• Home
  • Meranti
  • Kasihan, Balita 16 Bulan Derita Penyakit PDA, Keluarga Tak Punya Biaya Mengoperasinya

Kasihan, Balita 16 Bulan Derita Penyakit PDA, Keluarga Tak Punya Biaya Mengoperasinya

Minggu, 24 Desember 2017 | 20:43
KET FOTO: Naya(16 bulan) saat terbaring di kasur
MERANTI, RIAUGREEN.COM - Sungguh kasihan ketika melihat Balita berusia 16 bulan bernama Shezan Nayyara Afwa. Biasanya orang tuanya memanggil dengan sebutan Naya. Anak kedua dari pasangan Afriman dan Tri Suwarni ini menderita Large PDA (Patent Duktus Arteliorsus).

Saat disapa, ia hanya diam tanpa perubahan ekspresi. Sesekali kakinya diangkat dan dilipat sambil posisi berbaring.

Terlihat jelas dibagian dadanya kembang kempis saat ia bernafas. Nafasnya terdengar sesak. Sesekali batuk. 

Setelah bajunya dibuka, terlihat jelas dadanya mengalami pembengkakan. bagan perut terlihat sangat kecil dan kurus sekali.

Afriman mengaku bahwa anaknya tersebut baru diketahui mengalami sakit PDA yang mengakibatkan infeksi terhadap paru-paru dan pembengkakan jantung pekan lalu. Ketika itu ayahnya yang sedang berobat akibat sakit TBC yang dialamnya mencoba memeriksakan anak perempuannya ke RSUD Selatpanjang. Ternyata dari hasil diagnosa dokter anak anaknya mengalami jantung bocor. 

"Dokter juga bilang anak kami sudah mengarah ke gizi buruk. Karena dengan berat badannya saat itu normalnya untuk anak usia 6 bulan," cerita Afriman, Ahad (24/12/2017).

Berat Naya saat ini hanya 6,2 Kilogram. Sementara berat badan tertinginya pekan lalu hanya 6,7 kilogram.

Pria yang hanya bekerja sebagai honorer di Sekretariat Dewan tersebut lantas mengikuti saran dokter untuk merujuk pemeriksaan anaknya ke Rumah Sakit Eka Hospital di Pekanbaru. Saat dlakukan pengecekan disana, ternyata dari hasil diagnosa dokter menyebutkan sakit yang diderita anak gadis nya adalah Large PDA.

Dia juga sempat memeriksakan kondisi anaknya ke RS Khusus Jantung Indonesia, di Padang. Diagnosa yang sama (Large PDA) juga disampaikan oleh phak dokter disana.

Untuk sementara waktu Naya diberikan 7 jenis obat agar bisa menahan batuk, sesak, dan nyeri di dadanya. Dantaranya 3 macam obat serbuk an 4 jenis obat sirup. Naya dianjurkan agar bisa segera dioperasi oleh dokter.

"Malam hari Naya sering batuk. Kalau sudah batuk, bisa sampai pagi baru behenti. Saat itu dia juga akan menangis sampai pagi hari," katanya.

Sedangkan saat diberikan makan ia tidak mau menkonsmsinya. Satu-satunya asupan bagi tubuhnya hanya ASI (Air Susu Ibu).

Afriman mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi anak keduanya itu.Terlebih pria berusia 35 tahun ini juga harus mencari biaya untuk mengobati penyakit TBC yang diidapnya setahun lalu.

"Gaji saya sebagai pegawai honor hanya Rp1,2 juta per bulan. Saya juga sakit, dari mana lagi saya mencari biaya perobatan anak saya," keluhnya.

Apalagi anaknya harus segera dioperasi untuk mengobati penyakitnya tersebut.

"Kata dokter, anak saya harus dioperasi segera. Untuk biaya perawatan pasca operasinya membutuhkan Rp3 juta per hari," ujar Afriman.

Sementara itu, menurut Jusni (60) ibu Afriman mengutarakan, cucunya saat ini disarankan oleh dokter untuk segera dioperasi. Sebab, kondisi cucunya semakin hari semakin menurun.

"Maka dari itu, kami sangat berharap adanya uluran tangan dermawan yang membantu Afriman," ungkap Jusni sambil memberikan nomor rekening agar dapat menyalurkan bantuannya melalui rekening BRI 017101007167501 atas nama Afriman. 

Afriman bersama istri dan dua anaknya tinggal di Jalan Rintis, Gang ABib Selatpanjang. Sementara nomor selulernya Afriman yakni 08117077993. (rls/gun)

BERITA LAINNYA
DPRD Meranti Dukung Pembentukan KPID Lokal
Jumat, 19 Januari 2018 | 13:19
BERIKAN KOMENTAR
Top