• Home
  • Inhu
  • Tangan Karyawan PT SSK di Inhu Hampir Putus Disambar Piton Sepanjang 7 Meter

Tangan Karyawan PT SSK di Inhu Hampir Putus Disambar Piton Sepanjang 7 Meter

Selasa, 03 Oktober 2017 | 12:56
riauone
Karyawan kebun PT SSK di Desa Danau Rambai, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, menjadi korban keberingasan ular piton sepanjang tujuh meter ini.
INHU, RIAUGREEN.COM Untung tak dapat diraih, bala pun tak dapat ditolak. Robert Nababan yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan kebun PT SSK di Desa Danau Rambai, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, menjadi korban keberingasan ular piton sepanjang tujuh meter.
 
Akibatnya, sejak Sabtu (30/9/2017) pekan lalu hingga Senin (2/10/2017), ayah dua orang anak itu masih terbaring lemas dan dirawat di ruang ICU RSUD Indrasari Pematangreba.
 
Adik korban bernama Anas didampingi Asisten Kebun PT SSK, Ir Torang Simatupang, menuturkan kejadian yang menimpa korban tersebut. Dikatakannya, Robert digigit ular piton sekira pukul 19.00 WIB di kawasan kebun PT SSK, Sabtu (30/9/2017).
 
Kejadiannya berawal dari ajakan tiga orang kawan korban yang kerap menangkap ular. Hanya saja kali itu korban justru diajak untuk menangkap ular piton yang besar dengan panjang tujuh meter, karena rekan korban itu mengaku tidak sanggup melakukannya bertiga saja.
 
Ular piton itu, menurut warga dan Asisten kebun PT SSK Torang Simatupang, sejak sebulan terakhir sudah meresahkan warga karena kerap memangsa ternak warga.
 
Atas ajakan itu, korban dan tiga orang kawannya pun sepakat menangkap bersama ular piton di salah satu ruas jalan kawasan kebun PT SSK dan tidak jauh dari kawasan pemukiman karyawan.
 
Sesampainya di lokasi, korban dan tiga kawanan yang sudah mempersiapkan satu lembar goni dan tali pun mulai mengeksekusi.
 
Tapi sayang, saat memulai eksekusi salah satu dari kawan korban malah ngotot untuk melakukan penangkapan dan menyuruh korban memegang karung goni tempat ular piton.
 
"Pada saat ular dimasukkan ke dalam goni dan badan ular belum masuk secara keseluruhan, tiba-tiba si tukang tangkap melepaskan kepala ular, sehingga dengan refleks si ular langsung menerkam tangan kiri korban yang sedang pegang goni," beber adik korban, Anas.
 
Ironisnya, kata Anas, Robert yang menjadi incaran ular piton langsung menarik tangan kirinya dari mulut ular sehingga urat nadi tangan kiri korban putus akibat luka robek digigit ular. "Saat ini korban masih trauma dan butuh transfusi darah O-plus," papar Anas lagi.
 
Ditambahkan Asisten Kebun, ular piton sepanjang tujuh meter itu akhirnya berhasil dibawa ke tempat keramaian oleh kawanan korban dan mati di tangan warga.
 
Anehnya, Sekretaris Desa Danau Rambai Kecamatan Batang Gangsal, Minza Afrizal dan Kapolsek Batang Cenaku, Iptu Sutarja, justru kaget tentang ada warga menjadi korban gigitan ular piton.
 
"Saya akan selidiki dulu, karena hingga saat ini kami tidak ada laporan dan tidak dapat informasi," jawab Sekretaris Desa dan Kapolsek, saat dihubungi via telepon seluler. (roc)

BERITA LAINNYA
Bupati Inhu Kembali Raih Penghargaan MURI
Senin, 16 Oktober 2017 | 16:11
Warga Desa Sungai Guntung Inhu Desak PT TSM Ditutup
Selasa, 10 Oktober 2017 | 18:27
Pilkades Serentak Digelar 9 Desember 2017 Mendatang
Senin, 25 September 2017 | 11:56
BERIKAN KOMENTAR
Top