• Home
  • Kuansing
  • Jika Memberatkan Keuangan Daerah, Pelaksanaan Festival Musik Jazz International di Kuansing Bagusnya Dikaji Ulang

Jika Memberatkan Keuangan Daerah, Pelaksanaan Festival Musik Jazz International di Kuansing Bagusnya Dikaji Ulang

Selasa, 21 Agustus 2018 | 14:08
RiauGreen.com
Poto ilustrasi musik tradisional
TELUKKUANTAN, RIAUGREEN.COM- Tersiar kabar pelaksanaan festival musik jazz International yang akan digelar saat perlombaan pacujalur tradisional Telukkuantan akhir bulan ini memberatkan keuangan daerah. Sementara saat ini, panitia pacujalur tengah berjibaku mencari sumber dana untuk pelaksanaan kegiatan itu.

Pelaksanaan festival musik jazz International itu dikabarkan akan memakan biaya mencapai ratusan juta rupiah. Jika pelaksanaan ini diberatkan pembiayaannya ke Pemda setempat, warga Kuansing menyarankan pihak panitia untuk mengkaji ulang pelaksanaan kegiatan itu.

Terkait itu, silang pendapat kian bermunculan. Sebagian pihak menilai, dengan dilaksanakannya festival musik jazz International itu, akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mempromosikan budaya pacujalur ke manca negara.

Sebab, menurut kabar yang diterima oleh Sekda Kuansing,  ada lima negara yang akan ikut dalam festival tersebut. "Kabarnya ada lima negara yang akan ikut," ujar Sekda Dianto Mampanini saat berbincang dengan RiauGreen.com, tadi siang, Selasa (21/8/18).

Ditanya mengenai anggaran, Sekda Dianto belum bisa menjelaskan. "Coba tanya ke panitia," saran Dianto.

Hendra AP, Ketua Panitia Seksi Seni saat ditanya tadi siang membenarkan jika festival musik Jazz International itu tengah dibahas.

"Pelaksanaannya tetap. Namun mengenai biayanya nanti akan dibicarakan," jelas Hendra.

Hendra menuturkan, IBF Indonesia yang memotori kegiatan festival itu mengajukan pembiayaan ke panitia sebesar Rp238 juta. Dana sebanyak itu kata dia, akan digunakan untuk sewa sound sistim dan akomodasi peserta dari berbagai negara itu.

Dikatakan pria yang akrab disapa Keken ini merincikan, pengajuan dana untuk pagelaran seni ini sebesar Rp499 juta. Dana itu mereka ajukan untuk dua kegiatan yakni untuk pagelaran pasar seni dan festival musik jazz International.

"Itu jumlah dana yang diajukan mereka untuk dua kegiatan itu," jelas Keken.

Sementara itu, Ketua Umum Pacujalur tradisional Telukkuantan, H Halim saat dikonfirmasi RiauGreen.com tadi siang usai rapat pembahasan kesiapan pacujalur menjelaskan, jika pelaksanaan festival musik jazz itu diberatkan pembiayaannya ke pemerintahan daerah, tentu akan dikaji ulang lagi. Sebab, untuk pendanaan pacujalur saja pihak panitia tengah kelimpungan mencari sumber dana. (hendri)


Loading...
BERITA LAINNYA
Bantuan PKH Untuk Kuansing Berkurang
Kamis, 15 November 2018 | 16:21
BERIKAN KOMENTAR
Top