• Home
  • Kuansing
  • Rizki Erlando Perkenalkan Pacujalur dan Batik Kuansing di Korea Selatan

Rizki Erlando Perkenalkan Pacujalur dan Batik Kuansing di Korea Selatan

Minggu, 14 April 2019 | 12:19
RiauGreen.com
Foto: Rizki Erlando saat berada di Korea Selatan

TELUKKUANTAN, RIAUGREEN.COM - Rizki Erlando terpilih sebagai perwakilan Friendship Program From Indonesia to Jeju. Ini merupakan program yang digagas International Friendship Society.

Frienship Society adalah sebuah organisasi pengembangan kapasitas diri dan masyarakat berskala internasional. Organisasi ini bekerja melalui relawan muda.

Program itu bertujuan menciptakan peluang bagi pemuda untuk ikut berpartisipasi dalam lingkungan dan budaya. Tujuan tersebut diwujudkan melalui kegiatan seputar pengetahuan tradisional, nilai-nilai, dan menghubungkan antar pemuda.

Dengan misi tersebut Rizki Erlando yang akrab disapa Erlan ini juga ikut membawa budaya dari kampung halamannya berupa pacu jalur (long boat). Selain itu,  Erlan juga membawa batik Kuansing Riau kesana.

"Saya sengaja bawa jauh-jauh dari Kuansing ke Korea Selatan, karena rasa bangga saya sama kampung halaman, " kata Erlan kepada RiauGreen.com melalui sambungan telepon,  Ahad (14/4/19).

Selama di Kota Jeju, Korea Selatan,  Erlan belajar budaya dan warisan budaya Korea Selatan serta berbagi makanan trandisonal disana.

Kegiatan utamanya disana adalah volunteering di Jeju Care House, semacam panti jompo dan panti khusus untuk anak disabilitas.

"Termasuk cultural visit ke beberapa tempat sejarah Korea seperti Jeju National Museum, Stone Park, dan Mogwana, salah satu dinasti di Korea, serta melihat pementasan folklore asli Korea," kata aktivis dunia pendidikan ini.

Selain Erlan dari Kuansing Riau, juga ada peserta dari negera lain. "Tapi dari Indonesia hanya ada empat orang, " bebernya.

Erlan mengaku kagum dengan kepedulian pemerintah Korea Selatan terhadap anak penyandang disabilitas. "Hanya saja kegiatan untuk disabilitas ini dilarang memphoto pasien. Disana ada pasien hidup tanpa kaki dan tangan serta tidak bisa mendengar dan melihat. Ada juga gangguan fisik dan mental lainya," kata Erlan.

Oleh pemerintahan Korea, mereka ini dirawat secara maksimal. Kegiatan untuk orang cacat ini sudah dimulai sejak 2002 oleh negara Korea Selatan dan semua digartiskan.

Erlan juga bercerita awal mula dirinya terpilih bergabung dalam organisasi tersebut. Mengenai keikutsertaan dalam kegiatan ini, kata dia, peserta harus memenuhi beberapa persyaratan.

Diantaranya, mengirimkan curriculum vitae (CV), motivation letter, dan membuat esai tentang intercultural. Setelah itu, peserta yang dinyatakan lolos diseleksi kembali ke tahap selanjutnya melalui tes wawancara. Partial fund and fully funded. 

"Yang paling penting serta melampirkan kecakapan bahasa asing," tutup Erlan. (hendri) 


Loading...
BERITA LAINNYA
Pembangunan Jembatan Gunung Toar Telah Dimulai
Selasa, 25 Juni 2019 | 13:55
Kuansing Akan Pilkada 23 September 2020
Senin, 24 Juni 2019 | 19:17
BERIKAN KOMENTAR
Top