• Home
  • Kuansing
  • Banyaknya Nama Wajib Pajak Ganda Menjadi Penyebab Minimnya PAD Kuansing

Banyaknya Nama Wajib Pajak Ganda Menjadi Penyebab Minimnya PAD Kuansing

Kamis, 15 November 2018 | 08:51
RiauGreen.com
Poto ekspos Bapenda Kuansing mengenai persoalan wajib pajak
TELUKKUANTAN, RIAUGREEN.COM - Penerimanaan pendapatan Kabupaten Kuansing yang berasal dari setoran Pajak Bumi dan Bangungan (PBB) belum mencapai target. Karena masih ada beberapa persoalan yang perlu dibenahi.

Diantara persoalan tersebut, Kepala Bapenda Kuansing, Jafrinaldi saat berbincang dengan RiauGreen.com, Selasa (13/11/18) lalu mengakui jika pihaknya mulai mengurai satu persatu permasalahan itu agar dicarikan solusinya bersama pihak terkait. Sehingga penerimaan pendapatan daerah dari PBB ini kedepannya bisa maksimal dan sesuai dengan aturan.

Dikatakannya, persoalan yang cukup krusial saat ini banyaknya nama Wajib Pajak (WP) ganda. Kata Jafrinaldi, secara umum, sejak Bapenda membuka layanan pembayaran pajak pada hari libur Sabtu dan Minggu di Taman Jalur, setidaknya sudah terkumpul sekitar Rp 300 juta. "Itu baru berlangsung satu bulan lebih," jelasnya.

Namun disebalik itu ada persoalan yang membuat enggan wajib pajak menunaikan kewajiban karena banyaknya nama wajib pajak ganda.

"Misalnya ada warga yang menjual lahan keorang lain. Pemilik baru sudah dikenakan PBB. Sementara data PBB pemilik lama belum dicabut, sehingga tagihan datang ke pemilik lahan yang baru dan yang lama," ucap Jafrinaldi mencontohkan.

Untuk menertibakan hal yang semacam itu, kata dia, perlu ada regulasi dan kepastian hukum sehingga tidak menjadi persoalan ditengah-tengah masyarakat. 

Minta Pendampingan Hukum

Untuk memaksimalkan penerimaan pendapatan dari sumber pajak bumi dan bangunan ini, Bapenda Kuansing akan menjalin kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi. 

Setelah MoU antara Bapenda dan Kejari terlaksana, Kejari Kuansing akan bergerak bersama pemerintah untuk mengejar wajib pajak besar yang tidak taat pajak. Sehingga, apa yang menjadi kewajiban dari wajib pajak terlaksana dan PAD Kuansing meningkat.

Sedangkan solusi mengenai persoalan menyangkut wajib pajak ganda, kedepan wajib pajak bisa langsung mengusulkan perubahan data melalui tim yang telah akan dibentuk, "Dan nantinya akan diputuskan melalui pengadilan," tutup Jafrinaldi. (hendri)

Loading...
BERITA LAINNYA
Janji Wabup Kuansing Diabaikan Bappeda
Kamis, 13 Desember 2018 | 10:20
Staf Ahli Bupati Kuansing, Eriswan Meninggal Dunia
Senin, 10 Desember 2018 | 14:04
BERIKAN KOMENTAR
Top