• Home
  • Kuansing
  • Sudah Berumur 62 Tahun, Provinsi Riau berkontribusi sebesar 4,79% terhadap perekonomian nasional

Sudah Berumur 62 Tahun, Provinsi Riau berkontribusi sebesar 4,79% terhadap perekonomian nasional

Jumat, 09 Agustus 2019 | 11:06
RiauGreen.com
Foto: Upacara HUT Provinsi Riau di Kabupaten Kuansing

TELUKKUANTAN, RIAUGREEN. COM- Hari ini Provinsi Riau genap berusia 62 Tahun. Sejumlah kabupaten/kota serentak melaksanakan upacara peringatan hari jadi provinsi yang kaya minyak bumi tersebut.

Upacara yang sama juga dilakukan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Upacara dilakukan di lapangan Limuno Telukkuantan tadi pagi, Jumat (9/8/19). Bertindak sebagai Inspektur upacara Sekda Dianto Mampanini.

Dalam sambutanya, Sekda Dianto membacakan amanat Gubernur Riau. Melalui pidato tertulis itu, Gubernur Riau mengklaim pertumbuhan ekonomi saat ini menanjak naik. Bahkan secara spasial, Triwulan I 2019 Provinsi Riau berkontribusi sebesar 4,79% terhadap perekonomian nasional.

Selain mengklaim pertumbuhan ekonomi yang begitu baik, Gubri juga mengharapkan agar masyarakat Riau tetap berpadu dan bersebati, menjaga kekompakan dan strategi bersama dalam mengisi pembangunan secara berkelanjutan.

Sebagaimana yang diungkapkan dalam pepatah Melayu, kata Gubri, "Adat hidup sekampung, sakit senang sama ditampung. Laba rugi sama dihitung, beban dan hutang sama ditanggung".

"Atau dalam pantun lama disebutkan bahwa ; Ketuku batang ketakal, ketiganya keladi miang. Sesuku kita seasal, senenek kita semoyang," kata Gubri.

Menurutnya, ungkapan adat dan pantun lama tersebut secara tegas meminta untuk saling bahu membahu atau bergotong royong dalam membangun Daerah Riau ini.

"Peringatan Hari Jadi ke 62 tahun 2019 ini, merupakan tahun
periode pertama kami sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur
Riau periode 2019-2024, setelah dilantik oleh Presiden RI, Bapak
Ir H. Joko Widodo pada tanggal 20 Februari 2019 lalu," ujar Gubri Syamsuar.

Katanya, amanah ini pun tidak mudah baginya, karena besarnya harapan masyarakat yang dititipkan kepadanya untuk menyelesaikan permasalahan sosial ekonomi masyarakat.

"Namun kami percaya permasalahan ini bisa kita selesaikan dengan dukungan dan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat dan para pemangku kepentingan pembangunan yang ada di Provinsi Riau," harapnya.

Momen HUT Riau ke 62 Tahun ini,  Gubri menyampaikan Visi Gubernur dan Wakil Gubenur Riau Tahun 2019-2024 yakni, "Terwujudnya Riau yang Berdaya Saing, Sejahtera, Bermartabat dan Unggul di Indonesia (Riau Bersatu)".

Sebagai ukuran keberhasilan pencapaian visi tersebut, maka
masing-masing substansi dimaknai dengan berdaya saing.

Kondisi kemampuan daerah yang mapan didukung pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang handal dan lingkungan hidup yang lestari.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau pada Triwulan I Tahun
2019 sebesar 2,88%, lebih baik dibandingkan Triwulan yang
sama di tahun sebelumnya sebesar 2,84%.

Secara spasial, Triwulan I 2019 Provinsi Riau berkontribusi sebesar 4,79% terhadap perekonomian nasional.

Sementara, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Riau tahun 2018 sebesar 72,44, meningkat dibanding tahun 2017 sebesar 71,19. Angka ini meningkat sebesar 0,65 poin atau tumbuh sebesar 0,91 persen dibandingkan tahun 2017.

Pertumbuhan IPM selama 5 tahun terakhir (2014-2018) rata-rata sebesar 0,74%. Persentase penduduk miskin di Provinsi Riau pada September 2018 sebesar 7,21%, mengalami penurunan sebesar 0,20 poin jika dibandingkan dengan September 2017.

Jumlah Angkatan Kerja pada Februari 2019 sebanyak 136,18
juta orang naik sebesar 2,24 juta orang jika dibandingkan
dengan bulan Februari 2018. Sejalan dengan naiknya jumlah
angkatan kerja,

Sementara Tingkat Partsipasi Angkatan Kerja (TPAK)
juga meningkat. TPAK pada Februari 2019 tercatat sebesar
69,32% meningkat 0,12% jika dibandingkan Februari 2018.

Peningkatan TPAK memberikan indikasi adanya potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja yang juga meningkat.

Gejolak harga minyak dunia, dinamika pergolakan perekonomian global serta tidak stabilnya harga pada komoditas andalan Provinsi Riau, seperti Migas, Karet, Kelapa Dalam dan Kelapa Sawit menjadi tantangan pihaknya dalam menjaga kondisi perekonomian di wilayah Provinsi Riau. (hendri) 


Loading...
BERITA LAINNYA
Pacujalur Tepian Narosa 2019 Diikuti 175 Buah Jalur
Selasa, 20 Agustus 2019 | 13:43
Usaha Galian C di Kuansing Dipastikan Tak Berizin
Senin, 12 Agustus 2019 | 21:59
BERIKAN KOMENTAR
Top