• Home
  • Meranti
  • PT CKB Fokus Upaya Evakuasi Crane Terperosok di Jalan Diponegoro Selatpanjang

PT CKB Fokus Upaya Evakuasi Crane Terperosok di Jalan Diponegoro Selatpanjang

Selasa, 14 November 2017 | 19:42
JAKARTA, RIAUGREEN.COM - PT Cipta Krida Bahari, Selasa (14/11/17) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan terperosoknya crane milik mereka di Jalan Diponegoro, Kabupaten Kepulauan Meranti, beberapa hari lalu. Klarifikasi ini disampaikan oleh Senior Consultans PT CKB Berliana Elisabeth S.

Terkait dengan peristiwa terperosoknya Crane pada hari Jumat tanggal 10 November 2017 di Jalan Diponegoro, Kepulauan Meranti, dalam kegiatan mobilisasi Generator Set yang dilakukan oleh PT Cipta Krida Bahari guna mendukung kebutuhan logistik PT Trakindo Utama dalam rangka pemenuhan proyek PLN untuk kepentingan pasokan listrik di wilayah tersebut, dengan ini kami sampaikan bahwa: 

Kejadian ini terjadi ketika mobil Crane dengan daya angkut maksimal 40 ton, hendak kembali mengangkut Generator Set di Pelabuhan Dorak terperosok di Jalan Diponegoro sekembalinya dari pekerjaan pemindahan barang pendukung / aksesoris di site. 

PT Cipta Krida Bahari sebagai pihak penyedia jasa logistik turut prihatin atas peristiwa ini dan akan segera melakukan koordinasi untuk mencari solusi terbaik dengan DPRD, Pemda dan Kepolisian serta pihak terkait lainnya. 

Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dari Pemda dan Kepolisian wilayah setempat dalam membantu proses mediasi dan upaya pencarian solusi. 

Hingga saat dikeluarkannya release ini, kami sebagai pihak yang bertanggung jawab masih terus fokus pada proses evakuasi yang sudah dimulai sejak Jumat malam. Namun hingga kini Crane belum berhasil di evakuasi dikarenakan medan dan faktor teknis yang cukup sulit. 

CKB akan mendukung seluruh proses yang diperlukan dan bertanggung jawab terhadap kerusakan fisik jalan yang saat ini terjadi yaitu di lokasi jalan yang terperosok. 

Terkait dengan langkah dan keputusan dalam proses lanjutan kegiatan mobilisasi Generator Set ini, kami masih menunggu hasil mediasi yang tengah dilakukan dengan DPRD dan Pemerintah Daerah setempat. Kami pastikan bahwa kelanjutan kegiatan mobilisasi ini hanya akan kami proses lebih lanjut setelah mendapatkan arahan dan persetujuan tertulis dari pihak Pemerintah Daerah mengenai kondisi jalan yang layak dilalui beban berat mesin-mesin PLTD. 

Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dan menjunjung tinggi nilai keselamatan kerja, kami akan berusaha dengan maksimal untuk memperoleh solusi terbaik atas peristiwa ini agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di Selatpanjang tidak terganggu dan aktifitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. 

Demikian informasi ini kami sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman atas informasi yang beredar.(rls)

BERITA LAINNYA
Polisi Meranti Kembali Ringkus Dua Terduga Narkoba
Senin, 20 November 2017 | 14:45
Heboh! Penemuan Mayat Laki-laki di Pulau Merbau
Minggu, 19 November 2017 | 19:21
BERIKAN KOMENTAR
Top