• Home
  • Lingkungan
  • Kelalaian PT Nagamas Palm Oil di Dumai Tidak Memasang Oil Boom Saat Proses Loading

Kelalaian PT Nagamas Palm Oil di Dumai Tidak Memasang Oil Boom Saat Proses Loading

Sabtu, 29 Juli 2017 | 22:15
DUMAI, RIAUGREEN.COM - Lagi-lagi puluhan ton bahan baku Crud Palm Oil (CPO) setengah jadi jenis Stearin milik perusahaan Nagamas Palm Oil tumpah dan memenuhi laut Kota Dumai. 

Kejadian ini terjadi di Pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai, Jumat (28/7/17) sekitar 03.40 WIB. Hingga pagi menjelang siang permukaan laut Dumai masih dipenuhi minyak Stearin. 

Pantauan di lapangan, perusahaaan PT. Nagamas Palm Oil tidak ada keseriusan untuk membersihkan tumpahan minyak. Perusahan mengambilan minyak tumpah dengan ember dan jaring ikan.

Terlihat pihak perusahaan hanya pasrah dengan kejadian ini dan tidak tampak keseriusan dari perusahaan dalam menangani masalah tumpahan ini. Tampak tim Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai mengambil sampel laut.

Ironisnya, pada saat kejadian tidak nampak adanya pemasangan oil boom. Padahal sesuai aturan, perusahaan industri pengolah minyak sawit harus menyediakan oil boom saat kejadian.

Pemasangan oil boom sendiri dilakukan agar ketika ada insiden tumpahan minyak tidak menyebar kemana-mana. Tapi apa daya, kejadian kedua pada tahun 2017 tidak membuah perusahaan mengambil tindakan.

Sementara Pimpinan PT Nagamas Palm Oil (NPO), David Siburian ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan ada tumpahan di wilayah kerja perusahaan, saat ini terus dilakukan pembersihan agar tidak meluas.

"Saya di lapangan ini, untuk kelengkapan informasi nanti kita lakukan pertemuan sama pihak media," ujar David singkat ketika dihubungi melalui telpon selulernya.

Sebagai data pendukung, minyak tumpah PT Nagamas Palm Oil sepanjang tahun 2017 ada dua kali kejadian. Pada 2016 bulan Juni terjadi tumpahan dan 2015 hingga 2014 sebanyak 3 kali tumpahan.

Pemerintah Setengah Hati Beri Penindakan

Dalam catatan media ini, sepanjang insiden tumpahan minyak hingga menyebabkan pencemaran lingkungan belum ada tindakan tegas dari Pemerintah Kota Dumai melalui dinas terkait.

Terkesan, pemerintah setengah hati memberikan tindakan dengan cara melayangkan surat teguran kepada perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan seperti tumpahan minyak CPO tersebut.

Sebagai contoh, Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai, mengeluarkan surat teguran untuk PT Kreasi Jaya Adhikarya terkait insiden tumpahan palm stearin ke perairan saat transfer ke atas kapal tangker MT Neelambari pada Senin (17/7/2017) lalu.

Pelaksana tugas Kepala DLH Dumai Satrio Wibowo mengatakan teguran untuk perusahaan tersebut bertujuan agar lebih waspada saat proses loading minyak dan mengantisipasi supaya tidak terulang lagi tumpahan tersebut.

"Sudah kita layangkan surat teguran kepada perusahaan agar kejadian tumpahan ini tidak terulang lagi," kata Satrio di Dumai, Selasa (25/7/2017).

Disebutkan, DLH Dumai juga masih menunggu hasil uji sampel tumpahan palm stearin dari penguji laboratorium swasta untuk melihat apakah perairan tercemar atau tidak.

Pemerintah juga akan mempelajari sistem kerjasama dua pihak, antara PT Pelindo I Cabang Dumai sebagai pemilik kawasan dengan perusahaan beroperasi diatas lahan sekitar pelabuhan.

"Seperti apa kerjasama mereka akan kita pelajari agar kejadian ini bisa diantisipasi dan untuk melihat bagaimana komitmen menjaga lingkungan tidak tercemar," sebutnya. (rh)


BERITA LAINNYA
Pelalawan Riau Terbanyak Titik Api
Sabtu, 21 Oktober 2017 | 11:13
Tiga Kabupaten di Riau Masih Terdeteksi Titik Panas
Kamis, 14 September 2017 | 12:08
BERIKAN KOMENTAR
Top