• Home
  • Kuansing
  • LSM : Bu Menteri, Datanglah ke Kuansing, Lihat Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang

LSM : Bu Menteri, Datanglah ke Kuansing, Lihat Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang

Rabu, 14 Agustus 2019 | 19:55
RiauGreen.com
Foto: Alat berat sedang melakukan aktivitas tambang emas ilegal. Usaha tambang diduga milik AB, pengusaha asal Muara lembu
TELUKKUANTAN, RIAUGREEN. COM- Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya diharapkan agar datang ke Kabupaten Kuansing untuk menengok kerusakan lingkungan akibat prilaku tambang ilegal yang semakin marak. 

"Bu menteri, datanglah ke Kuansing.  Tengok negeri kami yang nyaris hancur akibat tambang ilegal, " ucap Ketua LSM Suluh Kuansing, Nerdi Wantomes. 

Harapan itu disampaikan Nerdi ketika melihat kerusakan lingkungan yang cukup parah dibeberapa titik lokasi tambang di Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, hari ini, Rabu (14/8/19).

Dilokasi ini, pelaku tambang menggunakan alat berat jenis escavator sebanyak dua unit. Menurut informasi yang dirangkum RiauGreen, Rabu (14/8/19) siang, pemilik usaha tambang ilegal itu berinisial AB. Ia merupakan pengusaha tambang asal Muara Lembu, Kecamatan Singingi. 

Keterangan itu diperoleh dari salahseorang pekerja dilokasi tersebut. Sebut saja S. Dia bekerja disitu sebagai orang kepercayaan AB. Di lokasi ini ia telah bekerja selama delapan bulan lamanya.

"Saya disini hanya pekerja. Sudah delapan bulan lamanya, ' ujarnya.

Di lokasi Petapahan ini, lahan yang digarap AB seluas lebih kurang 10 hektar. Lahan itu dikontraknya dari salah seorang warga Desa Bukit Pedusunan. 

Dijelaskannya, sebelum lokasi ini digarap, lahan ini dulunya merupakan lahan kebun kelapa sawit. Namun setelah dikontrak AB, lalu kelapa sawit ini ditumbangkan dan dialih fungsikan menjadi lokasi tambang.

Tragisnya lagi, lokasi tambang itu persis berada disamping jalan produksi yang dibangun oleh Pemkab Kuansing setahun yang lalu. Pembangunan jalan ini menggunakan APBD Kuansing. Miliaran rupiah uang Kuansing digelontorkan untuk membangun jalan ini. 

Kini, kondisi jalan samping pertambangan ilegal itu memprihatinkan. Gorong-gorong rusak. Bahkan sudah ada yang ambruk.

Minta Izin Untuk Kuari.

Sementara itu, Kepala Desa Petapahan, Dujan saat dikonfirmasi RiauGreen, Rabu siang membenarkan jika ada terdapat aktivitas tambang diwilayahnya. Namun, selaku kepala desa, ia mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi kegiatan tambang tersebut. 

"Kepala desa itu kan pelayan masyarakat. Bukan penguasa. Selagi masyarakat saya aman-aman saja, ya, tentu saya diam, " kata Dujan. 

Kendatipun AB selaku pemilik tambang sempat memberitahu dirinya selaku kepala desa, namun Dujan tidak pula mempertanyakan apakah tambang itu ada izin atau tidak. 

"Karena bukan kapasitas saya, jadi tak saya tanyakan soal izin, " cerita Dujan. 

Sepengetahuan Dujan,  AB hanya membuka usaha Galian C. Hanya mengambil batu kerikil. "Dulu dia memberitahukan saya akan membuka Kuari (batu dan kerikil, red). Bukan tambang emas," ungkapnya. 

Dujan mengaku tidak pernah sama sekali meninjau kegiatan tambang dilokasi itu. "Sekalipun saya belum pernah ketempat mereka. Jadi saya gak tau mereka itu usaha apa disana. Kalau dulu ceritanya hanya buka kuari, " tutup Dujan.

Sekedar diketahui, usaha penambangan ilegal semakin marak disejumlah wilayah di Kuansing. Dari sekian banyak usaha tambang yang beroperasi saat ini, tak satupun yang telah mengantongi perizinan. Hal ini dipastikan oleh PLT Kadis Perijinan dan Penanaman Modal Pemkab Kuansing, Mardansyah baru-baru ini. 

"Dipastikan seluruh tambang Galian C yang beroperasi diwilayah Kuansing tidak memiliki izin alias ilegal," tegas Mardansyah. (hendri) 


Loading...
BERITA LAINNYA
Bupati Mursini Mendaftar ke PKS Di Menit Terakhir
Sabtu, 19 Oktober 2019 | 01:04
Jika Diminta, Imran Chaniago Siap Dampingi Mursini
Minggu, 13 Oktober 2019 | 18:47
BERIKAN KOMENTAR
Top