• Home
  • Kuansing
  • PAN, Demokrat, PKB, Nasdem Buat Poros Baru, Mursini Atau Halim Terancam Tak Dapat Dukungan Partai

PAN, Demokrat, PKB, Nasdem Buat Poros Baru, Mursini Atau Halim Terancam Tak Dapat Dukungan Partai

Rabu, 12 Juni 2019 | 09:42
RiauGreen.com
Fpto: Pertemuan saat membuat poros baru.
TELUKKUANTAN, RIAUGREEN. COM - Keinginan empat partai besar, PAN, Nasdem, PKB dan Demokrat  untuk membangun poros baru dalam mengusung kandidat bupati maupun wakil bupati pada Pilkada Kuansing 2020 mendatang sudah mulai dibicarakan. 

Para petinggi partai itu, siang kemarin, Selasa (11/6/19) melakukan pertemuan untuk membicarakan hal tersebut. Dalam pertemuan itu, mereka bersepaham akan mengusung pasangan baru dari beberapa kandidat yang telah mulai bermunculan. 

"Kita ingin Kuansing ini dipimpin lima tahun ke depan oleh orang orang yang betul-betul mempunyai kemampuan untuk merubah ini ke arah yang lebih baik," ucap Ketua PKB Kuansing usai pertemuan kepada RiauGreen menjelaskan. 

Apakah itu nantinya sosok bupati dan wakil bupatinya dari kalangan profesional atau memang dari kalangan politisi, "Sejauh ini yang muncul untuk calon bupati itu ada  Halim, Mursini, Andi Putra, dokter Ukup, Sarianto dan Komperensi," kata Musliadi. 

Pria yang kerab disapa Cak Mus ini menyebutkan pertemuan kemarin itu membuat kesepakatan  membentuk poros baru dalam mencari sosok pemimpin Kuansing yang dibutuhkan oleh masyarakat. 

"Lalu siapa wakilnya? Wakilnya, ya, dari pimpinan-pimpinan partai politik inilah nanti," ujarnya. 

Masing-masing ketua partai dalam pertemuan itu membawa calon wakil masing-masing, "Misalnya, Nasdem mengusung Supriati untuk calon wakil, Demokrat ketuanya juga siap untuk menjadi wakil. Dan saya juga siap karena PKB mendorong saya untuk jadi wakil," terang Cak Mus. 

Nah, sementara Komperensi selaku Ketua PAN Kuansing tidak mau menjadi wakil. "Ia hanya mau menjadi Bupati, maka ia tidak kami masukan sebagai calon wakil tapi sebagai calon bupati, " ujarnya. 

Kedepan, poros yang telah terbentuk ini akan menjalin komunikasi dengan beberapa calon bupati itu. Termasuk dengan DPP nya masing-masing.  Jika dalam dua bulan kedepan tidak juga berhasil membuat kesepahaman dengan calon bupati, maka, masing-masing partai ini mungkin akan memilih berjalan dengan sendiri-sendirinya. 

"Bisa jadi Nasdem bergabung dengan Golkar untuk mengusung Andi Putra, atau Nasdem bergabung dengan PDIP, dan PKB dengan PPP. Atau Demokrat tetap bersama PKB dan PAN. Dan bisa jadi Nasdem, PAN, Demokrat, PKB bersatu mengusung dokter Ukup. Karena semua itu bisa saja terjadi, " kata Cak Mus. 

Tapi, jika dalam dua bulan kedepan poros ini berhasil membuat kesepakatan dengan calon bupati yang akan diusung, maka, salah satu dari kandidat terancam tidak mendapatkan dukungan partai. "Bisa Mursini atau Halim yang tak dapat perahu. Atau mereka kembali berdua maju bersama dengan memakai perahu PDIP dan PPP, " terangnya. 

Konon kabarnya, Golkar, Gerindra dan PKS serta Hanura telah bersepaham untuk mengusung Andi Putra sebagai calon bupati.

Namun hal itu dibantah oleh Ketua Gerindra Kuansing, Jufrizal. Ia menyebutkan sampai saat ini  Gerindra masih menjalin komunikasi dengan siapapun. "Mengenai dukung mendukung itu kita serahkan nanti sama DPP, " tutup Jufrizal. (hendri) 

Loading...
BERITA LAINNYA
Pacujalur Tepian Narosa 2019 Diikuti 175 Buah Jalur
Selasa, 20 Agustus 2019 | 13:43
Usaha Galian C di Kuansing Dipastikan Tak Berizin
Senin, 12 Agustus 2019 | 21:59
Gudang Arsip Milik Pemkab Kuansing Terbakar
Minggu, 11 Agustus 2019 | 19:51
BERIKAN KOMENTAR
Top