• Home
  • Lingkungan
  • Lalu Lintas Kayu Ilegal Masih Terlihat Keluar dari Desa Bukit Kerikil Bengkalis

Lalu Lintas Kayu Ilegal Masih Terlihat Keluar dari Desa Bukit Kerikil Bengkalis

Senin, 20 Maret 2017 | 20:53
Foto ilustrasi
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Kayu ilegal dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil masih terus keluar melalui desa Bukit Kerikil kecamatan Bukit Batu.

Hal ini diungkap Sahat Mangapul Hutabarat Kepala Laboratorium Kedaulatan Pangan Agrabisnis Kerakyatan Persaudaraan Mitra Tani Nelayan Indonesia (Petani) Propinsi Riau saat dihubungi tribun, Senin (20/3/17).

Menurutnya, Kayu Ilegal keluar melalui  kampung Sidodadi kecamatan Bukit Batu Bengkalis. Melalui Kanal yang ada.

"Mafia Kayu Ilegal Loging sepertinya tidak mengenal takut,  meskipun kemarin Kapolda sudah turun ke Bukit Kerikil,"kata Sahat

Sahat mengatakan, masyarakat kampung Sidodadi kembali mendengar dan melihat kayu Ilegal berasal dari Cagar Biosfer Giam Siak Kecil keluar melalui Kanal di Kampung Sidodadi.  tepatnya pada Sabtu dan Minggu Keamrin.

Kayu tersebut  disembunyikan di Kanal Simpang Mayat dan Kanal Petot. Kemudian kayu tersebut keluar dari daerah Gotex 010 dusun Empat Bukit Kerikil.

"Dari sana kayu tersebut diangkut dengan menggunakan kendaraan melalui jalur darat. Dilihat kondisi kayunya, kalau berat sepuluh ton atau lima belas kubik diangkut dengan Colt Disel. Namun kalau hanya 5 kubik diangkut denga L300,"ungkapnya.

Sampai Senin pagi, kayu sisa yang diangkut tersebut masih berada di Simpang Mayat. "Tadi kita cek kayu sisanya  masih ada di sana," katanya.

Menurut dia, Kayu tersebut kemungkinan sisa dari pembalakan yang diungkap Polres Bengkalis pada bulan Februari lalu. (d'ari)



BERITA LAINNYA
Kebakaran 5 Hektare Di Dumai Berhasil Padam
Kamis, 23 Maret 2017 | 14:45
Tiga Kabupaten di Riau Terpantai 5 Titik Panas
Selasa, 14 Maret 2017 | 14:04
Riau Ditetapkan Status Siaga Darurat Karlahut
Selasa, 24 Januari 2017 | 11:29
Dumai dan Rohul Siaga Darurat Bencana Asap
Sabtu, 21 Januari 2017 | 12:43
Satu Hektare Lahan Milik Suharto di Inhu Terbakar
Kamis, 12 Januari 2017 | 12:59
Predasi Ancam Kelestarian Penyu di Indonesia
Kamis, 12 Januari 2017 | 11:03
BERIKAN KOMENTAR
Top