• Home
  • Lingkungan
  • Akibat Karhulta, Udara di Wilayah Kampar dan Rohil Mulai Tercemar

Akibat Karhulta, Udara di Wilayah Kampar dan Rohil Mulai Tercemar

Minggu, 21 Juli 2019 | 12:13
ilustrasi
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Tim pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau terus berjibaku memadamkan si jago merah. Karhutla juga sudah berdampak pada kondisi udara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Riau, Edwar Sanger mengatakan, berdasarkan data yang dikumpulkan pada 19 Juli 2019, bahwa kebakaran sudah berdampak pada dua daerah.

Edwar Sanger menjelaskan, dua daerah yang berdampak pada ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) adalah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

"Di Rohil khususnya wilayah Bangko udara tidak sehat levelnya yakni 105. Sementara di Kabupaten Kampar udara tidak sehat berada di Petapahan dengan level 10," kata Edwar, Sabtu (20/7/2019).

Sementara di daerah Kabupaten Bengkalis yakni di Duri Field dan Duri Camp masuk dalam katagori sedang. Begitu juga dengan di Minas Kabupaten Siak, Rumbai, Pekanbaru dan kota Dumai juga level sedang.

Kalau tidak ada kebakaran hutan dan lahan, maka udara di Riau berada di level sehat. Edwar menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan di Riau berada dalam katagori aman sampai level mudah terbakar.

"Kita mengimbau agar jangan membuka lahan dengan cara bakar. Semua pihak harus bersinergi untuk penanggulangan kebakaran," ucap Wakil Komandan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Riau itu. (okz)


Loading...
BERITA LAINNYA
Kabut Asap, Dumai Horor di Pagi Hari
Selasa, 03 September 2019 | 14:37
Penampakan Kota Dikepung Asap Karhutla
Rabu, 28 Agustus 2019 | 11:32
Selain ISPA, Ini Penyakit Akibat Kabut Asap
Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:23
BERIKAN KOMENTAR
Top