• Home
  • Kuansing
  • Kadis Pariwisata Provinsi Riau Sarankan Tenda Jalur di Ganti Agar Tidak Terkesan Kumuh

Kadis Pariwisata Provinsi Riau Sarankan Tenda Jalur di Ganti Agar Tidak Terkesan Kumuh

Minggu, 10 Februari 2019 | 13:55
RiauGreen.com
Poto: jejeran pondok jalur dengan memakai tenda saat penyelenggaraan even pacujalur
TELUKKUANTAN, RIAUGREEN- Kadis Pariwisata Riau, Fahmizal Usman mengakui bahwa potensi wisata di Kabupaten Kuansing sangat prospek untuk dikembangkan. Dicontohkannya penyelenggaraan pacu jalur yang sudah berusia 115 tahun dan dihadiri puluhan ribu pengunjung menurutnya perlu dikembangkan lagi pengelolaannya.

"Saya melihat di tepian Nerosa sangat banyak tenda berwarna hijau (terpal), seakan-akan kita melihatnya seperti kumuh. Sebaiknya atap pondok tersebut diganti saja dengan yang lebih menarik dan natural misalnya atap dari daun rumbia atau sejenisnya sehingga dapat menghilangkan kesan kumuhnya," saran Fahmizal saat berdialog dengan Bupati Kuansing, Drs Mursini di Pekanbaru kemarin. 

Agar terkelola secara konfrehensif lagi pelaksanaan festival pacu jalur tersebut, dirinya menyarankan Pemkab Kuansing dapat melakukan kerjasama dengan pihak swasta.

"Saya mendengar ada pihak swasta yang ingin membantu pengelolaan penyelenggaraan pacu jalur agar menjadi lebih baik lagi dan menarik wisatawan untuk datang. Saya kira Pemkab Kuansing dapat menjajaki dan bekerjasama dengan pihak swasta untuk itu," saran Fahmizal kembali.

Sementara itu Ahmad Fadli dari Asosiasi yang bergerak di bidang penyelenggara even dan pameran menyarankan, Pemkab Kuansing membuat kalender pariwisata dan  dalam menyelenggarakan sebuah even, harus sudah pasti waktu dan tanggal penyelenggaraan minimal satu tahun sebelum even dilaksanakan. Sehingga calon wisatawan bisa merancang skedul mereka untuk berkunjung menyaksikan pacu jalur.

Karena Kuansing belum ada organisasi di bidang perhotelan dirinya juga menyarankan agar di Kabupaten Kuansing juga harus segera dibentuk organisasi tersebut. Dari organisasi itu  nantinya diminta mereka turut memberikan kontribusi sumbang dan saran kepada Penkab Kuansing untuk penyelenggaraan sebuah even pacu jalur atau kegiatan kepariwisataan lainnya.

Begitu juga dengan Ketua Gempi Riau, Osvian Putra. Dia mengatakan Kuansing selain potensi budaya dan alam, Kuansing juga memiliki potensi wisata sejarah. Dia mengaku sudah beberapa kali membawa wisatawan asal Belanda yang ingin rel keretapi api mulai dari Lubuk Ambacang ke Pekanbaru. 

Wisatawan Belanda tersebut dulunya pernah dipekerjakan sebagai romusa oleh tentara Jepang untuk membangun rel kereta api dari Muaro Sijunjung hingga ke Pekanbaru. 

"Jadi wisatawan Belanda itu ingin melihat langsung bagaimana kondisi rel kereta api itu sekarang karena mereka juga bagian dari sejarah pembuatan rel keretapi tersebut," kata Osvian.

Sementara itu, Sekda Kuansing Dianto Mampanini mengakui agar potensi wisata yang dimiliki Kuansing ini bisa di lihat dan dinikmati oleh wisatawan, memang diperlukan penanganan secara konfrehensif. Saat ini dirinya telah merancang agenda kegiatan wisata yang diberi nama dengan 'semalam di Kuansing'. Ada beberapa varian agenda wisata yang disajikan kepada pengunjung atau wisatawan.

Dimulai dari mengunjungi air terjun Guruh Gemurai di Lubuk Jambi.  Kemudian air terjun tujuh tingkat Batang Koban di Lubuk Ambacang. Lalu kesenian Randai pada malam harinya di kota Teluk Kuantan. Selanjutnya menyaksikan keindahan alam di Desa Pangkalan Indarung di Kecamatan Singingi dan berbagai tempat lainnya akan disajikan kepada para wisatawan.

"Ini sudah pernah kami buat beberapa waktu lalu saat rombongan Sekda Inhil berkunjung ke Kuansing. Kedepan tentunya akan kita kemas menjadi lebih varian lagi sehingga menjadi lebih kompleks dan menarik," ucap Mampani. (hendri)

Loading...
BERITA LAINNYA
Bawaslu Kuansing Belum Temukan Serangan Fajar
Selasa, 16 April 2019 | 23:08
Bupati Mursini: Ayo Lawan Politik Uang
Senin, 15 April 2019 | 16:55
BERIKAN KOMENTAR
Top