• Home
  • Kampar
  • Miris! Puluhan Tahun Jalan 16 Desa di Riau Tak Pernah Diperbaiki

Miris! Puluhan Tahun Jalan 16 Desa di Riau Tak Pernah Diperbaiki

Rabu, 14 November 2018 | 16:38
Merdeka.com/Abdullah Sani
Jalanan berlumpur di Riau 2018
RIAUGREEN.COM - Sejak tahun 1982, sebanyak 16 desa dalam dua kecamatan di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau terisolasi akibat jalan utama sepanjang 14 kilometer yang menghubungkan rusak parah. Ambulans tidak bisa masuk ke desa-desa tersebut untuk menolong warga yang membutuhkan pertolongan.

Yang lebih miris, di desa tersebut tidak ada fasilitas kesehatan seperti puskesmas apalagi rumah sakit. Kondisi jalan semakin hancur jika tiba musim penghujan seperti beberapa hari terakhir ini.

"Saat ini kondisi desa kami sama sekali tidak bisa dilewati. Jika bisa lewat, hanya bisa menggunakan alat berat seperti eskavator bantuan perusahaan," kata Kepala Desa IV Koto Singkai, Sulaiman dikutip dari merdeka.com, Senin (12/11).

Desa IV Koto Singkai merupakan salah satu dari delapan desa yang terisolir akibat jalan berkontur tanah yang rusak parah hingga menjadi seperti bubur tersebut. Desa itu berada di Kecamatan Kampar Kiri. Selain delapan desa di Kecamatan Kampar Kiri, juga terdapat delapan desa lainnya di Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang bergantung pada satu-satunya akses jalan utama tersebut.

Menurut Sulaiman, meski warga desa telah berupaya meminta bantuan kepada pemerintah setempat dan Pemerintah Provinsi Riau untuk segera melakukan pengaspalan jalan tersebut. Namun, berbagai upaya termasuk aksi demonstrasi yang dilakukan berulang kali hingga kini tak kunjung mendapat tanggapan.

Akibat jalan berkontur tanah mineral yang rusak berat itu, Sulaiman mengatakan harga kebutuhan sembilan bahan pokok untuk menopang kebutuhan utama ribuan warga di 16 desa yang terisolasi itu menjadi melonjak.

"Kami tak punya pilihan lain. Karena jika harus keluar itu sangat sulit. Motor, mobil tak bisa masuk. Harus menggunakan alat berat atau mobil truk besar meski tak dijamin bisa melintas," tuturnya.

Sulaiman juga khawatir dengan jaminan kesehatan warganya. Dia mengatakan hingga saat ini tidak ada satupun fasilitas kesehatan seperti Puskesmas maupun Rumah Sakit berdiri di sekitar desa-desa.

Sehingga warganya terpaksa harus keluar dari desa jika ada yang sakit. Sementara kondisi jalan yang tidak bisa dilewati menjadi kekhawatiran tersendiri baginya.

"Ambulans susah masuk, dan susah keluar juga. Kami warga desa juga tidak punya ambulans sendiri. Jadi kami mohon agar pemerintah bisa memperhatikan kami semua di sini. Yang kita butuhkan hanya akses jalan yang baik. Itu saja, tidak lebih," harapnya.

Persoalan jalan rusak di Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu terus mencuat setiap tahun, terutama saat musim penghujan tiba. Sulaiman mengatakan dari total 26 kilometer jalan utama desa tersebut, sebagian memang telah diaspal.

Namun, sepanjang 14 kilometer lainnya masih dalam kondisi tanah yang pada saat musim hujan tiba dengan mudah akan berubah menjadi tanah lunak seperti bubur.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Adi Chandra sebelumnya mengatakan bahwa status sebagian jalan tersebut yang masuk ke dalam kawasan Margasatwa Rimbang Baling menjadi alasan pemerintah tak bisa melakukan pembangunan jalan.

Untuk itu, Adi berharap Gubernur Riau dapat menjembatani persoalan tersebut sehingga ribuan warga di 16 desa itu bisa keluar dari isolasi selama puluhan tahun itu.

Loading...
BERITA LAINNYA
Terduga Wanita Pengedar Sabu Ditangkap Polisi
Senin, 18 Maret 2019 | 12:40
Empat Narapidana Kembali Terciduk Miliki Sabu
Selasa, 05 Maret 2019 | 12:23
Dua Pemuda di Riau Cabuli ABG Berusia 16 Tahun
Sabtu, 02 Maret 2019 | 12:19
Dua Anggota Jaringan Pengedar Dibekuk Polisi
Jumat, 22 Februari 2019 | 16:23
BERIKAN KOMENTAR
Top