• Home
  • Lingkungan
  • Walhi Minta Masyarakat Pantau Proses Hukum PT Inti Benua Perkasa Dumai

Walhi Minta Masyarakat Pantau Proses Hukum PT Inti Benua Perkasa Dumai

Kamis, 08 Agustus 2019 | 09:11
Direktur Eksekutif Walhi Riau, Riko Kurniawan
DUMAI, RIAUGREEN.COM - Tampaknya Polres Dumai tidak main-main mengusut kasus dugaan pembuangan limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) oleh PT Inti Benua Perkasa (IBP). Buktinya, tahap penyelidikan yang dilakukan sudah pada pengujian sample. Proses hukum ini didukung penuh oleh organisasi lingkungan hidup independen, Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia).

Kapolres Dumai AKBP Restika NP, SIK, melalui Kasat Reskrim Dani Andika menginformasikan bahwa pihaknya menunggu hasil laboratorium.

"Masih menunggu labfor Medan," kata Dani singkat saat ditanya kelanjutan proses penyelidikan PT IBP, ketika dikonfirmasi melalui  WhatsApp, Rabu (07/08/19)

Masuknya kasus dugaan pembuangan limbah B3 oleh PT IBP mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Walhi Riau. Menurutnya, ancaman pidana terhadap pencemar lingkungan dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH). Dan, pihak kepolisian sudah sepantasnya masuk ke dalam proses ini.

"Pidana lingkungan untuk perusahaan yang terbukti pencemar lingkungan sebagaimana diatur UU PPLH. Jika kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian, maka masyarakat bertanggungjawab memantau proses hukumnya. Kita apresiasi langkah aparat hukum bergerak cepat," kata Direktur Eksekutif Walhi Riau, Riko Kurniawan saat wartawan meminta tanggapannya melalui telpon sellulernya.

Pantauan di lapangan yang dilakukan oleh salah satu media online, diduga sisa pengelolaan pabrik seperti sisa pembakaran Batu Bara (Buttom dan Fly Ash) dan Spent Bleaching Earth (SBE) ditimbun diluar gudang poll mobil milik PT IBP agar masyarakat sekitar tidak mengetahui hal kotor tersebut.

Parahnya, untuk mengelabui timbunan diduga limbah jenis B3 tersebut, pihak perusahaan mencampur dengan sisa pembakaran cangkang dan ampas sawit menggunakan alat berat agar limbah B3 tidak terlihat. Selain itu juga, di lapangan ada tanaman batang ubi yang sengaja ditanam diduga untuk mengelabui.

Masyarakat sekitar yang dikonfirmasi media ini, mengakui ada penumpukan sisa pengelolaan hasil pembakaran pabrik tapi tidak mengetahui bahwa tumpukan tersebut limbah B3 berbahaya yang bisa mengancam kesehatan masyarakat sekitar.

"Kami tahu ada pembuangan hasil pengolahan pabrik sawit dibelakang ini pak. Namun, kami tidak mengetahui bahwa timbunan itu limbah B3 yang termasuk kategori berbahaya," ungkap seorang warga yang enggan menyebutkan namanya, Kamis (20/06/2019).

"Dibelakang situ ada kolam, sekarang sudah ditimbun sama perusahaan, kita gak tau ditimbun pakai apa, setiap hari kami selalu menghirup aroma tidak sedap," jelasnya. (rul)

Loading...
BERITA LAINNYA
Kabut Asap, Dumai Horor di Pagi Hari
Selasa, 03 September 2019 | 14:37
Penampakan Kota Dikepung Asap Karhutla
Rabu, 28 Agustus 2019 | 11:32
Selain ISPA, Ini Penyakit Akibat Kabut Asap
Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:23
BERIKAN KOMENTAR
Top