• Home
  • Kuansing
  • Menteri Tjahyo Minta Kepala Daerah Jangan Ragu Mencopot Sekda

Menteri Tjahyo Minta Kepala Daerah Jangan Ragu Mencopot Sekda

Kamis, 07 Maret 2019 | 15:02
RiauGreen.com
Foto: Mendagri Tjahyo Kumolo saat memberikan arahan dihadapan kepala daerah se Riau di Pekanbaru
TELUKKUANTAN, RIAUGREEN- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta setiap kepala daerah tidak ragu mencopot jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) yang tidak patuh. Dan begitu juga dengan OPD lainnya sebagai pembantu kepala daerah.

Hal itu diungkapkan Tjahyo, Rabu (6/3/19) dihadapan para kepala daerah se Riau di Pekanbaru. 

Kata Tjahyo,  gubernur atau bupati jika diperlukan mengganti Sekda sekali setahun tidak masalah. "Ganti sekali setahun pun tak ada masalah," tegas Tjahyo.

Tjahyo menegaskan, persoalan ganti mengganti pejabat yang tidak patuh itu merupakan  kewengan kepala daerah.

"Jadi kalau ada Sekda, SKPD, yang tidak patuh pada kepala daerah, ya ganti saja. Enggak masalah. Itu kewenangan  gubernur maupun bupati, " jelas Tjahyo. 

Menteri Tjahyo menambahkan, seorang Sekda itu harus mampu menjabarkan visi-misi dan janji kampanye gubernur atau wakil gubernur dan bupati maupun wakil bupati. Setelahnya disesuaikan dengan DPRD dalam perencanaan program, termasuk anggarannya.

Untuk itu, ujar Tjahyo, sudah seharusnya mereka profesional dalam bekerja. Jika pada akhirnya Sekda tidak mampu bekerja sama dengan kepala daerah, adalah lumrah dilakukan penggantian.

Tjahyo mengharapkan, agar kepala daerah dan bawahannya harus intens melakukan pertemuan. Dan mengkomunikasikan dengan baik. 

"Kalau perlu buat pertemuan seperti  hari ini satu bulan sekali, " harap Tjahyo. 

Dijelaskannya, sistem ketatanegaraan kita ini setiap lima tahun pasti ada proses pemilihan anggota DPRD anggota DPD anggota DPR pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati. Begitupun juga Walikota dan Wakil Walikota. 

Sementara tugas Sekda adalah untuk menjabarkan janji kampanye kepala daerah terpilih.  "Susunlah rencana pembangunan jangka pendek menengah dan jangka panjang. Serta komunikasikan dengan DPRD, " katanya. 

Kata Tjahyo, janji itu hutang politik kepada rakyat yang harus dipertanggung jawabkan. "Makanya setiap bulan perlu pertemuan semacam ini. Berkomunikasi sesama aparatur pemerintah dalam kebijakan seorang Gubernur dan Wakil Gubernur, " ujar Tjahyo menjelaskan. 

Acara kunjungan kerja Mendagri kemarin juga dihadiri oleh Bupati Kuansing, Drs Mursini serta sejumlah OPD, Camat serta Lurah dan Kepala Desa yang berada dijajaran Pemerintahan Kabupaten Kuantan Singingi.  (hendri)


Loading...
BERITA LAINNYA
Mendag RI Tandatangani Prasasti UML Kuansing
Rabu, 20 Maret 2019 | 17:37
Pilkada Kuansing Desember 2020
Selasa, 19 Maret 2019 | 17:32
Wabup Halim Puji Kepintaran Satria Mandala Putra
Minggu, 17 Maret 2019 | 01:29
BERIKAN KOMENTAR
Top