• Home
  • Meranti
  • Ini Hasil Mediasi Puskesmas Selatpanjang dengan Pihak Keluarga Pasien yang Diduga Kejang-kejang Usai Konsumsi Obat

Ini Hasil Mediasi Puskesmas Selatpanjang dengan Pihak Keluarga Pasien yang Diduga Kejang-kejang Usai Konsumsi Obat

Kamis, 10 Agustus 2017 | 16:58
KET FOTO: Saat berlangsungnya mediasi di ruang Kepala Diskes Kepulauan Meranti, Kamis (10/8/2017) siang.
SELATPANJANG, RIAUGREEN.COM - Pihak Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kepulauan Meranti lakukan mediasi dengan memanggil pihak Puskesmas Selatpanjang dengan pihak keluarga korban yang diduga kejang-kejang usai mengkonsumsi obat dari Puskesmas Selatpanjang beberapa waktu lalu. Mediasi itu dilaksanakan pada Kamis (10/8/2017) siang.

Adapun hasil mediasi pihak Puskesmas Selatpanjang akan melakukan pengobatan terhadap pasien atau korban yang diduga kejang-kejang tersebut hingga sembuh.

Sebelumnya, mediasi ini di mulai karena permasalahan yang tidak bisa diselesaikan langsung oleh pihak Puskesmas Selatpanjang hingga harus berbuntut panjang dengan campur tangan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepulauan Meranti Ajharul, mengatakan bahwa dokter tersebut telah menjalankan tugas sesuai prosedur walaupun nyatanya berdampak tidak baik untuk kesehatan pasien (Pepi Ramadhani).

Dijelaskannya, dokter tersebut tidak bisa dibawa dalam pertemuan ini dikarenakan dokter prakter itu dilindungi UU No 09 tahun 2004 pasal 50.

"Kemaren bulan januari yang bersangkutan telah menggunakan obat itu juga dan terlihat biasa biasa saja. Dalam data yang kita miliki obat obatan tersebut berjenis antibiotik, parasetamol, salbutamol, amburoksol serta vitamin," kata Ajharul.

Sementara itu jawaban, Kepala Dinas Kesehatan Irwan Suwandi mengungkapkan bahwa sebelumnya puskesmas telah melakukan pemberitahuan jika adanya kendala yang mencakup pelayanan kepada masyarakat.

"Puskesmas setiap bulan melakukan evakuasi kerja, kepada dokter nya tetap akan kita berikan nasehat. Kami mengharapkan semua dokter bisa melayani dengan baik, dalam permasalahan ini kami akan pelajari terlebih dahulu dan kemudian menindak lanjuti seperti memberikan teguran maupun pembinaan," ucapnya.

Kepala Puskesmas Selatpanjang, Joko juga menyampaikan pihaknya telah menjalankan tugas sesuai prosedur.

"Jika adanya kesalahan dalam memberikan obat itu tidak mungkin dikarenakan dokter tersebut sudah dokter interansif indonesia yang telah diuji oleh Negara," jelasnya.

Diwaktu yang sama Pepi(22) yang diduga korban kejang-kejang tersebut memaparkan sebelumnya ia tidak memiliki penyakit ataupun memakan obat obatan lain dikarenakan ia masih dalam memberikan ASI untuk bayinya.

Namun dibalik itu Pepi di dampingi suaminya Sugi meminta solusi terbaik dari pihak terkait dengan memberikan pengobatan ulang agar hal tidak diinginkan tidak terjadi.

"Dilakukan pengobatan ulang atau dicek ke dokter spesialis saja agar tidak terjadi apa-apa," minta Pepi.

Selanjutnya, didapatkan hasil dari keputusan bersama atau hasil mediasi yakni pihak Puskesmas Selatpanjang akan melakukan pengobatan terhadap pasien atau korban yang diduga kejang-kejang tersebut hingga sembuh. (nik/gun)

BERITA LAINNYA
Tiga Oknum Polisi di Meranti Direkomendasi PTDH
Selasa, 17 Oktober 2017 | 16:57
DPC Hanura Resmi Mendaftar ke KPUD Meranti
Senin, 16 Oktober 2017 | 21:48
BERIKAN KOMENTAR
Top