• Home
  • Kuansing
  • Minta Kuburan Suaminya Dibongkar Ulang, Merri Mengaku Sering Dihantui

Minta Kuburan Suaminya Dibongkar Ulang, Merri Mengaku Sering Dihantui

Selasa, 11 Desember 2018 | 11:44
RiauGreen.com
Poto: Merri.

TELUKKUANTAN, RIAUGREEN.COM - Merri Ocvita (38) tak bisa membendung air matanya. Sesekali isakan tangis terdengar sayu disela sela percakapanya saat berbincang dengan RiauGreen.com pekan lalu.

Sejak suaminya, Ikramullah dikubur 8 Januari 2018 lalu, dirinya sering didatangi didalam mimpi. "Saya sering dihantui, dia (mendiang suaminya,red) datang tiba-tiba," kata Merri.

Merri berpirasat, kedatangan mendiang suaminya secara terus menerus diyakini ada sebuah kehendak yang ingin disampaikannya. "Mungkin rohnya tidak tenang disana. Karena dikubur tidak sesuai dengan ajaran Islam," ungkap Merri.

Ikramullah alias Asun ini, menurut Merri, jelas-jelas memeluk agama Islam. Dan sepengetahuan dirinya, Asun tidak pernah murtad sampai maut menjemputnya. "Kalau dia pindah lagi ke Budha, tolong tunjukin mana buktinya," pinta Merri.

Kini, Merri sangat menyesali keputusan pihak keluarga mendiang suaminya yang telah menguburkan secara agama Budha. Mestinya, harus dikubur menurut ajaran Islam.

"Ini kesalahan patal. Saya minta kuburannya dibongkar ulang. Dan jasadnya dikubur secara Islami. Serta pindahkan kuburannya dari pemakaman Tionghoa itu," desak Merri.

Selagi jasad mendiang suaminya itu tidak dibongkar ulang, Merri mengaku tidak akan tenang. Sehingga saban hari mendiang suaminya itu akan tetap menghantuinya. "Jadi saya ini kurus bukan tak makan. Karena persoalan inilah yang terus menjadi pikiran. Rasa berdosa bagi saya setiap hari. Saya memohon, tolong jasadnya dikubur menurut agama Islam," tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum Merri, Abdi mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuansing. Dalam laporan tersebut, Abdi juga mendesak agar pihak MUI mengeluarkan patwa. Karena menurut FPI, cara-cara seperti itu merupakan penistaan bagi agama Islam.

"Itu sudah bisa dikatakan penistaan. Pelecehan terhadap umat beragama namanya," ungkap Ketua FPI Kuansing, Darmawan.

FPI Kuansing, kata Darmawan, mengaku siap mendampingi Merri apabila patwa MUI sudah dikeluarkan. "Sekarang kami menunggu patwa MUI. Baru kami menentukan langkah selanjutnya," terang Darmawan, Senin (10/12/18) kemarin. (hendri)


Loading...
BERITA LAINNYA
Bawaslu Kuansing Belum Temukan Serangan Fajar
Selasa, 16 April 2019 | 23:08
Bupati Mursini: Ayo Lawan Politik Uang
Senin, 15 April 2019 | 16:55
BERIKAN KOMENTAR
Top