• Home
  • Kuansing
  • FPI Kuansing Minta Keluarga Asun Minta Maaf Kepada Umat Islam, Jika Tidak Akan di Meja Hijaukan

FPI Kuansing Minta Keluarga Asun Minta Maaf Kepada Umat Islam, Jika Tidak Akan di Meja Hijaukan

Selasa, 11 Desember 2018 | 22:28
RiauGreen.com
Poto: Kuasa Hukum Merri saat meminta pandangan Ketua FPI Kuansing, Ustad Darmawan.

TELUKKUANTAN, RIAUGREEN.COM - Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Kuantan Singingi menyarankan agar keluarga mendiang suami Merri yang telah menguburkan jasad Ikramullah alias Asun secara agama Budha meminta maaf kepada seluruh umat Islam.

Sebab, Asun telah memeluk agama Islam sejak tahun 2005 lalu sampai maut menjemputnya pada bulan Januari 2018 lalu. Kendatipun diketahui telah memeluk agama Islam, namun pihak keluarga Asun tidak mengkebumikan sesuai dengan ajaran Islam. Melainkan dikebumikan menurut ajaran Budha. Menurut FPI, cara-cara seperti itu merupakan penistaan bagi umat Islam.

Bahkan belakangan ini, Merri Okvita (38) yang merupakan istri Asun merasa keberatan jika jasad suaminya itu dikubur dengan cara demikian. Merri meminta kuburan mendiang suaminya itu digali ulang dan disemayamkan sesuai dengan ajaran yang dianutnya.

Ketua FPI Kuansing, Ustadz Darmawan menegaskan jika saat ini para tokoh dan ulama serta laskar FPI sangat geram dengan kejadian ini.

"Kami FPI, meminta keluarga mereka segera minta maaf kepada umat Islam terhadap penistaan yang mereka lakukan," kata Ustadz Darmawan kepada RiauGreen.com, Selasa (11/12/18) malam.

Jika tidak, kata Darmawan, FPI akan membawa perkara tersebut ke meja hijau. "Jangan buat umat Islam marah," ancam Darmawan.

Menurut Darmawan, persoalan seperti ini tidak bisa disepelehkan. Sebab ini masalah agama yang di lindungi oleh undang-undang.

"Jangan sampai gara-gara persoalan ini akan jadi pemicu perpecahan kerukunan umat, hanya karena egoisnya oknum-oknum yang tidak mengerti hukum," ujarnya mengingatkan.

Seperti diberitakan RiauGreen.com sebelumnya, jasad Ikrammullah alias Asun telah dikubur sejak 8 Januari 2018 lalu. Jasad Asun dikubur secara agama Budha di Taman Pemakaman Tionghoa yang terletak di Sei Jering, Kecamatan Kuantan Tengah.

Mestinya, jasad Ikramullah dikuburkan menurut ajaran Islam. Dikafankan dan di salatkan. Sebab, suami Merri Ocvita ini ber-KTP Islam.

Menurut pengakuan Merri kemarin,  suaminya itu telah memeluk agama Islam secara sah di Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Kuansing 2005 lalu. Ajaran Islam itu dianutnya hingga maut menjemputnya Januari 2018 lalu.

Merri mengaku, awalnya dirinya tidak merelakan mendiang suaminya itu dikubur secara agama Budha. Namun karena desakan dan tekanan dari pihak keluarga suaminya itu, maka penguburan dilangsungkan secara agama Budha. (hendri)


Loading...
BERITA LAINNYA
Yulizar Jabat Sebagai Plt Camat Kuantan Tengah
Senin, 21 Januari 2019 | 18:14
Mursini Berpeluang Menjadi Ketua DPW PPP Riau
Rabu, 16 Januari 2019 | 22:35
Wabup Halim Hadiri HUT PDIP ke 46 di Jakarta
Jumat, 11 Januari 2019 | 13:33
2019 Disdik Kuansing Peroleh DAK Rp32 Miliar
Rabu, 09 Januari 2019 | 21:33
BPKAD Kuansing Minta OPD Segera Laporkan Aset
Selasa, 08 Januari 2019 | 14:40
BERIKAN KOMENTAR
Top