• Home
  • Lingkungan
  • Duh! Awal Tahun 2017 Sudah 64 Hektar Lahan di Riau Terbakar

Duh! Awal Tahun 2017 Sudah 64 Hektar Lahan di Riau Terbakar

Kamis, 23 Februari 2017 | 13:54
Kebakaran di Rokan Hulu tahun 2017
RIAUGREEN.COM - Awal tahun 2017, setidaknya 64 hektar lahan di beberapa kabupaten di Riau dilumat api. Meski sudah diatasi, kebakaran diprediksi masih terjadi karena Riau sudah masuk musim kemarau kering.
 
Keadaan cuaca seperti ini biasanya dimanfaatkan sekelompok orang merambah dan membakar hutan untuk membuka perkebunan, atau membersihkan lahan yang sudah dikapling guna ditanami sawit.
 
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger, meskipun skalanya masih kecil tapi kebakaran harus ditanggulangi secara dini supaya tidak meluas dan menimbulkan bencana asap seperti tahun 2015.
 
Kebakaran sejak Januari hingga Februari ini, terpantau di Rokan Hulu, Pelalawan, Dumai, Bengkalis, Meranti, Siak dan Kuantan Singingi. Keadaan ini pulalah yang membuat Gubernur Riau menetapkan status siaga.
 
Menurut Edwar, adanya penetapan status tersebut membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan dilakukan sedini mungkin, sehingga bisa menekan.
 
"Ini tugas kita bersama untuk terus memerangi kebakaran hutan dan lahan. Kita akan terus berupaya agar Riau bebas asap," jelasnya, Senin (20/2/2017) petang.
 
Sementara itu, Komandan Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau, Brigadir Jenderal TNI Nurendi mengatakan kawasan yang terbakar terletak di wilayah pesisir.
 
Menurutnya, kondisi di pesisir sulit diprediksi. Pasalnya saat wilayah lain hujan, pesisir malah kering dan rawan terbakar, sehingga menjadi perhatian khusus.
 
"Seperti hari ini, BMKG mendeteksi titik-titik api berada di Kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir dengan luas kebakaran mencapai 20 hektare," sebut Nurendi di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.
 
Selain di Rokan Hilir, kebakaran juga terpantau di Kabupaten Siak. Kedua wilayah tersebut dikategorikan sebagai pesisir Riau, bersama dengan Bengkalis, Meranti, dan Dumai.
 
"Kebakaran di Rokan Hilir dan Siak merupakan contoh bahwa wilayah pesisir Riau perlu perhatian khusus untuk terus diantisipasi Satgas Penanggulangan Karhutla," terangnya.
 
Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi mengatakan curah hujan di bagian pesisir cenderung menurun.
 
"Sesuai prediksi indeks kekeringan, secara umum Februari ini musim kemarau terutama untuk daerah pesisir," jelasnya.
 
Slamet menyebutkan, kemarau diprediksi berlangsung hingga pertenghan Maret mendatang. Sementara memasuki pertengan bulan Maret, cuaca akan kembali memasuki musim hujan dengan puncaknya pada April.
 
"Lalu pada Mei hingga September mendatang akan kembali masuk musim kemarau. Ini yang perlu diwaspadai karena kemarau akan cukup panjang," urainya.
 
Sementara Sekretaris Manggala Agni Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Ihsan Abdillah menyebutkan, kebakaran 20 hektar di Rokan Hilir sudah berlangsung empat hari.
 
"Dugaannya sengaja dibakar, di sana lahannya gambut. Dari udara sangat jelas terlihat adanya kanal-kanal yang sengaja memisahkan antara lahan kosong dan lahan yang telah ditanam sawit," urainya. (frc/roc)
 
Dia menyebut hingga kini pemadaman masih mengandalkan tim darat dan sudah berada di lokasi. Sementara pemadaman melalui udara atau bom air tidak memungkinkan karena lokasinya terlalu jauh. (frc/*).

BERITA LAINNYA
Riau Hari Ini Terdeteksi 27 Titik Api
Jumat, 04 Agustus 2017 | 11:43
Lima Hektar Lahan Terbakar di Meranti
Kamis, 03 Agustus 2017 | 11:08
Enam Kabupaten di Riau Tersebar 16 Titik Api
Jumat, 28 Juli 2017 | 13:34
Satu titik Hotspot Terpantau di Riau
Senin, 03 Juli 2017 | 12:49
BERIKAN KOMENTAR
Top