Diserang Buaya, Remaja di Riau Berhasil Lolos

Jumat, 05 Oktober 2018 | 21:03
Foto ilustrasi
RIAUGREEN.COM - Seorang remaja laki-laki di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau selamat dari terkaman buaya saat mandi di Sungai Batang. Namun, korban menderita luka karena sempat digigit hingga harus mendapat perawatan intensif.

"Korban berhasil selamat, namun kaki bagian paha sebelah kanan harus dijahit akibat gigitan buaya," kata Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Mulyo Hutomo di Pekanbaru, Jumat (5/10/2018).

Dia mengatakan peristiwa yang menimpa korban bernama Ali Suhadi terjadi pada Kamis (4/10/2018) sore, saat remaja itu mandi bersama rekan-rekannya di Sungai. Mandi di sungai merupakan hal yang biasa dilakukan oleh anak-anak di desa itu.

Insiden tersebut berawal ketika korban yang sedang mandi tiba-tiba muncul seekor buaya dan langsung menerkam kaki Ali. Buaya muara itu lantas menggigit korban di bagian paha sebelah kanan.

Korban yang terkejut kemudian mencoba melepaskan diri dari gigitan predator itu. Rekan korban dan warga yang melihat kejadian itu juga berupaya memberikan pertolongan semampu mereka. Beruntung, korban berhasil selamat dari gigitan buaya tersebut.

"Saya akan segera menerjunkan tim guna merelokasi buaya dengan adanya insiden konflik manusia dan buaya tersebut," katanya.

Konflik antara manusia dan predator di Kuansing ini bukanlah yang pertama terjadi. Sebelumnya kejadian serupa terjadi di Rokan Hilir, dan di Kabupaten Kampar. 

"Kami sedang menginventarisasi kenapa buaya akhir- akhir ini marah dan menyerang manusia. Ada indikasi mengalami tekanan karena sungai tercemar logam berat," katanya.

Selain dugaan karena pencemaran logam berat di aliran sungai, BBKSDA Riau juga mengidentifikasi ada penangkapan ikan di aliran sungai menggunakan alat tangkap setrum. Hal tersebut diduga kuat menjadi penyebab satwa bergigi tajam itu terganggu.

Loading...
"Kami sudah turun ke lokasi untuk mempelajari sejumlah kasus yang terjadi. Kami berkomunikasi dengan aparat kecamatan dan desa agar langkah yang kita lakukan terintegrasi, mengingat buaya tersebut memang berada di habitatnya," paparnya.

Khusus kejadian terakhir di Kuansing, dia menjelaskan timnya telah berkoordinasi dengan aparat desa untuk melakukan observasi sebagai langkah awal untuk penyelidikan konflik tersebut. (inews/rdk)

Loading...
BERITA LAINNYA
Janji Wabup Kuansing Diabaikan Bappeda
Kamis, 13 Desember 2018 | 10:20
Staf Ahli Bupati Kuansing, Eriswan Meninggal Dunia
Senin, 10 Desember 2018 | 14:04
BERIKAN KOMENTAR
Top