• Home
  • Kuansing
  • Menyulap Tanaman Sayur Menjadi Taman Wisata, Desa Benai Kecil Kini Menjadi Desa Berkembang

Menyulap Tanaman Sayur Menjadi Taman Wisata, Desa Benai Kecil Kini Menjadi Desa Berkembang

Minggu, 09 Desember 2018 | 12:08
RiauGreen.com
Poto: Kades Benai Kecil, Irpan Maulana berpose bersama ketua Poktan dan anggota dengan latar belakang tanaman melon dan labu madu.

BENAI, RIAUGREEN.COM - Terobosan hebat yang dilakukan oleh Pemerintahan Desa Benai Kecil, Kecamatan Benai patut menjadi contoh bagi desa-desa lain yang ada di Kabupaten Kuansing.

Dulunya desa ini bisa dikategorikan desa tertinggal dibidang ekonomi. Kini, desa tersebut bangkit melalui produk holtikultura yang digalakan oleh kelompok tani yang didesa itu bekerja sama dengan pemerintahan desa. Sehingga desa itu telah naik peringkat menjadi desa berkembang dan mandiri.

"Desa Benai Kecil sekarang posisinya desa berkembang dari kategori desa sangat tertinggal, tertinggal,berkembang, maju dan mandiri," ucap Kades Benai Kecil, Irpan Maulana saat dikonfirmasi RiauGreen.com via WhatsApp, Sabtu (8/12/18) kemarin.

Kesusksesan desa itu bukan datang begitu saja. Melalui tangan-tangan petani terampil, nama desa itu kini naik daun. Desa Benai Kecil telah menjadi desa percontohan bagi desa lain dibidang pengembangbiakan tanaman holtikultura. Kelompok Tani "Beken Jaya" yang menjadi ujung tombak pencapaian itu.

"Syukur Alhamdulillah, Gapoktan Beken Jaya jumlah anggota 25 orang pembuka tabir Ilahi," ucap Irpan bersyukur.

Kata Irpan, Kelompok tani ini di ketuai oleh Yunisman merupakan petani terbaik Provinsi Riau pada tahun 2017. Yunisman bersama kelompok taninya telah berhasil membudidayakan tanaman holtikultura tanaman bawang merah, cabe rawit keriting, kol dan tomat. Semua tanaman ini sudah dimulai sejak tahun 2016 lalu.

Tak puas sampai disitu, saat ini penanaman barupun dimulai dengan produk holtikultura lainya seperti, melon, labu madu dan jagung. Semua jenis tanaman itu berhasil tumbuh dengan subur.

Desa Benai Kecil semakin dikenal. Bahkan tanaman sayur itu telah menjelma menjadi taman wisata bagi para pelajar. Wisata Edukasi namanya. Diatas areal seluas lebih kurang setengah hektar itu, pelajar dari tingkat Paud, SD mulai dikenali tanaman holtikultura sejak usia dini.

Tidak hanya dari kalangan pelajar, bahkan masyarakat petani lainya juga kerap mendatangi kebun ini sebagai edukasi budidaya tanaman untuk dikembangkan didaerah mereka masing-masing.

Melihat besarnya potensi ekonomi berkat tanaman holtikultura ini, Pemerintahan Desa Benai Kecil tidak mau berdiam diri. Rencananya pada tahun 2019 mendatang, akan dialokasikan dana desa guna untuk pengembangan budidaya maupun inprstrukturnya. Dari setengah hektar akan dikembangkan menjadi satu hektar untuk tanaman bawang dan cabe.

"Syukur Alhamdulillah, setelah kami pemerintahan desa melaksanakan musyawarah dusun, musyawarah desa dan terakhir Munsrenbang desa hari Kamis malam kemaren, akan dialokasikan dana desa untuk infrastruktur dan telah disepakati untuk program pemberdayaan  masyarakat sesuai permendes nomor 16 tahun 2018 yang akan  kelola oleh Bumdes," papar Irpan.

Dibidang pertanian holtikultura ini, kata Irpan,  disepakati untuk program budi daya tanaman bawang merah seluas satu hektar sebagai inovasi desa dalam rangka meningkatkan PAD desa sehingga perekonomian masyarakat bisa maju dan sejahtera. 

Semoga terobosan yang dilakukan oleh pemerintahan Desa Benai Kecil ini akan menjadi motivasi bagi desa lainya yang ada diwilayah Kabupaten Kuantan Singingi. (hendri)


Loading...
BERITA LAINNYA
Wabup Halim Hadiri HUT PDIP ke 46 di Jakarta
Jumat, 11 Januari 2019 | 13:33
2019 Disdik Kuansing Peroleh DAK Rp32 Miliar
Rabu, 09 Januari 2019 | 21:33
BPKAD Kuansing Minta OPD Segera Laporkan Aset
Selasa, 08 Januari 2019 | 14:40
BERIKAN KOMENTAR
Top