• Home
  • MediaOutReach
  • VinAI Presentasikan Penelitian Ilmiah Tentang Kecerdasan Buatan di NeurIPS 2019

VinAI Presentasikan Penelitian Ilmiah Tentang Kecerdasan Buatan di NeurIPS 2019

Minggu, 15 Desember 2019 | 21:51
Keterangan Foto: Dr Bui Hai Hung, Direktur Penelitian VinAI, menyampaikan presentasi di NeuIPS 2019

HANOI, VIETNAM – Media OutReach – VinAI Research (cabang penelitian di Vingroup) baru saja mempresentasikan dua hasil penelitian ilmiah pertama di NeurIPS, konferensi nomor satu di dunia tentang kecerdasan buatan di Kanada. Forum ini tidak hanya memperkenalkan VinAI di komunitas teknologi dunia, namun juga menunjukkan transformasi Vingroup menjadi perusahaan teknologi terkemuka, berintegrasi secara bertahap dengan puncak teknologi global.

NeurIPS 2019 (Neural Information Processing Systems – Konferensi Internasional tahunan tentang sistem pemrosesan informasi jaringan syaraf tiruan) akan berlangsung pada 8-14 Desember 2019 di Vancouver, Kanada. Ini adalah Forum Keceradasan Buatan (AI) terbesar di tahun ini. Konferensi tahun ini menampung lebih dari 1.400 artikel, dari total lebih dari 6.700 artikel yang dikirimkan.

Perusahaan-perusahan raksasa seperti Google, Google Brain, dan Google Deepmind yang paling banyak mengirimkan artikel ilmiah. Universitas MIT memiliki jumlah artikel tertinggi kedua yang diterima, disusul oleh Stanford University, Microsoft Research, dan perusahaan lainnya. Dengan 2 artikel dari VinAI, ini adalah pertama kalinya Vietnam menerbitkan artikel di konferensi internasional seperti NeurIPS.

Dr Yasin Abbasi Yadkori, penulis penelitian ilmiah VinAI yang dipresentasikan di NeurIPS 2019

Artikel penelitian VinAI yang dipresentasikan di NeurIPS berfokus pada pengambilan keputusan optimal dalam lingkungan interaktif online. Keputusan yang dibuat akan berinteraksi dengan lingkungan dan secara langsung mempengaruhi data sistem di masa depan. Misalnya, saat berbelanja online, mesin pencari tidak hanya bisa memberikan saran sesuai dengan kebiasaan pelanggan, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru yang diinginkan. Fitur ini saat ini tidak tersedia di pasar. Selain itu, artikel penelitian ini juga memiliki banyak aplikasi untuk pengambilan keputusan logis di dunia nyata, seperti iklan web, membuat saran, membuat rekomendasi, pemasaran digital, menyesuaikan parameter super algoritma pembelajaran mesin, dan lain sebagainya.

Agar penelitian ilmiah dapat dipublikasikan di acara tersebut, para peneliti tidak hanya harus membawa ide-ide baru tetapi juga memenuhi persyaratan penelitian yang dapat diterapkan secara praktis. Setiap tahun, hanya 20% dari artikel penelitian yang diajukan "lulus" setelah melalui evaluasi ketat dari juri, yang terdiri dewan ilmuwan terkemuka di dunia.

Selain mengumumkan proyek penelitian ilmiah di acara Nomor 1 di dunia tentang kecerdasan buatan, VinAI juga memiliki ruang pertunjukan untuk membantu orang-orang memiliki pandangan lengkap tentang penelitian dan lingkungan kerja di VinAI. Pada saat yang sama, peserta juga dapat merasakan langsung produk teknologi tinggi dari ekosistem Vingroup.

"Kami sangat bahagia membuat dunia sadar akan kemajuan Kecerdasan Buatan di Vietnam. Di masa mendatang, Kami akan terus mengumpulkan ilmuwan Vietnam dan pakar internasional dengan reputasi di industri ini untuk dapat memulai meneliti masalah AI di Vietnam. Pada waktu bersamaan, kami akan bekerja sama dengan institut penelitian dan universitas teknologi terkemuka dunia untuk menciptakan jaringan pertukaran dan penelitian untuk tujuan secara bertahap membawa dunia kecerdasan lebih familiar ke Vietnam,"

– Kata Dr Bui Hai Hung (Direktur Penelitian VinAI), dalam keterangannya, Jumat (13/12/2019).

Setelah 8 bulan berdiri sejak didirikan pada 17 April 2019, VinAI telah merekrut kekuatan penting para ahli-ahli terkemuka (3 orang dari Silicon Valley, Amerika Serikat. Dan 3 orang pernah menerima Hadiah Matematika Internasional). Banyak ahli VinAI telah bekerja untuk perusahaan teknologi seperti Amazon, Adobe Research. VinAI Research juga memiliki program untuk membina bakat muda Vietnam untuk AI (AI Residency), dengan 20 peserta pelatihan.

Publikasi dari penemuan ini, berarti komunitas riset kecerdasan buatan dunia telah menyadari bahwa Vietnam juga memiliki posisi yang kuat, studi ilmu pengetahun berkualitas tinggi. VinAI telah secara resmi membawa Vietnam keluar dari "zona putih" kecerdasan buatan, disaat yang sama berkontribusi untuk memotivasi para ilmuwan Vietnam dalam melakukan penelitian yang unggul.


Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top