• Home
  • Kuansing
  • Tabuh Larangan Berbunyi, Rumah Warga Koto Kombu Ludes Terbakar.

Tabuh Larangan Berbunyi, Rumah Warga Koto Kombu Ludes Terbakar.

Senin, 25 Juni 2018 | 20:07
Hendrianto
Rumah warga koto kombu yang terbakar sore tadi
TELUKKUANTAN, RIAUGREEN.COM- Warga di tiga desa sore tadi berhamburan ketika mendengar suara tabuh (beduk) larangan berbunyi lantang. Itu pertanda ada musibah yang terjadi.

Masyarakat ditiga desa, Desa Koto Kombu, Desa Lubuk Ambacang dan Desa Sampurago menyebutnya "Tabuh Larangan". Tabuh itu khusus diletakan di balai adat Desa Koto Kombu.

Tabuh ini dibunyikan hanya waktu-waktu tertentu. Misalnya, jika ada orang meninggal dunia, memasuki 1 Syawal dan jika ada musibah besar. Tadi sore, Tabuh Larangan itu berbunyi. Warga sontak berhamburan. Ternyata rumah milik salah seorang warga Koto Kombu, Harmaini (40) terbakar.

Rumah itu terbakar disaat istri korban tengah memasak didapur. Sedangkan anak perempuannya sedang tidur ditengah-tengah rumah. Tak lama kemudian, istri korban mendengar ada suara letupan kecil dari tengah rumah.

Istri korban, Depi (30) lalu menecek asal bunyi itu. Alangkah terkejutnya dirinya melihat api sudah menjalar kesisi bangunan. Diduga api berasal dari sambungan listrik. "Dan suara letupan itu berasal dari tv yang meledak," ucap Harmaini yang akrab disapa Tendut ini.

Sedangkan anak korban yang tengah tertidur terbangun dan langsung berlarian keluar rumah. Hanya berselang sekitar 10 menit saja api sudah menghanguskan seluruh bangunan rumah. 

Warga hanya bisa membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun karena rumah tersebut terbuat dari kayu, sehingga api terlalu cepat merambat. Dan rumah itu tidak bisa diselamatkan. 

Selain rumah, seluruh harta benda milik korban tidak ada yang bisa diselamatkan. "KTP, Ijazah, Surat Nikah, akte kelahiran semua ludes," ucap Tendut.

Korban Menumpang Rumah Sanak Saudara.

Saat ini korban bersama keluarganya menumpang tinggal dirumah sanak saudara yang berada di desa itu. Rumah kayu itu merupakan rumah satu-satu peninggalan orang tuanya selama ini. Rumah itu ditempatinya sejak ia menikah 11 tahun lalu. 

Hingga malam ini, puluhan warga terus berdatangan memberikan bantuan alakadarnya, ada yang memberikan bantuan pakaian, sembako dan sejumlah uang. 

Salah seorang tokoh masyarakat Koto Kombu, Hendrianto berharap pemerintahan Kuansing segera memberikan bantuan Rumah Layak Huni (RLH) untuk keluarga korban. Sebab, keluarga yang terkena musibah ini merupakan keluarga yang kurang mampu.

"Baznas Kuansing juga kami mengharapkan peduli. Keluarga korban ini kami rasa layak menerima bantuan Baznas," tuturnya. (hendri)

Loading...
BERITA LAINNYA
Janji Wabup Kuansing Diabaikan Bappeda
Kamis, 13 Desember 2018 | 10:20
Staf Ahli Bupati Kuansing, Eriswan Meninggal Dunia
Senin, 10 Desember 2018 | 14:04
BERIKAN KOMENTAR
Top