• Home
  • Kampar
  • Tim Kukerta Terintegrasi Abdimas Universitas Riau Sediakan Alat Pencuci Tangan Tanpa Sentuh di Desa Petapahan

Tim Kukerta Terintegrasi Abdimas Universitas Riau Sediakan Alat Pencuci Tangan Tanpa Sentuh di Desa Petapahan

Senin, 27 Juli 2020 | 13:46
KAMPAR, RIAUGREEN.COM - Tim Kuliah Kerja Nyata Terintegrasi Abdimas Universitas Riau menyerahkan alat pencuci tangan tanpa sentuh dan beberapa tempat sampah sebagai bagian dari program kegiatan pertama dan kedua Kukerta pada hari Jumat (17/07/2020) yang lalu. Penyerahan dilakukan di Kantor Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Tim Kukerta  beranggotakan 10 orang Mahasiswa/i. Terdiri atas dua orang dari Fakultas Teknik yaitu Mamba Ul Izzi sebagai ketua Tim Kukerta dan Maulana Syahrul Syah serta delapan orang dari Fakultas Hukum yaitu Asri Qhornelis Putri, Atikah Muna, Dewi Isrofah, Luthfialdo Mu'Ayyadi, Maysarah, Muhammad Al Amien Lubis, Salsa Nadila Putri Tanjung dan Syawila Dara Kamila. Tim Kukerta ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Bapak Syaifullah Yophi Ardianto, S.H., M.H. dan Bapak Muhammad A. Rauf, S.H., M.H.

Alat pencuci tangan tanpa sentuh dan beberapa tempat sampah merupakan hasil buatan sendiri oleh Tim Kukerta.

Ide membuat Alat pencuci tangan tanpa sentuh muncul dikarenakan sekarang sedang dalam masa pandemi Covid 19 dan Tim Kukerta berfikir ingin memberikan sumbangsih untuk mencegah penularan Virus Covid 19. Sedangkan ide untuk pembuatan beberapa tempat sampah muncul setelah Tim Kukerta melakukan survei bersama aparatur desa.

"Jadi waktu kami survei ke Desa Petapahan, aparatur dari desa Petapahan mengajak kami berkeliling desa untuk melihat potensi desa. Setelah melihat lihat objek yang sering dikunjungi di desa, terlintas pemikiran bagaimana cara mengatasi sampah-sampah yang ada disana, dan kami pun mengajukan untuk membuat tempat sampah supaya bisa mengurangi sampah yang ada," tangkas Mamba Ul Izzi selaku Ketua Tim Kukerta.

Alat pencuci tangan tanpa sentuh nantinya akan ditempatkan di Kantor Desa Petapahan sedangkan untuk tempat sampah akan ditempatkan di beberapa tempat yaitu tepian sungai, hutan adat, pasar dan tepi jalan yang ramai.

Penyerahan alat pencuci tangan tanpa sentuh diterima oleh Bapak Said Muhammad Faisal, S.H selaku aparatur desa Petapahan.
 
Bapak Said Muhammad Faisal, S. H. Menerima penyerahan hasil program kegiatan oleh Tim Kukerta

"Hasil dari adik-adik ini sangat kreatif karena mampu menyesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh desa. Dengan adanya adik-adik ini, saya jadi teringat apa yang saya kerjakan waktu Kukerta lima tahun silam mengabdi pada desa yang saat itu saya masih memakai almamater biru langit" Ujar Bapak Said Muhammad Faisal, S.H. "Semoga hasil proker dari adik-adik ini selalu dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang ada di desa Petapahan ini dan selalu diingat oleh masyarakat," lanjutnya.

Selain dari program kegiatan yang sudah dijabarkan di Atas, masih ada program kegiatan lain yang masih sedang dalam tahap pengerjaan oleh Tim Kukerta yaitu pembuatan website Desa Petapahan dan pembuatan sensor sabun cuci tangan.

Sebagai penutup, Mamba Ul Izzi selaku ketua Tim Kukerta juga berharap semoga program kegiatan yang dikerjakan oleh Timnya dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Petapahan. (dok)


Loading...
BERITA LAINNYA
DPRD Apresiasi Kinerja Pemkab Kampar
Selasa, 07 Juli 2020 | 12:04
Sekda Kampar: Jangan Gengsi Jadi Petani
Sabtu, 04 Juli 2020 | 16:09
BERIKAN KOMENTAR
Top