• Home
  • Kuansing
  • Diprotes Warga, Usaha Galian C Di Desa Tanjung, Hulu Kuantan Hari Ini Langsung Berhenti

Diprotes Warga, Usaha Galian C Di Desa Tanjung, Hulu Kuantan Hari Ini Langsung Berhenti

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 19:00
RiauGreen.com
Foto: Satu unit alat berat sedang mengeruk batu di aliran sungai kuantan di Desa Tanjung, Kecamatan Hulu Kuantan
HULUKUANTAN, RIAUGREEN.COM- Kegiatan tambang pasir dan batu yang berada di Sungai Kuantan, Desa Tanjung, Kecamatan Hulu Kuantan hari ini langsung berhenti beroperasi. Kegiatan tambang ilegal itu berhenti setelah mendapatkan protes dari LSM Suluh Kuansing dan warga sekitar. 

Hal itu dipastikan oleh PJ Kades Tanjung, Aswandi saat dikonfirmasi RiauGreen, Sabtu (31/8/19) sore. 
"Hari ini langsung berhenti, " ujar PJ Kades Tanjung, Aswandi.

Padahal saat LSM Suluh Kuansing berkunjung ke lokasi itu Sabtu pagi, kegiatan tambang itu masih terpantau beroperasi.  

Menurut pengakuan Ketua LSM Suluh Kuansing, Nerdi Wantomes yang turun langsung ke lokasi tambang, menemukan satu unit alat berat jenis eskavator sedang mengambil batu. 

Batu itu lalu diangkut menggunakan mobil dumtruk. Menurut informasi yang dirangkum, kegiatan ini diperkirakan mulai berlangsung sejak empat bulan yang lalu. Namun, sempat berhenti sejenak,  kemudian beroperasi kembali saat ini. 

Berdasarkan pengakuan Aswandi, cerita Nerdi, kegiatan tambang ini tidak memiliki izin resmi dari pemerintahan terkait. Hanya saja, beroperasi berdasarkan kesepakatan beberapa orang perangkat desa, pemangku adat dan tokoh masyarakat setempat. 

Isi kesepakatan yang dibuat pada 21 juli 2019 silam itu ditegaskan bahwasanya, pengelola tambang harus memberikan kontribusi sebesar Rp10 ribu/truk dan lima ribu rupiah untuk jenis mobil pickup L300. Sementara pemilik tanah mendapatkan Rp90 ribu/truk. 

Sedangkan dana retribusi yang dipungut itu akan digunakan sesuai kebutuhan desa yang tidak tercantum dalam APBdes,  dan dilaporkan setiap bulan kepada masyarakat Desa Tanjung melalui papan pengumuman. 

Kendatipun demikian menurut Nerdi, usaha tambang galian C itu bukan bearti bisa dibiarkan. Karena, sampai saat ini usaha tambang itu belum mengantongi izin dari Dinas Pertambangan selaku pihak yang memberikan kewenangan. 

Apapun dalihnya, ucap Nerdi, kegiatan tambang itu harus dihentikan karena tidak mengantongi perizinan yang resmi dari pihak pemerintahan. Jika retribusi telah dipungut dari kegiatan yang ilegal, maka, dicurigai pungutan itu merupakan pungutan liar alias pungli.  (hendri)

Loading...
BERITA LAINNYA
Cegah Ispa, Bupati Mursini Bagikan Masker
Jumat, 13 September 2019 | 16:48
Bupati Kuansing H.Mursini Tinjau Pilkades Serentak
Rabu, 11 September 2019 | 21:22
BERIKAN KOMENTAR
Top