• Home
  • Kuansing
  • Hutan Lindung di Kawasan Desa Air Buluh Kuansing Habis Dijarah Pembalak, Begini Penelusuran RiauGreen.com
(bagian 1)

Hutan Lindung di Kawasan Desa Air Buluh Kuansing Habis Dijarah Pembalak, Begini Penelusuran RiauGreen.com

Selasa, 17 Juli 2018 | 11:19
Hendrianto

TELUKKUANTAN, RIAUGREEN.COM - Praktek ilegal logging atau pembalakan liar terjadi sejak tiga tahun ini di Kawasan Hutan Lindung Bukit Batabuh,  Desa Air Buluh, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) semakin hari semakin menjadi. Hutan yang tak terlindungi itu kini nyaris gundul.

Kawasan hutan yang berfungsi sebagai kedap air itu kini telah luluh lantak di gasak pelaku ilegal loging. Pelaku Ilog itu menggunakan alat berat. Ratusan kubik kayu pun keluar setiap harinya.

Berikut penelusuran RiauGreen.com.

Tepat sepekan yang lalu, Selasa (10/7/18) sederetan mobil truk pengangkut kayu log melintas di sebuah gang sempit di Desa Timpe, Kabupaten Sinjunjung, Provinsi Sumbar. Mobil mobil truk itu menuju salah satu sawmil yang berada dikawasan tersebut.

Didalam truk tersebut ada beberapa jenis kayu. Ada yang yang sudah diolah, ada juga yang masih utuh. Kayu-kayu ini menurut informasi yang diperoleh, berasal dari kawasan hutan lindung Bukit Batabuh. Atau sudah memasuki kawasan Desa Air Buluh, Kuansing.

RiauGreen.com mencoba menelusuri sesuai dengan petunjuk informasi. Di Timpe VI, ada sebuah jalan membujur panjang membelah kawasan hutan itu. Jalan itu masih tanah merah. Panjangnya nyaris sejauh dua jam perjalanan. Melintasi perkebunan sawit. Ada tanjakan. Turunan bahkan jurang yang cukup terjal.

Sesampainya diujung jalan, tepatnya disebuah perbukitan, kawasan perkebunan sawit milik masyarakat Desa Air Buluh itu sudah jelas terlihat. Dikawasan hutan itu, RiauGreen.com menemukan sebuah alat berat jenis ekscavator sedang membuka jalan baru. 

Sementara disatu sisi, ditempat itu juga operator Sinso tengah menumbangkan satu persatu kayu yang besarnya nyaris sebesar drum minyak. Setelah tumbang, alat berat yang tadinya membuka jalan baru lalu menderek kayu yang tadinya telah tumbang ke tepi jalan. Di tepi jalan itu, telah berjejer puluhan batang kayu bulat. Ukurannya berpariasi. Mulai dari sebesar drum hingga sebesar ember. 

Kepada RiauGreen.com,operator alat berat, Figo (30) mengaku hanya sebagai orang suruhan. Figo digaji Rp200 ribu perhari. Selain gaji, Figo juga mendapatkan bonus tambahan dari majikan sebesar Rp15 ribu perjam. Kendatipun telah menyadari aktivitas tempatnya bekerja itu telah berada dalam kawasan hutan lindung, pemuda yang mengaku asal Rimbo Bujang, Jambi ini tidak perlu merasa takut. Karena kata dia, majikannya telah mendapatkan restu dari oknum masyarakat Air Buluh untuk mengambil kayu dikawasan hutan lindung tersebut. 

"Jadi tak perlu takut lagi. Itu pesan bos," ucap Figo dengan senyum sumringah. Lalu Siapakah Bos yang disebut Figo. (hendri). 


BERITA LAINNYA
Tujuh Buah Jalur Besok Berebut Jawara
Sabtu, 04 Agustus 2018 | 00:27
BERIKAN KOMENTAR
Top