• Home
  • Kuansing
  • Hutan Lindung Desa Air Buluh dan Bukit Tabandang Ludes Dijarah Pembalak.
(bagian 3)

Hutan Lindung Desa Air Buluh dan Bukit Tabandang Ludes Dijarah Pembalak.

Kamis, 19 Juli 2018 | 12:19
Hendrianto
Poto Kayu Yang Ditebang Pembalak dalam kawasan hutan lindung.
TELUKKUANTAN, RIAUGREEN.COM- Penjarahan kayu didalam kawasan hutan lindung diwilayah Kuansing tidak hanya terjadi di areal hutan lindung Air Buluh. Tetapi hutan lindung dikawasan Bukit Tabandang Kecamatan Hulu Kuantan juga di telah dijarah.

Modus yang mereka lakukan persis sama dengan pembalakan di areal hutan lindung Air Buluh. Namun pelakunya berbeda. 

Untuk mengambil kayu didalam kawasan Hutan Lindung Bukit Batabuh, pembalak membuka akses jalan baru dari Desa Lubuk Kapiyek, Kabupaten Sinjunjung. Dari desa ini perjalanan lebih kurang 1,5 jam. Jalan tersebut membujur panjang membelah kawasan hutan. 

Sesampainya dikawasan hutan lindung Bukit Tabandang, terlihat jelas bekas tebangan kayu. Dikawasan ini pelaku memakai sistim tebang angkut. Bukan diolah dilokasi. Kayu yang sudah ditebang lalu dibawa ke sejumlah Sawmil yang berada di kawasan Kamang, Batang Kering dan ada juga dikawasan Banjar Tengah.

Maraknya pembalakan liar yang beroperasi didalam kawasan hutan lindung didua tempat ini, Andi Cahyadi selaku anggota DPRD Kuansing mengaku merasa geram. Sebab, aksi para pembalak yang dilakukan oknum masyarakat Sumbar itu tak kunjung bisa dihentikan oleh aparat. 

Mestinya kata Andi Cahyadi, jika pemerintah benar-benar ingin  menyelamatkan kawasan hutan lindung ini, harus secepatnya dilakukan pencegahan. "Nunggu kapan lagi. Sekarang hutan lindung itu nyaris gundul," pinta Aheng sapaan akrabnya.

Sekedar diketahui, aksi pembalakan liar yang terjadi di wilayah hutan lindung Air Buluh, Kecamatan Kuantan Mudik, dan kawasan Hutan Lindung Bukit Tabandang kini semakin merajalela. Pelaku membuka akses jalan menggunakan alat berat. Kayu kayu itu diangkut ke sejumlah Sawmil yang berada di Timpe, dan Kamang Baru.

Hingga saat ini, pembalakan itu terus terjadi. Ratusan kubik kayu gelondongan keluar setiap bulannya. Kayu kayu itu diolah dibeberapa Sawmil tersebut lalu dijual ke Medan dan Pulau Jawa.(hendri)

BERITA LAINNYA
Tujuh Buah Jalur Besok Berebut Jawara
Sabtu, 04 Agustus 2018 | 00:27
BERIKAN KOMENTAR
Top