• Home
  • Kuansing
  • Kontraktor Lokal Makin Terjepit, Gabungan Pengusaha Akan Temui Bupati Mursini

Kontraktor Lokal Makin Terjepit, Gabungan Pengusaha Akan Temui Bupati Mursini

Rabu, 13 Februari 2019 | 14:20
RiauGreen.com
Poto: Ketua Aspeknas Kuansing, Amlis dan Sekretris, Harianton
TELUKKUANTAN, RIAUGREEN.COM - Nasib kontraktor daerah yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi semakin terjepit. Pasalnya, bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kontraktor lokal ini semakin berkurang. 

Dengan kondisi seperti ini, mengakibatkan perekonomian mati suri. "Sepertinya kontaktor lokal sudah mati suri, " kata Amlis Ketua Aspeknas Kabupaten Kuansing saat berdiskusi dengan riauGreen.com tadi siang, Rabu (13/2/19)

Yang membuat kondisi itu mati suri, kata Amlis, pemerintah selaku pembina pengusaha lokal tidak ada upayanya untuk memberikan kesempatan kepada kontraktor lokal untuk mengerjakan sejumlah paket proyek yang ditenderkan oleh pemerintah. 

Kebanyakan dari pemenang proyek yang diadakan oleh pemrintah dikerjakan oleh kontraktor luar daerah. "Artinya pemerintah lebih mengutamakan kontraktor luar ketimbang kontraktor dalam daerah sendiri. Kalau begini, kapan ekonomi daerah akan maju, " cetus Amlis

Padahal menurut Amlis, jumlah perusahaan kontraktor lokal di Kuansing jumlahnya tidak terlalu banyak. Diperkirakannya, perusahaan yang masih aktif hingga saat ini tidak lebih dari 100 buah banyaknya. Jika dibandingkan dengan paket proyek yang diadakan oleh pemerintah jauh lebih banyak dari jumlah perusahaan. 

Bahkan dengan jumlah yang sedikit ini, ujar Amlis, masih banyak perusahaan lokal yang tidak mencicipi sama sekali pekerjaan itu. Baik lelang (tender) maupun Penunjukan Langsung (PL). 

Mirisnya kondisi perekonomian yang dialami oleh kontraktor lokal ini, tidak terlepas dari diabaikannya nasib mereka oleh Pemerintah Kuansing. Mestinya kontraktor lokal ini dibina dan diberikan kesempatan oleh pemerintah untuk bersaing dengan kontraktor luar. 

"Seandainya kami pengusaha lokal ini memiliki kekurangan sehingga tidak bisa bersaing dengan perusahaan luar mestinya pemerintah membina kami. Dengan cara itu kami bisa memperbaiki untuk tahun selanjutnya. Bukan serta merta menutup kran bagi kami untuk bersaing, " papar Amlis. 

Tidak tahan dengan kondisi seperti ini, rencananya gabungan pengusaha kontraktor lokal akan menemui Bupati Mursini dalam waktu dekat ini. "Sebagai pelaku usaha tentu kami akan mengadu ke Bupati. Kami ingin audiens. Dari sanalah nanti baru kami tau apakah pemerintah ini masih berniat untuk menumbuh kembangkan pengusaha lokal, " ujarnya. 

Sementara itu, Sekretaris Assosiasi Pengusaha Kontruksi Nasional (Aspeknas), Harianton berharap proyek-proyek infrastruktur atau konstruksi di Kuansing tak melulu didominasi oleh kontaktor luar luar. Dia ingin, para pengusaha konstruksi lokal diutamakan bisa ikut menggarap proyek-proyek infrastruktur yang telah diprogramkan oleh pemerintah. 

"Kalau kami dari Aspeknas,  ingin pengusaha konstruksi lokal makin berperan aktif. Hal ini bisa dijadikan momentum untuk melahirkan pengusaha-pengusaha konstruksi daerah yang bisa berkembang menjadi lebih besar," katanya. 

Dia berharap, setelah pertemuan nanti dengan Bupati Kuansing menghasilkan harapan baru bagi pengusaha lokal. "Kami inginnya semaksimal mungkin dikerjakan oleh pengusaha lokal. Kalau pengusaha lokal tidak mampu, baru diberikan ke luar daerah. Inilah bagian dari cita-cita kita saat memekarkan Kuansing dulu untuk mensejahterakan perekonomian masyarakat lokal, " tutup Harianton. (hendri)

Loading...
BERITA LAINNYA
Mendag RI Tandatangani Prasasti UML Kuansing
Rabu, 20 Maret 2019 | 17:37
Pilkada Kuansing Desember 2020
Selasa, 19 Maret 2019 | 17:32
Wabup Halim Puji Kepintaran Satria Mandala Putra
Minggu, 17 Maret 2019 | 01:29
BERIKAN KOMENTAR
Top