• Home
  • Kuansing
  • Ada Skenario Mursini Akan Disandingkan Dengan Adam Sukarmis

Ada Skenario Mursini Akan Disandingkan Dengan Adam Sukarmis

Sabtu, 06 Juli 2019 | 19:45
RiauGreen.com
Foto: Bupati Mursini (Baju putih) dan Mantan Bupati Kuansing, H Sukarmis (baju coklat)

TELUKKUANTAN, RIAUGREEN. COM- Tidak ada yang tak mungkin dalam dunia politik. Lawan bisa jadi kawan. Dan begitu juga sebaliknya.

Gonjang ganjing Pemilukada Kuansing semakin hari semakin hangat dibicarakan. Mursini sebagai bupati incumben ditunggu-tunggu publik dengan siapa gerangan ia akan berpasangan.

Desas-desus Mursini akan berpasangan dengan DR Adam yang merupakan anak kandung mantan Bupati Kuansing, H Sukarmis kian berhembus tajam. Bahkan, menurut informasi yang diterima oleh RiauGreen, Sabtu (6/7/19) pembicaraan untuk menyatukan kekuatan dua tokoh central politik Kuansing itu hampir rampung.

"Mursini -Adam hampir rampung," kata Musliadi, salah seorang tokoh politik Kuansing via WhatsApp, Sabtu siang.

Musliadi mengaku mendapatkan informasi itu dari sumber yang valid. Namun ia tidak menjelaskan dari kubu mana informasi itu ia peroleh. Apakah dari kubu Mursini maupun dari kubu Sukarmis.

"Nanti media asti akan tau juga, " jelas politisi PKB ini.

Meskipun bukan ranahnya mengomentari "rumah tangga" orang lain, Musliadi ingin mencoba menganalisa kekuatan pasangan ini jika memang terjadi duet mereka pada Pilkada 2020 mendatang.

Menurut pria yang kerab disapa Cak Mus ini mengatakan, jika duet Mursini-Adam ini tercipta, tentu saja harus diperhitungkan oleh calon-calon lain.

"Dan tentu nya partai yang belum menentukan sikap akan bepikir dua kali untuk buat poros baru. "Karena bagabung kekuatan pak Sukarmis dengan kekutan patahana," beber Cak Mus.

Dengan demikian, kata dia, Mursini tentu bisa menyatukan birokrasi dan pendukung Golkar dan PPP. Dan lagi pun kalau ini di gabungkan, masyarakat yang dulu terpecah oleh pilkada tentu sekarang begabung.

"Di dalam politik itu biasa. Dulunya berlawanan sekarang berkawan. Saya rasa biasa-biasa saja asalkan kepentingan sama," tuturnya.

Masih menurut Cak Mus, banyak sisi positifnya kalau kedua tokoh ini digabungkan. Menurut perkiraannya, bagi Golkar sendiri tentu menunggu lima tahun lagi untuk jadi orang nomor satu di Kuansing.

"Jedah dulu lah. Itu kalau menang, tapi potensi untuk memenangi pilkada sangat terbuka lebar," ujarnya menganalisa.

Sekedar diketahui, Adam adalah salahsatu putra kandung dari mantan Bupati Kuansing dua periode, H Sukarmis. Ia merupakan anggota DPRD Kuansing yang berhasil meraih gelar doktor diusia muda.

Selama ini, nama Adam memang tidak pernah terdengar dijagokan oleh kubu Golkar Kuansing untuk ikut dalam kontestasi Pilkada. Kubu Golkar lebih menjagokan Andi Putra yang merupakan Ketua DPD Golkar Kuansing untuk bertarung melawan petahana.

Pemilu 2019 kemarin, Golkar masih menjadi partai pemenang di Kuansing. Partai berlambang beringin ini mampu mengantarkan wakilnya duduk di DPRD sebanyak enam kursi.

Dengan kemenangan tersebut, otomatis yang berhak menduduki jabatan Ketua DPRD Kuansing adalah caleg dari partai Golkar

Sedangkan caleg dari partai Golkar yang berhasip memperoleh suara terbanyak adalah Andi Putra.  Dengan demikian, sesuai aturan,  jabatan Ketua DPRD akan kembali dipegang oleh Andi Putra.

Perjalanan karir politik antara Sukarmis dan Mursini sejak sepuluh tahun lalu mengalami pasang surut.  Mereka pernah bersahabat dan pernah juga saling berlawanan. Namun kepiawaian kedua tokoh politik ini untuk meramu politik sama -sama hebat.

Tahun 2005 lalu, dua sekawan ini pernah berpasangan mencalon diri sebagai bupati dan wakil bupati Kuansing. Dan mereka berdua terpilih.

Hubungan keduanya tak berjalan begitu harmonis. Lalu pada Pilkada Kuansing 2009, Mursini menyatakan diri untuk melawan Sukarmis. Saat itu, Mursini berpasangan dengan Gumpita. Sedangkan Sukarmis memilih mantan Sekdanya, Zulkifli sebagai calon wakil bupati.

Pertarungan begitu sengit. Namun akhirnya, kemenangan berada dipihak Sukarmis-Zulkifli. Lalu, pada tahun 2015 lalu, Mursini kembali ikut bertarung melawan kekuatan Sukarmis.

Tapi pada waktu itu, Sukarmis tidak lagi ikut turun langsung mencalonkan diri karena ia tidak diperbolehkan lagi mencalonkan diri. Karena sesuai aturan, calon kepada daerah hanya boleh menjabat dua periode dan tidak dibenarkan lagi mencalonkan diri.

Pada Pilkada 2015 ini, Sukarmis mengusung cucunya, Indra Putra sebagai calon Bupati Kuansing yang berpasangan dengan Komperensi. Sedangkan Mursini memilih H Halim sebagai Wakilnya.

Pada pertarungan 2015 ini, kemenangan berhasil diraih oleh pasangan Mursini-Halim (MH). Pada helat ini pasangan Indra Putra-Komperensi meraih 63.196 suara. Sedangkan pasangan Mursini-Halim memperoleh 63.544 suara. Suara kedua pasangan ini hanya terpaut tipis 348 suara.

Lantas, apakah benar duet Mursini-Adam akan terjadi, hingga berita ini diturunkan kedua kubu belum berhasil dikonfirmasi. (hendri) 


Loading...
BERITA LAINNYA
Menteri Pariwisata Akan Buka Pacujalur 2019
Selasa, 09 Juli 2019 | 21:39
Golkar Bantah Adam Dipasangkan dengan Mursini
Senin, 08 Juli 2019 | 18:39
BERIKAN KOMENTAR
Top