• Home
  • Meranti
  • Bupati Syamsuar Ngaku Lupa Selatpanjang Karena Pembangunan Begitu Pesat 
Kunker Ke Kabupaten Meranti

Bupati Syamsuar Ngaku Lupa Selatpanjang Karena Pembangunan Begitu Pesat 

Kamis, 20 April 2017 | 20:53
Foto humas pemkab meranti
KET FOTO: Foto bersama usai kegiatan, bertempat di Aula Afifa Jalan Banglas, Selatpanjang, Kamis (20/4/17)
MERANTI, RIAUGREEN.COM - Bupati Siak Drs H Syamsuar melakukan kunjungan kerja (Kungker) di Kabupaten Kepulauan Meranti, kunjungan ini dalam rangka mensinergikan program pembangunan di dua Kabupaten Pesisir bertetangga itu untuk saling mendukung menuntaskan berbagai persoalan daerah melalui pembangunan infrastruktur merangkai pulau dan sebagainya, Kamis (20/4/17).

Kunker diawali dengan mengelilingi jalan-jalan protokol di Meranti dan peninjauan Pasar Modern guna melihat perkembangan Kota Selatpanjang yang menjadi Ibu Kota Kabupaten, selanjutnya melakukan pertemuan dengan Perangkat Pemerintah Daerah dan tokoh masyarakat Meranti yang dikemas dengan dialog bertempat di Aula Afifa, Selatpanjang.

Turut hadir dalam pertemuan itu Wakil Bupati H. Said Hasyim, Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan, Sekdakab. Merati Drs. Yulian Norwis SE MM, Kapolres Meranti AKBP. Barliansyah, Dandim, Danramil, Asisten Sekdakab. Meranti, Kepala Dinas/Badan dilingkungan Pemkab. Meranti, Camat, Kades, Tokoh Masyarakat/Agama/Adat.

Bupati Siak H. Syamsuar usai mengelilingi Kota Selatpanjang dan meninjau Pasar Modern bersama Bupati Meranti H. Irwan dan tokoh maayarakat Riau H. Wan Abu Bakar, mengaku takjub melihat perkembangan Meranti yang dinilai luar biasa. Bahkan dirinya mengaku lupa dengan Kota Selatpanjang karena begitu banyak perubahan yang terjadi salah satunya jalan-jalan yang dulunya kecil kini telah lebar dan dibuat Hot Mix.

"Sudah banyak saya lupa karena jalan jalan sudah lebar dan beraspal, dahulu SD Delima dijalan Kartini sering banjir, Meranti saat ini sudah sangat luar biasa, saya mendapati banyak sekali perubahan di Kota Selatpanjang dan saya yakin perkembangan juga terjadi diseluruh Kecamatan," Ujar Syamsuar.

H. Syamsuar yang sempat menjabat sebagai Pj. Bupati Meranti diawal pemekaran tahun 2010 lalu merasa senang karena apa yang menjadi harapan para pejuang pemekaran secara bertahap mulai diwujudkan oleh Pemerintah Daerah.

"Inilah hasil perjuangan pemekaran Kabupaten Bengkalis, dahulu Meranti sulit, hanya satu mobil  saja yang ada, berbeda dengan sekarang, dulu kemana-mana agar lebih leluasa saya menggunakan honda dan hampir seluruh kampung saya jelajahi, mungkin hanya 10 persen saja yang belum terkunjungi," akunya merasa begitu berkesan saat bertugas di Meranti.

Lebih jauh dijelaskan Bupati Siak H. Syamsuar terkait kedatangan dirinya untuk semakin menguatkan sinergitas program pernah disepakati daerah-daerah yang berada dikawasan pesisir. Salah satunya SIAP BEDELAU (Siak, Pelalawan, Bengkalis, Dumai, Kepulauan Meranti), yakni kerjasama antar daerah dalam membantu percepatan pembangunan. 

"Kerjasama ini sangat diperlukan karena sebuah Kabupaten tidak bisa maju sendiri tanpa dukungan Kabupaten lain, setiap Kabupaten memiliki potensi dan kelebihan masing-masing diharapkan bisa saling isi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan didaerah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat disemua wilayah," paparnya.

Dikatakan Syamsuar Kabupaten Siak seperti halnya Meranti sudah ditakdirkan berada di daerah pesisir yang selalu menjadi langganan kebakaran dan sulit dihindari, untuk menanggulangi itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit begitu juga dalam hal membangun infrastruktur daerah. Dengan adanya kerjasama antara Siak dan Meranti ini dapat dilakukan sinergitas program sehingga biaya yang dikeluarkan dapat ditekan. Dicontohkan Bupati Siak dalam hal membangun jembatan penghubung antara Meranti dan Siak dicarikan lokasi yang paling ideal seperti Jembatan Air Mabuk-Putong untuk mengatasi ketergantungan terhadap transportasi air sehingga merangkai pulau jadi terwujud.

Kerjasama menurut Bupati Siak H. Syamsuar juga dalam rangka penghematan anggaran, apalagi dengan kondisi anggaran yang sulit saat ini dimana daerah penghasil Migas seperti Siak dan Meranti mengalami penurunan anggaran APBD akibat jatuhnya harga minyak dunia dan semakin diperparah dengan tidak konsistennya transfer dana dari Kementerian Keuangan karena tidak tercapainya target penerimaan pajak Nasional, padahal alokasi anggarannya telah disetujui. 

Seperti diketahui APBD Siak yang sebelumnya diatas 3 Triliun kini turun menjadi kurang dari 2 Triliun hal serupa juga terjadi di Meranti yang sebelumnya 1.6 Triliun kini hanya berkisar 1.1 Triliun.

"Ini sangat menyulitkan Pemda dan DPRD dalam penyusunan anggaran, program sudah berjalan tetapi uang tidak ada, dan ini menjadi persoalan seluruh daerah penghasil Migas" ucapnya.

Dan agar pembangunan Infrastruktur didaerah dapat berjalan sesuai harapan dikatakan Bupati Siak, tak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Riau sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. 

Menyangkut penguatan sinergitas program pembangunan infrastruktur jembatan kedua Kabupaten ini mendapat apresiasi dari Bupati Meranti H. Irwan M.Si, menurutnya jika hal itu terwujud maka akan membuka isolasi Meranti yang terhubung langsung ke Sumatera yang menjadi tujuan dari program merangkai pulau.

Pada kesempatan itu, Bupati Siak juga menyampaikan ketertarikannya dengan komitmen Pemda Meranti dalam mengembangkan tanaman pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan didaerah. H. Syamsuar mengaku upaya Pemkab. Meranti dalam mewujudkan kedaulatan pangan didaerah itu layak untuk ditiru.

Selain itu, Bupati Siak juga tertarik dengan potensi kopi Meranti (Liberika.red) yang sudah terkenal hingga kenegara tetangga Malaysia dan Singapura menurutnya potensi harus terus dipertahankan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dalam mewujudkan mesejahteraan masyarakat.

Tak lupa Bupati Siak mengucapkan apresiasi kepada Bupati Meranti H. Irwan M.Si yang energik yang telah berhasil membangun Meranti seperti yang sama-sama dirasakan saat ini. (hms/nik/gun)

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top