• Home
  • Meranti
  • Kasus Dermaga Sungai Tohor Barat Masuk Tahap Penyidikan

Kasus Dermaga Sungai Tohor Barat Masuk Tahap Penyidikan

Kamis, 05 Oktober 2017 | 21:33
SELATPANJANG, RIAUGREEN.COM  - Kasus dugaan tindak pidana korupsi terhadap Dermaga Sungai Tohor Barat Kecamatan Tebing Tinggi Timur telah masuk ke tahap penyidikan. Pihak Kejaksaan juga sudah melakukan pengecekan terhadap dermaga yang menelan anggaran sebesar Rp 3 Miliyar lebih itu.

Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, Swarjana SH melalui Kasi Pidsus, Roy Modino SH menegaskan pihaknya terus mengumpulkan data terhadap dugaan penyimpangan pekerjaan pembangunan dermaga tersebut. Termasuk telah memanggil belasan saksi.

"Ya sudah masuk ke tahap penyidikan. Kita masih mengumpulkan keterangan dan mengumpulkan alat bukti. Kita juga sudah melakukan pengecekan terhadap dermaga tersebut," ungkap Roy Modino kepada RiauGreen.com, Kamis (5/10/2017) siang.

Menurutnya dari pengecekan lapangan yang sudah dilakukannya ada sebanyak puluhan titik yang dibor untuk melihat material yang digunakan untuk pembangunan dermaga itu. Bahkan dari beberapa kali percobaan tidak ditemukan besi.

"8 Kali percobaan pertama tidak kita temukan besi. Padahal kita sudah lakukan pengeboran secara acak. Makanya kita akan terus kumpulkan bahan dan keterangan," tambahnya.

Dijelaskannya pembangunan proyek Dermaga tersebut dilakukan pada tahun 2015 oleh Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti. Saat ini sejumlah pihak yang terlibat dalam pengerjaan pembangunan dermaga tersebut sudah dipanggil, termasuk Mantan Kadishub Kepulauan Meranti Hariadi SSt MT, yang saat ini menjabat sebagai Kadis PU Kepulauan Meranti, tetapi masih berstatus Saksi.

"Mulai dari Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan lainnya sudah kita panggil. Termasuk rekanan yang mengerjakannya. Untuk sementara mereka masih berstatus Saksi," rincinya.

Tetapi ditegaskannya beberapa diantara pejabat dan pihak tersebut juga berpotensi untuk menjadi tersangka. Bahkan jumlahnya lebih dari 2 orang.

"Bisa saja. Kalau memang mereka berperan dalam mensukseskan dugaan tindak pidana korupsi pelabuhan ini yang mengakibatkan kerugian negara, maka bisa terjerat dan menjadi tersangka. Kita lihat saja perkembangannya," tegas Kasi Pidsus ini. 

Untuk diketahui, pelaksanaan Proyek Pembangunan Dermaga Sungai Tohor Barat, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti itu dibangun secara 2 tahap, dimana pada tahun 2014 dibangun dengan biaya Rp 500.000.000,00 dan pada tahun 2015 kembali dilanjutkan dengan biaya Rp3.500.000.000,00 melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepulauan Meranti yang bersumber dari dana DAK. 

Pembangunan dermaga ini disinyalir terbengkalai karena habisnya biaya untuk kelanjutan pembangunan. Sejauh ini pengerjaan hanya mencapai target 88% dan tidak selesai secara maksimal.(nik/gun)

BERITA LAINNYA
Tiga Oknum Polisi di Meranti Direkomendasi PTDH
Selasa, 17 Oktober 2017 | 16:57
DPC Hanura Resmi Mendaftar ke KPUD Meranti
Senin, 16 Oktober 2017 | 21:48
Wabup Said Hasyim Tinjau SLB Sekar Meranti
Senin, 16 Oktober 2017 | 13:55
BERIKAN KOMENTAR
Top