• Home
  • Kuansing
  • Dinilai Membingungkan Masyarakat, Wabup Halim Jelaskan Soal Program Bibit Sawit, Serai dan Ubi Kayu

Dinilai Membingungkan Masyarakat, Wabup Halim Jelaskan Soal Program Bibit Sawit, Serai dan Ubi Kayu

Selasa, 11 Juni 2019 | 14:28
RiauGreen.com
Poto: Bupati Mursini dan Wabup Halim (kiri)
TELUKKUANTAN, RIAUGREEN. COM- Pidato Wabup Kuansing, H Halim saat menghadiri halal bi halal di Desa Pulau Rengas, Pangean, Jumat (7/6/19) lalu kini sedang hangat-hangatnya diperbincangkan. 

Wabup Halim menjelaskan soal bibit sawit yang dibagikan kepada masyarakat tahun 2017 lalu terindikasi palsu. Pernyataan tersebut dikutif sejumlah media. Kini pernyataan itu sedang hangat dibicarakan masyarakat. Apa benar bibit itu palsu? 

"Pembuktian tunggu panen, tau tu asli atau tidak. Kalau sekarang belum berbuah jadi belum bisa menentukan dura atau tidak," ujar Halim. 

Dura itu kata dia, batok tebal sebelum dikawinkan. Yang asli dura x pesuvera hasilnya tenera utula bibit unggul.

Terkait pembagian bibit sawit 2017 lalu itu, jelasnya, memang telah dianggarkan dalam APBd 2017, tetapi bibit yang disalurkan tidak sesuai dengan kontrak. "Sehingga saya suruh pulangkan bibit tersebut. Tetapi tidak dilaksanakan oleh dinas terkait sehingga pengadaan bibit tidak berjalan sebagaimana yang direncanakan oleh pemerintahan Mursini-Halim. 

Selanjutnya masalah Ubi kayu. Dirinya mengaku memang menerobos program pemanfaatan lahan-lahan tidur dengan program penanaman ubi kayu. Hal ini tanpa mengenyampingkan program awal yaitu bantuan bibit sawit.

"Setelah kita jajaki dengan studi banding dan penjajakan pemasaran ke RAPP, secara potensi pembudi dayaan sangat prospek. Tetapi jaminan pemasaran hasilnya yang terkendala dengan RAPP, "kata Halim. 

Sehingga program ini ditunda pelaksanaannya. Ini ditandai dengan belum pernahnya program ini masuk dalam APBD. "Tugas kepala daerah itu yang pokok mencari terobosan-terobosan yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya. 

Halim juga menjelaskan soal penanaman serai wangi. "Perlu saudara ketahui program ini saya jalankan dengan dana pribadi. Tidak ada melibatkan dinas atau pemerintah. Sudah hampir Rp1miliar saya gelontorkan dana untuk pengadaan bibit ini, " ucap Ketua PDIP Kuansing ini. 

Bibit itu dibelinya dari Lembang,  Jawa Barat sebanyak 500 ribu batang. Tujuan saya, tanam dulu dan nantinya bisa untuk bibit yang akan dibagikan kemasyarakat yang berminat menanam serai," jelasnya. 

Selain menanam bibit serai ini,  Wabup Halim juga telah membuat penyulingan minyak serai sebanyak dua unit. Dan penyulingan ini sudah mulai produksi. "Jadi dimana yang menyatakan masyarakat bingung. Dan saya tidak ada merugikan masyarakt apalagi pemerintah," tutup  Halim. (hendri) 

Loading...
BERITA LAINNYA
Kompol Razif Jabat Wakapolres Kuansing
Senin, 03 Juni 2019 | 14:37
Kuansing Berduka, Hernalis Meninggal Dunia
Jumat, 31 Mei 2019 | 21:03
BERIKAN KOMENTAR
Top