sudah dua kali surat itu saya masukkan, yang pertama ke BKD dan yang kedua ke Inspektorat. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan," sesal Gusnita.

Menurut Gusnita, sang suami bernama Muhammad Nurwahyudi, saat ini bekerja sebagai Nakhoda di Kapal Batam Jet. Sementara pelakor yang disebut, dulunya berdinas di Dinas Perhubungan Meranti dan saat ini pindah dinas di Dinas Pekerjaan Umum Meranti.(gun/red)



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top