• Home
  • Lingkungan
  • PT PKS Keritang Hulu Diduga Kuat kembali Buang Limbah Pabrik ke Sungai

PT PKS Keritang Hulu Diduga Kuat kembali Buang Limbah Pabrik ke Sungai

Minggu, 21 Januari 2018 | 12:20
INHIL, RIAUGREEN.COM - PT. PKS Keritang Hulu diduga kuat kembali membuang limbah pabrik ke aliran sungai warga di Desa Keritang Hulu Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.

Menurut penuturan Yoga warga setempat, limbah pabrik PT. PKS Keritang Hulu tersebut diduga kuat dibuang pada Jumat malam, (19/1/18).

Untuk memastikan informasi tersebut, tim awak media bersama salah seorang warga langsung turun ke lapangan guna melihat kondisi air sungai yang diduga dicemari oleh limbah pabrik PT. PKS Keritang Hulu, Sabtu (20/1/18).

Di lapangan, tim melihat secara langsung kondisi air sungai dan benar saja warna air sungai yang berlokasi di RT 05 Dusun 01 Desa keritang Hulu tersebut berwarna hitam pekat.

Tim pun melakukan penyisiran disekitar lokasi dengan mengikuti aliran sungai dan hasilnya tetap sama, warna air sungai tetap hitam pekat.

Jarak antara rumah warga  dengan sungai berkisar 50 meter sedangkan jarak sungai dengan PT. PKS Keritang Hulu diperkirakan berkisar 200 meter.

Warga disekitar lokasi merasa resah dengan pembuangan limbah tersebut dimana selama ini sungai yang dialiri limbah pabrik PT. PKS Keritang Hulu dimanfaatkan warga untuk kelangsungan hidup sehari-hari.

Tim juga melihat ada beberapa pipa dan mesin sanyo disekitar sungai yang dipergunakan warga untuk menyedot air sungai untuk dialirkan ke rumah-rumah warga demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dilokasi, Tim juga melihat ada tiga orang anak-anak yang sedang bermain disungai. Ketika diwawancarai, anak-anak yang umurnya berkisar 10 tahun tersebut mengatakan bahwa warna air sungai yang terlihat hitam pekat tersebut disebabkan oleh karna adanya limbah.

Kenapa warna airnya hitam begini pak? Tanya tim awak media

"Karna limbah, biasanya jernih," Jawab salah seorang warga yang sedang bermain disungai.

"Kapan warna airnya hitam begini dek?" lanjut tim bertanya.

"Mulai tadi pagi, semalam masih jernih", jawab warga yang lainnya.

Selanjutnya, salah seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi sungai kepada tim menuturkan keresahaannya terkait kondisi air sungai yang diduga dialiri oleh limbah PT. PKS Keritang Hulu.

"Sudah lama kami mengalami hal ini pak, bahkan pabrik itu pernah kami demon setahun yang lalu tapi sampai saat ini masih saja buang limbah di sungai," ujar warga tersebut.

Sementara itu, ketua komisi III DPRD Kabupaten Indragiri Hilir Iwan Taruna ketika diminta tanggapannya bahwa pihaknya akan meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir untuk memberikan tindakan tegas kepada PT. PKS Keritang Hulu jika terbukti melakukan pembuangan limbah secara sembarangan.

"Kita akan meminta pihak BLH untuk menindak tegas perusahaan tersebut jika terbukti membuang limbah sembarangan, karna ini sudah dua kali. Kemarin, BLH pernah memberikan teguran tertulis kepada perusahaan tersebut untuk memperbaiki sistim pembuangan limbahnya, namun belum kita pantau. Jika benar perusahaan itu kembali membuang limbah, maka kita akan menghubungi BLH untuk menindak tegas perusahaan itu", Ujar Iwan Taruna.

Untuk diketahui, PT. PKS Keritang Hulu tersebut pada bulan maret tahun 2017 yang lalu pernah diberikan teguran secara tertulis oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Indragiri Hilir karna terbukti melakukan pelanggaran yakni membuang limbah ke sungai warga yang mutu bakunya tidak memenuhi standar. 

Namun berdasarkan hasil investigasi Tim awak media  sabtu 20/1/18, PT. PKS Keritang Hulu diduga kuat kembali melakukan pencemaran lingkungan yakni membuang limbah sembarangan ke sungai warga. 

Ketika Tim juga mencoba menghubungi manager PT. PKS Keritang Hulu via seluler untuk meminta klarifikasi terkait masalah tersebut, namun tidak berhasil karna sedang tidak aktif.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada pernyataan atau tanggapan resmi dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir. (sandi)

BERITA LAINNYA
KLHK Vs RAPP, Nasib Masyarakat Gambut Dipertaruhkan
Kamis, 21 Desember 2017 | 11:52
BERIKAN KOMENTAR
Top