• Home
  • Kampar
  • Bupati Kampar: Kepala Daerah Harus Berani Buat Terobosan untuk Tarik Investor

Bupati Kampar: Kepala Daerah Harus Berani Buat Terobosan untuk Tarik Investor

Jumat, 15 November 2019 | 14:03
dsk
BOGOR< RIAUGREEN.COM Bupati Kampar Catur Sugeng mengungkapkan, untuk menarik investor menanamkan investasi di sebuah wilayah maka kepala daerah perlu membuat terobosan. Hal itu yang dia lakukan, mulai dari memangkas birokrasi hingga menjalankan visi misi 3I (industri, investasi dan infrastruktur) yang menjadi gaung di wilayahnya,kata  Bupati Kampar Catur Sugeng Kamis (14/11) di Bogor.

Catur menyampaikan, birokrasi yang mudah membuat investor nyaman berinvestasi di Kampar, belum lagi program 3I yang terus berjalan. Sehingga membuat para investor tertarik untuk menanamkan modalnya di wilayah yang mendapat julukan Serambi Mekah tersebut.

"Memang seperti arahan Pak Presiden bahwa kepala daerah harus berani buat terobosan, inovasi, untuk kemajuan daerah. Tentu dari sisi PAD bagaimana daerah bisa menarik untuk para investor di daerah kita."

"Ini semua harus dibarengi kemudahan fasilitas yang bisa disajikan daerah kepada investor. Alhamdulillah banyak investor yang tertarik ke Kampar, karena visi kita juga dalam 3I. Program yang kami kemas mendapat respons positif dari teman-teman investor," katanya saat berbincang dengan awak media.

Dia menambahkan, regulasi yang ribet dan berbelit kerap membuat investor jenuh, bukan tidak mungkin mereka akhirnya memilih menanamkan investasi di tempat lain.

"Di sini kita menyiapkan regulasinya dan langkah-langkah yang cepat sehingga para investor tidak jenuh menunggu perizinan dan akhirnya tidak hengkang. Upayanya tentu ini juga didasari niat kerja birokrat di Kampar," jelasnya.

Saat ini, kata Catur, yang kerap menjadi hambatan ialah tinjauan rancangan tata ruang wilayah (RTRW) yang kerap berbeda antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah provinsi dan pusat. Hal ini juga kerap membuat investor menjauh.

"Akhir-akhir ini juga investor terkendala tinjauan RTRW, kalau kabupaten sesuai, provinsi dan pusat berbeda. Misal lokasi dibangun perumahan, tahu-tahu itu masuk ke kawasan lindung. Padahal daerah yang paling tahu wilayahnya. Kendala ini yang harus disikapi bersama," terangnya.

*Infrastruktur dan Pariwisata Tingkatkan PAD

Dalam kesempatan itu, Catur juga menyampaikan, saat ini Pemkab Kampar terus menggenjot pembangunan infrastruktur di wilayah itu. Karena, dengan infrastruktur yang baik bakal menambah perekonomian masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kita masih concern ke infrastruktur karena menurut kami itu program yang sangat dibutuhkan masyarakat. Apalagi di daerah, jika infrastruktur baik, maka akan jadi akses yang mudah untuk rakyat dan market berbagai komoditi, petani, perkebunan dan menumbuhkan perekonomian."

"Saat ini hampir seluruh wilayah di Kabupaten Kampar kita bangun jalan dan jembatan. Ada 250 desa dan 21 kecamatan, merata kita bangun, tinggal bebarapa ruas jalan antar kecamatan. Mudah-mudahan sampai 2022 itu selesai.

Selain infrastruktur, sektor pariwisata juga terus mereka genjot. Karena potensi pendapatan dari pariwisata juga bisa meningkatkan PAD.

"Di sisi lain Kampar kaya destinasi alam, yang viral Ulu Kasok, yang disebut Raja Ampatnya Riau, Danau Rusa, Candi Muara Takus dan banyak lagi. Ini juga kita harapkan menjadi penambahan PAD," tuntasnya.(dsk)

Loading...
BERITA LAINNYA
Piala MTQ Diarak Mengitari Kota Bangkinang.
Senin, 02 Desember 2019 | 12:11
Kampar Raih KI Award 2019
Jumat, 29 November 2019 | 13:17
BERIKAN KOMENTAR
Top