TAIPEI, TAIWAN – Media OutReach – Perusahaan asal Taiwan yang berpsesialisasi dalam integrasi sistem tenaga surya, STC International, di bawah dukungan GTPO (Green Trade Project Office) dan ITRI Foundation, telah sukses membangun kehadirannya sejak awal di pasar ASEAN. Dari pedesaan Kamboja hingga Malaysia, dari organisasi non-pemerintah (LSM) hingga restoran ritel.

Sistem tenaga surya STC International diterapkan di negara-negara ASEAN berkat teknologi dan layanan terdepan dari STC International. STC International adalah contoh sempurna dari bisnis kecil dan menengah yang menghadirkan kemudahan dan memberikan solusi untuk energi hijau.

Semuanya dimulai pada 2017, ketika STC International bergabung dengan delegasi promosi perdagangan ITRI dan mengunjungi sebuah desa di Kamboja. Tujuan perjalanan ini adalah untuk membangun sistem tenaga surya bagi LSM lokal. Lembaga swadaya masyarakat ini secara rutin mengundang para dokter untuk datang ke desa untuk memberikan layanan kesehatan sukarela. Elektronik dan pendingin medis memerlukan daya dasar, tetapi sumber listrik sangat tidak stabil dan pemadaman sering terjadi di daerah itu.

Setelah ITRI memperkenalkan STC International kepada LSM Kamboja, STC International segera menerapkan dan mengoperasikan sistem yang komprehensif, termasuk penerangan, kipas angin, panel surya, dan peralatan penyimpanan dan pendingin untuk LSM tersebut.

"Segera setelah sistem beroperasi, setelah matahari terbenam, Kantor pusat LSM dengan daerah di sekitarnya dengan jaraka beberapa kilometer adalah satu-satunya tempat yang memiliki penerangan. Kemudian toko, rumah tangga bisnis kecil semuanya telah menjadi pelanggan non-pemerintah ini," kisah Polun Chen, Direktur Jenderal STC International, Senin (21/09/2020).

Menurut Chen, sebelum STC International melaksanakan proyek tersebut, masyarakat setempat memiliki persepsi yang salah bahwa tata surya sangat mahal dan berbahaya. Namun setelah LSM tersebut menjadi percontohan, masyarakat dengan cepat percaya dan mulai antusias menggunakan energi tenaga surya.

Sejauh ini, solusi energi STC International telah diterapkan di pertanian, ritel, sistem irigasi. makan, dan tanaman kecil. Sebagai contoh irigasi, generator diesel banyak digunakan oleh petani untuk menyedot air tanah, menimbulkan kebisingan yang keras dan mencemari udara. Selain itu, pasokan bahan bakar solar juga tidak mudah. Semua masalah ini teratasi, setelah STC Internasional memasang panel surya dan penyimpanannya.

Diketahui, Malaysia merupakan pasar lain di kawasan ASEAN dimana STC International telah memiliki proyek untuk dilaksanakan dan menguntungkan. Menurut Polun Chen, Malaysia sama sekali berbeda dengan Kamboja. Di Kamboja, pemadaman listrik tersebar luas dan jaringan masih belum dapat menjangkau banyak daerah. Sebaliknya, Malaysia memiliki pasokan listrik yang cukup dan biaya listrik yang rendah. Jadi jelas bahwa STC Internasional perlu mengadopsi strategi yang berbeda di Malaysia.

Dengan bantuan ITRI, STC International telah menjalin hubungan dengan GreenTech – badan sertifikasi hemat energi resmi Malaysia, dengan tujuan memperkenalkan energi hijau ke negara ini. Sejauh ini, STC International telah merancang sistem penyimpanan energi yang komprehensif di Malaysia. STC International berfokus pada proyek percontohan skala kecil. Banyak daerah-daerah yang belum dialiri listrik dengan baik, sehingga perusahaan asal Taiwan ini memilik peluang untuk menggarapnya.