• Home
  • Kuansing
  • Soal Peti, Komnas HAM Audiensi Dengan Pemkab Kuansing, Ternyata Ini Bahaya Peti

Soal Peti, Komnas HAM Audiensi Dengan Pemkab Kuansing, Ternyata Ini Bahaya Peti

Rabu, 17 Oktober 2018 | 12:11
RiauGreen.com
Poto Dialog Komnas HAM dengan jajaran Pemkab Kuansing
TELUKKUANTAN, RIAUGREEN.COM - Saat ini tengah berlangsung pertemuan antara Komnas HAM RI dengan jajaran Pemerintahan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Tujuan Komnas HAM datang ke Kuansing adalah silaturahmi kepada Pemkab Kuansing. Selain itu juga untuk berdiskusi dan dialog terkait masalah Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) yang ada di Kuansing.

Dalam audiensi itu, Komnas HAM ingin tau upaya yang sudah dilakukan pemkab Kuansing dalam menangani Peti dan dampak apa yang ditimbulkan akibat Peti ini.

Menurut Komnas HAM, Johan Effendi, kegiatan Peti ini terjadi dimana-mana dan hampir di seluruh Indonesia. "Namun muara dari kegiatan tersebut berdampak terhadap HAM," kata Johan Effendi.

Karena itu menurut Komnas HAM, mudarat dari kegiatan Peti ini jauh lebih  besar dari pada keuntungan yang didapat.

Johan Effendi menjelaskan, himbauan dampak cacat genetik dari dampak mercury logam berat harus disampaikan terus menerus ke masyarakat. "Saya kira tidak ada orang normal mau keturunannya cacat kedepannya," ujar Johan.

Atas pertanyaan Komnas HAM itu, Bupati Kuansing, H Mursini menjelaskan, setakad ini telah banyak upaya yang dilakukan Pemkab Kuansing bersama Forkompimda dalam memberantas Peti. Mulai dari razia, memberikan penyuluhan namun upaya ini belum berhasil sepenuhnya.

"Kadangkala ketika aparat melakukan razia, sudah bocor duluan. Sehingga ketika razia dilakukan tidak ada pelaku yang tertangkap. Karena sudah mendapat informasi bahwa akan ada razia," ucap Mursini.

Oleh karena itu, Bupati Mursini sependapat dengan Komnas HAM, bahwa Peti memberikan dampak mudarat yang tinggi dibandingkan keuntungan yang didapatkan oleh masyarakat. Belum lagi dampak kesehatan karena air sungai tercemar.

Masih kata bupati, dalam memerangi bahaya Peti juga telah dibentuk masyarakat pencinta lingkungan. Dengan cara itu turut memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menghentikan aktivitas Peti.

Senada dengan itu, Kabag Ops Polres Kuansing, Kompol Mahmudin menjelaskan, saat ini sudah banyak razia yang dilakukan polisi, bahkan sudah banyak pelaku Peti yang di penjarakan.

Loading...
Dalam dialog itu, Wakil Bupati Kuansing, H Halim berharap agar Komnas HAM turut mendukung terhadap pemberantasan Peti di Kuansing dan semua pihak baik Pemkab, dan Forkompimda harus satu hati memberantas peti.

"Harus bergerak bersama-sama. Dalam memberantas peti ini tidak akan berhasil kalau jalan sendiri-sendiri," ujar Wabup Halim sembari menyebutkan juga diperlukan penganggaran untuk.memberantas Peti. Karena untuk turun kelapangan itu diperlukan biaya.

Saat ini dialog tengah berlangsung dengan melibatkan seluruh stakholder dan Forkofimda. (hendri)

Loading...
BERITA LAINNYA
Bantuan PKH Untuk Kuansing Berkurang
Kamis, 15 November 2018 | 16:21
BERIKAN KOMENTAR
Top