• Home
  • Inhu
  • Demi Kompetensi, Puluhan Wartawan Inhu Ikuti UKW LPDS

Demi Kompetensi, Puluhan Wartawan Inhu Ikuti UKW LPDS

Sabtu, 06 Juli 2019 | 01:50
foto : Angga
Keterangan foto : Salah Seorang Peserta UKW jenjang Muda, serius mengerjakan soal yang diberikan penguji dari LPDS
INHU, RIAUGREEN.com - Bekerjasama dengan Lembaga Pers Dokter Soetomo (LPDS), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Indragiri Hulu menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW), kegiatan tersebut dilaksanakan pada  4 hingga 6 Juli 2019. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu Berharap dengan adanya UKW ini dapat meningkatkan kualitas wartawan yang bertugas di kabupaten Inhu dalam menyajikan berita dan informasi yang akurat dan berimbang.

Sebanyak 40 wartawan dan wartawati, baik dari media cetak maupun online yang mengikuti UKW akan mengikuti tiga jenjang , yaitu muda, madya, dan utama. Berbeda dengan tahun sebelumnya, sesuai dengan peraturan Dewan Pers tentang uji kompetensi wartawan, sejak awal tahun 2019 setiap wartawan yang akan mengikuti UKW haruslah menempuh jenjang. Yaitu dengan ketentuan untuk jenjang wartawan muda sudah menjadi peliput minimal satu tahun, untuk peserta madya telah mendapatkan sertifikat UKW muda sekurang kurangnya tiga tahun dan jenjang utama sudah mengantongi sertifikat UKW madya selama lima tahun.

 Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika, Diskominfo  Inhu, Atan, kepada awak media dalam konferensi persnya, Jumat  (5/7/19), mengatakan bahwa Kegiatan UKW yang digelar bersama LPDS ini merupakan bentuk perhatian serius Pemkab Inhu dalam mendukung kebebasan pers  dan mewujudkan wartawan yang independen dan profesional serta akurat dan berimbang dalam menyajikan berita. "Kita mengharapkan ke depannya wartawan dan wartawati yang bertugas di Kabupaten Inhu lebih profesional, akurat, dan berimbang dalam menyajikan berita demi bersama sama membangun Kabupaten Inhu, karena dengan lahirnya wartawan yang profesional tentu akan menjadi pilar bagi pembangunan kabupaten Inhu," terang Atan.

Ketika ditanya soal peserta UKW yang bertugas diluar Kabupaten Inhu, Atan mengatakan bahwa peserta UKW yang bukan reporter di Inhu merupakan pelengkap kuota dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.  Selain itu, Atan juga menyebut bahwa kuota wartawan dan wartawati dari Inhu sudah terpenuhi." Kita sudah melakukan pendataan dan ternyata peserta dari Inhu sendiri sudah terpenuhi, sehingga panitia berinisiatif untuk melengkapai kuota, diikutsertakanlah wartawan dan wartawati yang liputan di luar Inhu seperti Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan," ujarnya.

 Kegiatan uji kompetensi bagi wartawan ini dimulai sejak pukul 09.00 wib pagi tadi, namun hingga malam hari belum juga usai, salah seorang peserta, Andri, mengaku tegang mengikuti UKW ini. Namun, dirinya bertekad lolos demi sebuah kompetensi,"campur aduk rasanya, Bang. Perasaan tegang berhadapan dengan penguji, lelah, namun demi sebuah kompetensi saya harus tetap berjuang karena masih ada tahapan ujian yang dihadapi hingga besok," tutur Andri.

Dalam pelaksanaannya, UKW ini mirip dengan simulasi kegiatan sehari hari yang dilakukan seorang wartawan dalam melakukan tugas jurnalistik. Berdasarkan pantauan Riaugreen.com , di lokasi kegiatan, penguji dari LPDS menciptakan suasana seolah sebenarnya, sama seperti saat seorang wartawan bertugas liputan, wawancara dan konferensi pers. Sehingga, penilaian yang dilakukan oleh penguji sangat objektif sesuai dengan kompetensi peserta.

Disela sela kegiatan, Ketua Komisi Pendataan dan Riset Dewan Pers, sekaligus penguji UKW, Ahmad Djauhar, kepada awak media mengatakan, bahwa pelaksanaan  UKW di Inhu sudah cukup baik. "Cukup bagus, cukup baik. Hanya saja, ketepatan waktu pada umumnya belum menjadi pertimbangan bagi seluruh peserta. Saya berharap, mereka disiplin waktu, Karena kalau hal ini diterapkan, maka akan berpengaruh pada hasil kerja, karena wartawan dibatasi deadline [batas waktu], kalau tidak disiplin waktu, berita sebagus apapun percuma," jelas mantan Ketua Harian SPS pusat tersebut.

Ahmad Djauhar berharap, UKW di Inhu ini benar benar melahirkan wartawan yang profesional. "Saya berharap, UKW ini, benar benar mampu menjadikan wartawan yang profesional dan mematuhi kaidah jurnalistik yang baku, juga menerapkan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam menghasilkan pemberitaan," imbuhnya.(Angga)

 

Loading...
BERITA LAINNYA
ISP Tak Berkutik Dibekuk di Rumah Makan
Kamis, 04 Juli 2019 | 13:51
BERIKAN KOMENTAR
Top