• Home
  • Kuansing
  • PPP Bisa Jadi Pemenang Nomor Satu di Kuansing dan Posisi Tiga di Tingkat Nasional, Ini Syaratnya

PPP Bisa Jadi Pemenang Nomor Satu di Kuansing dan Posisi Tiga di Tingkat Nasional, Ini Syaratnya

Minggu, 20 Januari 2019 | 13:36
RiauGreen.com
Poto:Ketua Umum PPP, Ir Romahurmuziy (baju putih tengah) bersama kader PPP Riau
TELUKKUANTAN,  RIAUGREEN. COM- Kedatangan Ir Romahurmuziy ke Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (19/1/19) kemarin,  menjadi 'suplemen' penyemangat bagi kader dan simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kabupaten Kuansing serta seluruh kader di Provinsi Riau umumnya untuk memenangkan partai berlambang kabah itu pada pemilu 2019 ini. 

Ketua DPC PPP Kabupaten Kuansing, Sardiyono mengatakan kehadiran bung Romi-sapaan akrab Romahurmuziy di tengah-tengah kader saat Harlah PPP ke 46 kemarin itu merupakan sebuah motivasi besar bagi kader dan simpatisan untuk bangkit merebut kembali kejayaan PPP yang pernah dirasakan pada beberapa kali pemilu lampau. 

Sardiyono menjelaskan, sejak pemilu 1997 sampai pemilu 2004, PPP memiliki pengalaman tiga besar pemenang pemilu. "Dan insha Allah,  pada pemilu 2019 ini kita targetkan menjadi pemenang, " ujar Sardiyono. 

Sementara itu,  Ketua Umum DPP PPP,  Ir Romahurmuziy meyakini,  jika semua kader dan simpatisan bekerja keras dan memiliki strategi yang terukur, maka, target PPP menjadi pemenang nomor satu di Kabupaten Kuansing bisa diraih. 

"Harapan saya pada Harlah ke 46 ini, PPP bisa menjadi pemenang nomor satu pada pemilu 2019 ini dan sekaligus secara nasional kita bisa kembali pada posisi tiga besar, " ucap Romi usai memberikan pidato politiknya saat Harlah ke 46 di Telukkuantan kemarin. 

Disebutkan Romi,  dalam berbagai survei yang paling mutakhir angka itu terus mengalami kenaikan, "Sehingga dalam waktu tiga bulan kedepan kami meyakini target itu bisa tercapai, " harapnya. 

Dihadapan ratusan kader dan simpatisan,  Romi juga membeberkan kiat-kiat agar kemenangan itu bisa diraih kembali. 
Kata Romi,  ada tiga cara yang harus dilakukan oleh PPP. 

Cara pertama, pertahankan suara yang sudah ada. "Dan kedua,  mengambil kembali suara yang pernah menjadi milik kita pada masa pemilu sebelumnya. Kita tidak menggembosi partai lain,  kita hanya mengambil hak kita lagi. Mereka pernah bersama kita, maka,  akan lebih mudah diajak kembali bersama kita, " kata Romi. 

Cara ketiga, PPP harus bertarung memperebutkan simpati pemilih pemula. Sebab 45 persen pemilih besok berusia 35 tahun kebawah.

"Makanya,  gayanya jangan tua terus. Harus lebih muda. Hari ini semua pemimpin berlomba untuk milenial. Kenapa? Karena 35 tahun kebawah jumlahnya pemilih 45 persen. Dan 35 hingga 60 tahun jumlahnya 40 persen. Lalu 60 tahun keatas hanya 15 persen, " terang Romi. 

Maka dari itu,  kata dia,  mudakan lah diri anda meskipun tidak muda lagi. Karena muda adalah soal pilihan yaitu semangat. "Badan boleh tua tetapi semangat tetap muda, " cetusnya. 

Ditambahkannya,  dalam memperjuangkan cita cita politik nya, PPP senantiasa  memegang prinsip prinsip dasar perjuangan yang sekaligus merupakan  kerangka nilai yang  membingkai  setiap  langkah  segenap jajaran  partai. 
 
Kata Romi,  PPP  dalam  perjuangannya  selalu berupaya   mendasarinya  dengan prinsip Ibadah.  Perjuangan  yang di dasarkan pada prinsip beribadah dalam  arti  yang  seluas luasnya adalah untuk  mencapai keridhoan Allah SWT. 

"Dengan  demikian, kegiatan  berpolitik  seluruh  jajaran partai seyogianya merupakan keterpanggilan untuk beribadah, " tutup Romi. 

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah berusia 46 tahun, sebuah usia yang cukup matang dalam mengarungi perpolitikan Tanah Air. 

Sebagai partai Islam yang didirikan para ulama, PPP akan tetap bersama-sama dan di dalam barisan para ulama untuk izzul Islam wal muslimin. 

Acara harlah kemarin dihadiri oleh seluruh pengurus PPP se Provinsi Riau. Tema yang diusung pada harlah ke 46 ini yakni "Memperkuat izzul Islam wal muslimin untuk Indonesia maju" 

Sebagaimana diketahui, PPP didirikan pada 5 Januari 1973 dan  merupakan gabungan dari empat partai keagamaan, yaitu Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), dan Parmusi. (hendri)

Loading...
BERITA LAINNYA
Mursini Jadi Ketua PPP Provinsi Riau
Kamis, 21 Februari 2019 | 22:09
Dua Langkah Lagi Radio Kuansing Segera Mengudara
Kamis, 21 Februari 2019 | 20:46
Gunung Toar Menuju Sentra Ekonomi Kreatif
Rabu, 13 Februari 2019 | 16:27
BERIKAN KOMENTAR
Top