• Home
  • Kuansing
  • Ketua TPF IKKS: Ada Indikasi Permasalahan PT DPN Yang Lebih Krusial, TPF Minta Perpanjangan Waktu Penelusuran

Ketua TPF IKKS: Ada Indikasi Permasalahan PT DPN Yang Lebih Krusial, TPF Minta Perpanjangan Waktu Penelusuran

Senin, 03 Desember 2018 | 17:47
RiauGreen.com
Poto Ketua TPF IKKS, Asnaldi
TELUKKUANTAN, RIAUGREEN.COM - Penelusuran Tim Pencari Fakta (TPF) dugaan isu sara yang dilakukan PT Duta Palma Nusantara (DPN) terhadap sejumlah karyawannya di Kuansing terus berlanjut. TPF hampir merampungkan penelusurannya terhadap kasus tersebut hingga waktu yang ditentukan.

Namun menurut Ketua TPF IKKS, Asnaldi menuturkan, timnya meminta perpanjangan waktu penelusuran karena ada permasalahan lebih besar dan krusial yang ditemukan pihaknya. Temuan tersebut diduga telah menyebabkan kerugian bagi karyawan DPN dan juga merugikan daerah.

"Terhadap isu sara, kami nyaris merampungkan penelusuran. Namun ternyata ada permasalahan yang lebih besar lagi dari isu sara itu.  Makanya kami minta perpanjangan waktu kepada IKKS untuk menemukan sejumlah bukti-bukti dan fakta," ucap Asnaldi saat berbincang tadi pagi, Senin (3/12/18).

Ditanya tentang permasalahan yang dianggap krusial itu, Asnaldi masih enggan merinci, " Belum bisa kami sebutkan. Sebab data dan fakta yang kami kumpulkan, nanti akan kami rekomendasikan kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas," terang Asnaldi.

Sejak sepekan yang lalu, TPF bentukan Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) telah melakukan penelusuran terhadap isu dugaan sara yang terjadi di PT DPN. 

Dugaan isu sara itu mencuat setelah salahseorang anggota DPRD Kuansing, Darmizar memposting status diakun facebooknya yang berbunyi, 
"...sungguh d sayangkan dan mungkin disengaja. sebuah perusahaan yg bernama PT.Dutapalma Nusantara yg memutasikan seluruh imam yg sekali gus guru ngaji anak anak karyawan di mutasikan ketempatlain sektor yg sangat jauh d PT lain. sehingga tk ada lg aktifitas agama di mesjid mesjid d lingkungan pt tersebut. bahkan sholat jumat tk ada lg. bahkan suara ajan tk terdengar lagi. bahkan ironis lagi kalau ada karyawan mau sholat jumat. kata pimpinan kamu di bayar bukan untuk sholat kata salah se orang askep inisial (i) kalaula spt ini terus hancurla agama islam di lingkungan pt tsbt. sementara di sana d bgn patung budha yg besar. gmn tanggapan anda..," tulis Darmizar.

Lalu, menyikapi isu yang berkembang terkait dugaan sara yang dilakukan oleh PT Duta Palma belakangan itu, IKKS Pekanbaru langsung menggelar rapat terkait persoalan tersebut.

Rapat dilakukan pada hari selasa, 27 November 2018 di Hotel Wiz Jalan Sudirman Pekanbaru yang dihadiri oleh Ketua Umum IKKS dr. Taswin Yacob, KDP IKKS  Datuak H. Edyanus Herman Halim, Sekretaris Umum IKKS, Asnaldi, Bendahara Umum, Sadrianto dan pengurus yang lainnya.

IKKS Pekanbaru menilai bahwa isu sara merupakan hal krusial yang harus cepat diselesaikan. Maka IKKS Pekanbaru membentuk tim pencari fakta untuk mencari kebenaran  isu  sara yang diduga dilakukan oleh PT. Duta Palma. Tim pencari fakta ini di komandoi oleh Asnaldi dan sekretaris Rocky Ramadani. Tim pencari fakta yang dibentuk diharapkan bekerja dengan cermat,cepat dan teliti. 

TPF diberikan waktu hingga tanggal 4 Desember dan setelahnya melaporkan temuan yang didapat dilapangan kepada IKKS. (hendri)

Loading...
BERITA LAINNYA
Janji Wabup Kuansing Diabaikan Bappeda
Kamis, 13 Desember 2018 | 10:20
Staf Ahli Bupati Kuansing, Eriswan Meninggal Dunia
Senin, 10 Desember 2018 | 14:04
BERIKAN KOMENTAR
Top