Upah di Malaysia Alami Kenaikan 5,1% di Tahun 2019

Jumat, 22 November 2019 | 10:27

SINGAPURA, RIAUGREEN.COM Media OutReach – Survey yang dilakukan oleh Aon (NYSE: AON) tentang Kenaikan Upah dan Pengukuran Kompensasi Total di Malaysia Tahun ini, Upah di Malaysia mengalami kenaikan sebesar 5,1% pada tahun 2019 dan diperkirakan akan kembali naik 5,3% pada tahun 2020. Aon (NYSE: AON), adalah sebuah firma layanan profesional global terkemuka yang menyediakan beragam solusi risiko, pensiun, dan kesehatan.

Meskipun lebih lambat daripada di Indonesia (7,4%), Angka-angka ini menunjukkan bahwa upah di Malaysia meningkat lebih cepat daripada di Singapura (3,8%) dan Thailand (4,9%). Dengan inflasi tahunan sebesar 2,4%, orang Malaysia mengalami pertumbuhan rata-rata 2,7% dalam upah riil pada 2019, naik dari 2,1% pada tahun sebelumnya.

Dalam menghadapi pertumbuhan ekonomi dan kenaikan upah yang stabil, perusahaan-perusahaan yang ada di Malaysia harus mengevaluasi paket kompensasi mereka, untuk memastikan mereka dapat terus menarik dan mempertahankan bakat mereka yang paling penting.

Menurut survei Aon, upah rata-rata untuk pekerjaan di bidang teknik dan teknologi relatif lebih tinggi daripada semua peran pekerjaan lainnya di pasar Malaysia. Mereka yang bekerja dalam peran teknik memperoleh, rata-rata, 14% lebih tinggi dan mereka yang di teknologi seperti keamanan cyber dan teknologi informasi, mendapatkan gaji 12% lebih dari fungsi pekerjaan lainnya di pasar Malaysia secara keseluruhan.

Selain itu, lulusan baru dalam peran teknik dan pekerjaan teknologi tinggi menikmati 16% gaji awal yang lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan baru di fungsi lain. Dengan kemajuan digital dan teknologi, pengusaha membayar premi untuk talenta di bidang ini.

Pada semua bidang industri, senior legal managers mendapat upah 20% lebih tinggi dari rata-rata pasar, sedangkan kompensasi untuk manajer pengembangan bisnis senior/ perencana strategis adalah 22% lebih tinggi dari rata-rata pasar, menggambarkan posisi pengusaha premium pada profesional dengan keahlian khusus.

"Lanskap upah di Malaysia sangat kuat pada tahun 2019. Lingkungan makro ekonomi dan geopolitik yang bergejolak ditambah dengan kebutuhan mendesak untuk memberikan efisiensi yang memaksa perusahaan untuk mengubah program penghargaan mereka. Dalam 12 bulan terakhir, organisasi telah menerapkan rencana insentif yang bertujuan mempercepat transformasi dan memberi hasil pemegang saham. Penciptaan nilai untuk semua pemangku kepentingan dan pembagian nilai di antara para kontributor utama kelihatannya menjadi mantra untuk tahun mendatang," kata Rahul Chawla, Direktur & Kepala, Rewards Solutions Aon untuk Malaysia, dalam keterangannya, Rabu (20/11/2019).


Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top