• Home
  • Kuansing
  • Keken: Berkat Arahan Bupati dan Wakil Bupati Kuansing APBD 2018 Mengalami Surflus

Keken: Berkat Arahan Bupati dan Wakil Bupati Kuansing APBD 2018 Mengalami Surflus

Rabu, 02 Januari 2019 | 14:19
RiauGreen.com
Poto: Kepala BPKAD Kuansing, Hendra Ap (tengah)

TELUKKUANTAN, RIAUGREEN.COM -  Pengelolaan keuangan Pemkab Kuansing pada tahun 2018 lalu tergolong baik. Pada tahun 2018 lalu APBD Kuansing mengalami surflus.

Hal ini disebabkan karena tekad Kepala Badan Pengelolah Keuangan, Aset dan Daerah (BPKAD) Kuansing, Hendra AP untuk memperketat pengelolaan keuangan daerah. Ternyata hasilnya  berbuah manis.

"Alhamdulillah. Kuasing pada tahun 2018 ini, APBD mengalami surplus. Artinya, pendapatan lebih besar dari belanja daerah," ujar Hendra kepada RiauGreen.com, Rabu ( 2/1/19).

Hendra yang sering disapa Keken ini merincikan, peneriman pada APBD Kuansing 2018 sebesar Rp1,319 triliun lebih. Sementara, belanja daerah sebesar Rp1, 284 triliun lebih. Sehingga ada sisa belanja di kas daerah Rp35,455 miliar lebih.

Sementara dari denda kegiatan terdapat penerimaan sebesar Rp2,428 miliar dan Uang Yang Harus Dikembalikan (UYHD) penerimaan sebesar Rp6,579 miliar lebih.

"Dan total dana yang tersedia di kas daerah di akhir tahun 2018 sebesar Rp43.962.761.810.00," ungkap Keken.

Kondisi baik seperti ini kata dia, diakuinya tidak terlepas dari manjemen pengelolaan keuangan daerah Kuansing dibawah kepemimpinan Bupati Drs H Mursini MSi dan Wabup H Halim. Karena diakuinya, dari awal tahun, Keken sendiri sudah melihat kondisi keuangan yang akan mengalami defisit.

"Maka, sesuai arahan Pak Bupati dan Wakil Bupati kepada kami di BPKAD selaku pengelola keuangan daerah supaya bisa mengambil langkah-langkah kongkrit untuk mengantisipasi hal tersebut. Dan kita mampu mengatasinya," jelasnya.

Angka defisit, diperkirakan Keken, awalnya Rp140 miliar. Dan atas dukungan DPRD Kuansing yang langsung dikomandoi Ketua DPRD Andi Putra, pihaknya berani mengambil langkah bagaimana bisa menekan belanja daerah dengan melakukan rasionalisasi dan mencoba meningkatan penerimaan.

"Dari angka Rp140 miliar tersebut secara berangsur bisa ditekan menjadi Rp80 miliar. Dan ini dapat ditutupi dari rasionalisasi berbagai kegiatan di masing-masing OPS dan mengoptimalkan penerimaan dari dana bagi hasil pusat maupun provinsi," diungkapnya lagi.

Dan dalam proses perjalanannya, kata Hendra, Sekda selaku Ketua TAPD Kuansing selalu memberikan arahan kepada anggota TAPD serta Bapenda untuk mengenjot pendapatan dan memperketat belanja OPD. Sehingga pengelolaan keuangan daerah bisa diperketat.

"Alhamdulillah, tahun anggaran 2018 ini tidak ada tunda bayar dan hutang-hutang telah selesai dibayarkan. Bahkan kita mengalami surplus. Ini tidak terlepas dari kerjasama yang baik para pemangku kepentingan di Kuansing. Dan tidak lepas dari dukungan dari seluruh staf yang ada di BPKAD Kuansing," ucapnya.(hendri)


Loading...
BERITA LAINNYA
Wabup Halim Hadiri HUT PDIP ke 46 di Jakarta
Jumat, 11 Januari 2019 | 13:33
2019 Disdik Kuansing Peroleh DAK Rp32 Miliar
Rabu, 09 Januari 2019 | 21:33
BPKAD Kuansing Minta OPD Segera Laporkan Aset
Selasa, 08 Januari 2019 | 14:40
BERIKAN KOMENTAR
Top