Kabut Asap, Dumai Horor di Pagi Hari

Selasa, 03 September 2019 | 14:37
riaugreen.com
Suasana di Jalan Sudirman, Dumai, Riau, Pagi Hari, Senin (02/09/2019). Tampak Kabut Asap mulai menutup jarak pandang
DUMAI, RIAUGREEN.COM - Damo selalu bangun di subuh hari untuk memulai segala aktivitas, seperti biasanya setelah selesai solat dia lansung membuka jendela dan pintu agar udara di pagi hari masuk ke rumah.

Namun sudah beberapa hari belakangan, Bapak dua anak ini mulai gelisah, Ia merasa cemas ketika melihat dua putra-putrinya tersebut bangun untuk siap-siap pergi sekolah, pasalnya sudah beberapa hari ini Kota Dumai Provinsi Riau diselimuti kabut asap tebal di pagi hari, kecemasannya beralasan karena anak-anak yang nota banenya generasi emas bagi Indonesia ini harus menghirup udara 'Tak Sehat' yang tentunya membahayakan kesehatan bagi mereka.

Pantauan riaugreen.com, Kabut asap tebal memamng sudah beberapa hari ini terjadi di Kota Dumai, Provinsi Riau, tak hanya itu, kondisi uadara yang mengkhawatirkan ini terjadi dari pagi hingga malam, dan sejak hari Selasa (03/09/2019) belum ada indikasi untuk berkurang.

Akibat situasi yang mencemaskan ini, beberapa sekolah mengambil inisiatif untuk mengeluarkan kebijakan memulangkan siswa didiknya lebih awal. Seperti yang dijelaskan Sekretaris Pendidikan Kota Dumai Dedi kepada Media, siswa yang dipulangkan adalah siswa SD di bagian Dumai Timur, Dumai Kota, dan daerah Bukit Timah.

Karena Daerahnya paling tebal kabut asap adalah wilayah Dumai Timur. Di sana sebanyak 19 sekolah memulangkan siswanya lebih awal, Sementara untuk Dumai Kota ada 5 sekolah yang memulangkan siswanya. Sementara wilayah Bukit Timah ada satu sekolah.

Damo adalah salah satu dari jutaan orang tua di Riau yang mencemaskan ini, ingatannya kembali pada beberapa tahun silam, Kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh kabupatan dan kota di Provinsi Riau terjadi pada 2014/2015 tahun lalu, dan ini menjadi salah satu insiden yang memprihatinkan. Akibat kabut asap karena pembakaran hutan dan lahan beberapa tahun lalu itu, sekolah diliburkan, bandara ditutup, puluhan ribu warga pun terserang penyakit ISPA (inspkesi saluran pernapasan akut).

"Hendaknya pemerintah daerah dan pusat cepat mengatasi ini, karena Bencana Kabut Asap beberapa tahun lalu jangan sampai terulang, tindak tegas segala yang terlibat, karena kebakaran hutan dan lahan saat ini terjadi dalam skala besar, kita tidak ingin hal ini dapat mengganggu kesehatan anak-anak," harapnya kepada riaugreen.com, Selasa (03/09/2019).

Data terakhir yang dari staf BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna, Indikasi karhutla di Riau hingga Senin pagi ada 150 titik. Paling banyak terdapat di Kabupaten Rokan Hilir 49 titik, kemudian di Pelalawan 30 titik dan Bengkalis 25 titik. Berikutnya di Kepulauan Meranti ada 16 titik, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir, masing-masing 13 titik, Kampar 2 titik dan Kuantan Singingi serta Siak, masing-masing 1 titik.

Sementara Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mengakibatka hampir 22.000 (tepatnya  21.671) warga di Provinsi Riau terjangkit infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Pelaksana Harian Dinas Kesehatan Provinsi Riau Yohanes mengatakan jumlah penderita ISPA tersebut merupakan akumulasi data sejak 1 Januari-25 Agustus 2019. (r1)

Loading...
BERITA LAINNYA
Kabut Asap, Dumai Horor di Pagi Hari
Selasa, 03 September 2019 | 14:37
Penampakan Kota Dikepung Asap Karhutla
Rabu, 28 Agustus 2019 | 11:32
Selain ISPA, Ini Penyakit Akibat Kabut Asap
Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:23
BERIKAN KOMENTAR
Top