• Home
  • MediaOutReach
  • Hanya 52% Pemimpin Global di Sektor Minyak dan Gas Miliki Program Kesehatan dan Keselamatan Karyawan yang Berpergian

Hanya 52% Pemimpin Global di Sektor Minyak dan Gas Miliki Program Kesehatan dan Keselamatan Karyawan yang Berpergian

Jumat, 22 November 2019 | 14:14

MINNEAPOLIS, AS, RIAUGREEN.COM – EQS Newswire – Penelitian yang dilakukan secara independen oleh CWT, yaitu sebuah platform manajemen perjalanan B2B4E, dan divisi Energi, Sumber Daya dan Kelautan (ERM), dalam penelitian tentang "Visi 2020: Melihat dari dekat Kesejahteraan Karyawan Bepergian", mengungkapkan bahwa hanya 52% dari kepemimpinan eksekutif pada level C, seperti dari CEO, CMO, CFO, CIO, dan pejabat senior mengatakan organisasi mereka memiliki program kesehatan dan keselamatan bagi karyawan yang bertugas ke luar daerah. Sementara hanya 32% mengatakan organisasi mereka menilai dan melaporkan dampak dari kesejahteraan Wisatawan.

Laporan ERM tahun ini adalah yang pertama berfokus terutama pada kesejahteraan karyawan yang bertugas keluar daerah maupun negeri dan mencakup survei global independen terhadap hampir 400 kepemimpinan eksekutif pada level C dan pemimpin senior dalam industri minyak dan gas.

Raphaël Pasdeloup, Wakil Presiden Senior dan Kepala Global CWT ERM, dalam keterangannya, Kamis (21/11/2019) mengatakan Industri energi, sumber daya dan kelautan telah lama menjadi pemimpin dalam memahami dan menangani kesehatan dan keselamatan bagi karyawan berpergian mereka, paling tidak karena kompleksitas karyawan ERM secara unik menghadapi perjalanan ke, dan ketika mereka tiba di tujuan mereka yang sering terpencil.

"Kami hanya ingin membawa karyawan ke tempat kerja mereka dengan aman dan tepat waktu. Kami ingin memastikan mereka beristirahat ketika mereka mulai bekerja juga, karena itu, kami ingin mendorong budaya organisasi yang mendukung kesejahteraan karyawan yang bepergian saat mereka sedang bekerja, dan setelah mereka kembali ke rutinitas normal mereka melalui pemantauan dan penilaian terukur. Seperti yang ditunjukkan laporan kami, lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di bidang ini," ulasnya.

Budaya kerja yang selalu aktif dan berdampak pada pengambilan keputusan

Menurut penelitian itu, seiring dengan perjalanan kerja yang terus meningkat dan karyawan yang bepergian menjadi lebih terhubung daripada sebelumnya, gagasan untuk selalu berada, terlepas dari zona waktu, dan kurangnya privasi dan waktu singgah, membuat perjalanan saat ini lebih menegangkan daripada di masa lalu. Dan di ERM, ini bisa menimbulkan risiko keamanan langsung, di mana pengambilan keputusan yang disebabkan kelelahan, saat berada di rig atau di dalam tambang, bisa membuat pekerja berada dalam bahaya.

Prioritas utama organisasi dalam hal kesejahteraan wisatawan

Selain itu, menurut laporan itu juga, Mitigasi keselamatan dan risiko muncul di atas prioritas tertinggi organisasi ketika menyangkut kesehatan dan keselamatan karyawan yang bepergian, dengan keprihatinan akan produktivitas, kesehatan, dan kesejahteraan yang semakin rentan.

Selain mengadopsi teknologi baru untuk mengelola masalah seperti kelelahan, ketinggalan pesawat, olahraga dan nutrisi, laporan ini juga menawarkan rekomendasi untuk membangun budaya organisasi yang mendukung kesejahteraan karyawan, termasuk mendapatkan dukungan dari para pemimpin yang membuat keputusan terkait perjalanan dan menentukan intervensi yang ditargetkan untuk mendukung kesehatan saat bepergian.


Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top