• Home
  • Meranti
  • Diduga Lakukan Ilog, Warga Karimun Diamankan Polres Meranti

Diduga Lakukan Ilog, Warga Karimun Diamankan Polres Meranti

Minggu, 24 Desember 2017 | 16:57
MERANTI, RIAUGREEN.COM - AH(44), warga Jalan Kampung Tengah RT 001/RW 010, Desa Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun (Nakhoda) ditangkap aparat kepolisian diduga telah melakukan pengangkutan kayu hasil hutan tanpa memiliki dokumen yang merupakan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) di Sungai Tohor Kanan, Desa Sei Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Penangkapan dilakukan sesuai dengan Laporan polisi nomor : LP.A/115/XII/2017/Riau/Res Kep.Meranti/SPKT, tgl 23 Desember 2017.

Saat dilakukan penangkapan juga disaksikan oleh Rasoki Simatupang(29), Polri, Aspol Polres Kepulauan Meranti. Rian Saputra(35) Jalan Kampung Tengah RT.001/RW.010 Desa Sawang Kecamatan Kundur Barat Kabupaten Karimun (ABK). Jais(43), Jalan Kampung Tengah RT.001/RW. 010 Desa Sawang Kecamatan Kundur Barat Kabupaten Karimun (ABK). Jepri(44) Jalan Kampung Tengah RT.001/RW. 010 Desa Sawang Kecamatan Kundur Barat Kabupaten Karimun (ABK). Osman(41) Jalan Pisang Nenas RT.001/ RW.002 Kelurahan Lubuk Puding Kecamatan Buru Kabupaten Karimun. (ABK). Irpansah(20) Jalan Abdul Rahman RT.005/RW.001 Desa Tanjung Sari Kecamatan Tebingtinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti (ABK).

Kejadian bermula pada Jumat (22/12/2017) sekitar pukul 15.00 WIB di peroleh informasi bahwa adanya aktifitas mememuat kayu di Sungai Tohor Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti atas hal tersebut, selanjutnya Tim Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Kepulauan Meranti yang dipimpin oleh Ipda AGD Simamora berangkat ke TKP untuk melakukan penyelidikan.

Kemudian pada Sabtu (23/12/2017) sekitar pukul 01.00 WIB di TKP ditemukan 1 unit Kapal yang bermuatan kayu olahan/gergajian sebanyak lebih kurang 20 Tan tanpa dilengkapi dengan Dokumen SKSHH. Berdasarkan keterangan Nahkoda Kapal adapun kayu tesebut akan dibawa Ke Tanjung Batu Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri. Selanjutnya Pelaku dan BB l diamankan dan dibawa ke Polres Kepulauan Meranti untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sesuai dengan undang-undang terduga pelaku akan dijerat dengan Pasal 88 Ayat (1) Huruf A Jo Pasal 16 Undang-undang No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. 

Dipidana penjara paling singkat 1 tahun paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah)  paling banyak Rp.  2.500.000.000 ( dua milyar lima ratus juta rupiah).

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH, melalui Kasubag Humas AKP Amir Husin, membenarkan adanya penangkapan tersebut.

"Tersangka dan barang bukti telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut," ujarnya.(red/gun)


BERITA LAINNYA
DPRD Meranti Dukung Pembentukan KPID Lokal
Jumat, 19 Januari 2018 | 13:19
BERIKAN KOMENTAR
Top