• Home
  • MediaOutReach
  • Perang Dagang Tak Berkesudahan, Pasar Properti di Hong Kong Anjlok pada Kuartal Ketiga

Perang Dagang Tak Berkesudahan, Pasar Properti di Hong Kong Anjlok pada Kuartal Ketiga

Kamis, 12 September 2019 | 08:28

HONG KONG, RIAUGREEN.COM  Media OutReach – Perang dagang yang tak berkesudahan antara Cina dan Amerika Serikat telah menyebabkan Konflik sosial yang berkepanjangan sehingga menyebabkan pasar properti memburuk di Hong Kong pada kuartal ketiga. Jumlah transaksi properti dan harga telah jatuh mendekati level kuartal pertama, harga beberapa perumahan populer pada kuartal ketiga telah berkurang 3-5% dari puncak tahun ini di bulan Juni. Pasar investasi properti juga dalam keadaan sepi, kebanyakan investor umumnya mengambil sikap menunggu dan melihat, dengan jumlah transaksi besar turun 55% kuartal ke kuartal.

Ancaman tarif baru pada bulan Mei antara Cina dan Amerika Serikat dengan menaikkan tarif untuk perdagangan, telah memicu kresahan di pasar saham global, apalagi terjadi kekacauan politik setampat, yang telah menyebabkan perubahan mendadak di pasar properti, dan transaksi properti mulai turun pada Juni. Menurut kontrak jual-beli sementara untuk properti residensial, transaksi perumahan turun dari 8.208 pada Mei menjadi kurang dari 5.000 pada Juni. Juli dan Agustus Jumlah kumulatif transaksi perumahan hanya 8.889, turun 45% dari periode yang sama tahun lalu, yang mendekati level 8.632 transaksi residensial dalam dua bulan pertama kuartal pertama tahun ini.

Wakil Presiden Cushman & Wakefield, Greater China & Head of Consulting, Greater China Alva To, dalam keterangannya, Selasa (10/09/2019), mengungkapkan, Konflik sosial berlanjut akibat pengumuman tarif baru antara Cina dan Amerika Serikat, dan sentimen pasar cenderung berhati-hati. Dalam konteks ini, diharapkan. Penjualan dan pembelian residensial pada bulan September akan tetap stabil diangka 4.500.

Harga perumahan juga turun mengikuti kondisi pasar. Menurut angka pemerintah, indeks harga perumahan swasta telah turun selama dua bulan berturut-turut pada bulan Juni dan Juli. Cushman & Wakefield menduga penurunan akan berlanjut hingga Agustus 2019, dengan angka 2,7% lebih rendah dari puncaknya pada bulan Mei. Harga beberapa perumahan kecil dan menengah yang populer seperti City One Shatin dan Taikoo Shing telah mencatat penuruna sebesar 4-5% dari puncaknya di bulan Juni.

Lalu Harga properti mewah di Residence Bel-Air dan The Habourside berada di pijakan yang lebih kokoh dengan penurunan sekitar 3% dari puncak Juni, Harga tahun ke tahun dalam properti hunian massal seperti City One Shatin dan Taikoo Shing masih menunjukkan pertumbuhan masing-masing sebesar 19,9% dan 14,9%, dari awal Januari. Sementara itu, harga dalam proyek-proyek mewah seperti Residence Bel-Air dan The Habourside telah meningkat sekitar 10% sejauh ini.

"Meskipun sentimen pasar telah memburuk dan jumlah transaksi penjualan menurun, pemilik tanah saat ini umumnya kuat dalam menahan barang. Tidak ada banyak transaksi di pasar untuk pemotongan harga. Dalam jangka panjang hal ini akan merusak status Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional dan mungkin meningkatkan tingkat pengangguran, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kinerja ekonomi, dan harga rumah akan berada di bawah tekanan penurunan yang lebih besar. Jika kerusuhan saat ini terus berlanjut, kami akan mengharapkan penurunan lebih lanjut dalam harga rumah sebesar 5-10% hingga akhir tahun ini," beber Alva To.

Di kuartal ketiga, Pasar investasi properti sementara mencatat 30 transaksi besar seniai $ 100 juta atau lebih, menurun 55% dari kuartal ke kuartal. Itu juga jumlah transaksi besar sejak penerapan bea materai ganda pada kuartal ketiga 2013. Total nilai transaksi untuk kuartal tersebut adalah HK $ 10,6 miliar, yang merupakan penurunan cukup besar dari kuartal sebelumnya HK $ 34,4 miliar.

Sementara pada kuartal kedua, rumah mewah masih menyumbang bagian terbesar dari perdagangan residensial, mencapai 47%. Namun, omset gedung perkantoran menurun secara signifikan, dengan jumlah turun 87% dan 97% kuartal ke kuartal. Kinerja properti industri di kuartal ini mirip dengan kuartal sebelumnya. Sedangkan Tanah dan hotel meningkat dari kuartal sebelumnya. Transaksi utama pada kuartal ini termasuk menara apartemen berlayanan di 111 High Street, Sai Ying Pun dan situs perumahan di Tuen Mun (TMTL 549). Volume transaksi massal meningkat dari 0,8 Miliar dollar Hongkong pada kuartal sebelumnya menjadi 2,1 miliar dolar Hong Kong pada kuartal ini.

"Dampak dari situasi politik saat ini dalam beberapa bulan terakhir telah mempengaruhi pergerakan harga dan sewa properti investasi di Hong Kong. Ini telah membuat investor lokal cenderung menunggu dan melihat. Investor daratan juga mengalami depresiasi terhadap Renminbi sehingga dalam kondisi sepi, namun pengguna akhir hanya berpartisipasi dalam penjualan rumah mewah. Adapun dana, bagi mereka, syarat utama untuk perjanjian penjaminan emisi tergantung bagaimana situasi saat ini di Hong Kong akan berubah. Itu hanya akan terjadi ketika ketidakpastian menghilang dan kepercayaan pasar kembali naik, peningkatan di pasar investasi jika faktor diatas terjadi, namun, mengingat sentimen pasar saat ini, volume transaksi di kuartal diperkirakan akan turun lebih dalam lagi," ungkap Tom Ko, Direktur Eksekutif Cushman & Wakefield, Capital Markets di Hong Kong.


Loading...
BERITA LAINNYA
Dapper Labs Luncurkan Blockchain Baru ‘Flow”
Selasa, 17 September 2019 | 11:53
Gugatan Hukum Terus Menerus Ditujukan kepada elumeo SE
Selasa, 17 September 2019 | 11:51
BERIKAN KOMENTAR
Top