• Home
  • Kuansing
  • Siapakah Sosok Pemilik Akun Yang Diduga Menghina Bupati Kuansing Itu? Ini Hasil Penelusuran RiauGreen.com

Siapakah Sosok Pemilik Akun Yang Diduga Menghina Bupati Kuansing Itu? Ini Hasil Penelusuran RiauGreen.com

Jumat, 09 November 2018 | 18:42
RiauGreen.com
Poto Wandi yang dalam lingkaran merah, poto ini usai mereka membayar nazar atas kemenangan Mursini menjadi Bupati Kuansing
TELUKKUANTAN, RIAUGREEN.COM - Kuasa hukum Bupati Kuantan Singingi berencana akan melaporkan akun facebook atas nama 'Wandye Juo Nye' ke polisi atas pelanggaran Undang-undang IT elektronik.

Sebab akun tersebut diduga telah menyebar kebencian dan penghinaan terhadap orang nomor satu di Kuansing itu. Postingan yang diunggah Wandye Juo Nye beberapa hari lalu itu ternyata telah membuat Bupati Mursini tersinggung. Bukti postingan itu kini telah berada ditangan kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution. 

Sejak postingan itu diunggah ke publik, lalu netizen bertanya tanya siapakah sosok pemilik akun 'Wandye Juo nye itu? 

Pemilik akun tersebut merupakan salahseorang pemuda tanggung yang berasal dari Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuansing. Pria yang akrab disapa Wandi ini merupakan salahsatu tim sukses yang ikut terlibat langsung dalam memperjuangkan Mursini menjadi Bupati Kuansing pada Pilkada 2015 lalu. 

Perjuangan Wandi tak cukup sampai disitu. Setelah Mursini dinyatakan menang pada pertarungan pemilihan kepala daerah, Wandi kembali berjuang menghadapi panasnya aspal dari teriknya matahari. Wandi harus berjalan kaki tanpa memakai sendal diaspal sepanjang puluhan kilometer. Mulai dari Pangean sampai ke Kota Telukkuantan dengan kepala plontos.

Setapak demi setapak, jalanan aspal dilaluinya bersama beberapa orang rekannya yang lain. Ternyata ini merupakan  nazar mereka, yang harus mereka bayar jika Mursini terpilih menjadi Bupati Kuansing.

"Jadi jalan kaki diatas aspal panas itu merupakan nazar kami jika pak Mursini menang pada Pilkada lalu," ucap Wandi saat berbincang dengan RiauGreen.com menceritakan masa perjuangannya dulu melalui telepon, Jumat (10/11/18).

Menurut ceritanya, sebenarnya dia tidak berharap imbalan jikapun Mursini terpilih menjadi Bupati Kuansing. Yang dia harapkan hanya Bupati Mursini berhasil membawa perubahan di Kuansing sesuai dengan visi dan misi yang diucapkan saat kampanye lalu.

"Itu saja sudah cukup. Dan jika Bupati Mursini berhasil membawa perubahan kamipun juga bahagia rasanya," ucap Wandi.

Kini dirinya hanya bisa berharap agar Bupati Mursini mau menerima maaf atas kelakuannya yang telah menyebabkan bupati tersinggung dengan postingannya lalu. 

"Itu saya akui bersalah. Waktu menulis itu saya terbawa arus emosi melihat bencana banjir yang melanda kampung halaman. Karena saya merasakan bagaimana deritanya warga saat musibah banjir datang," kata Wandi.

Sementara itu, kata Wandi, dimedia sosial facebook dirinya melihat Bupati Kuansing sedang melambaikan tangan saat meninjau warga yang terkena musibah, "Dari situlah emosi saya keluar. Karena melihat postingan itu," ujarnya.

Atas kejadian ini, dirinya sangat menyesal telah mengunggah status yang bernada menghina Bupati Mursini. Dia berharap supaya hal ini akan menjadi pelajaran yang berharga bagi dirinya dan orang lain. "Tak akan saya ulangi lagi," tutupnya.

Loading...
Sekedar diketahui, beberapa hari lalu sebuah akun facebook atas nama 'Wandye Juo Nye' menulis postingan yang diduga telah menghina Bupati Kuansing. Dalam postingan itu, Wandye Juo Nye menyamakan Bupati Kuansing dengan sebutan Babi.

"Banso babi juo Bupati Kuansing go, tak mampu mundur jolah. Dari masyarakat ken demo suak. Poruik lapar tak bisa kenyang dek tangan melambai-lambai atau tinjau meninjau jo mbok," demikian bunyi status yang ditulis akun 'Wandye Juo Nye'. (hendri)

Loading...
BERITA LAINNYA
Bantuan PKH Untuk Kuansing Berkurang
Kamis, 15 November 2018 | 16:21
BERIKAN KOMENTAR
Top